Templat:Bandar Pasir Mandoge, Asahan: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k edit - update data
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1:
{{Navigasi ID Desa |provinsi=Sumatera Utara |dati2=Kabupaten |nama dati2=Asahan
|nama kecamatan=Bandar Pasir Mandoge
Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dahulunya bernama Pardembanan. Sebelum merdeka, Raja Anggi-anggi yang bernama lengkap Tuan Pojim Manurung datang dari dusun Sipinggan Desa Lumban Kuala, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, menuju Kabupaten Asahan yang pada saat itu masih hutan belantara dan belum terbentuk struktur pemerintahan administratif yang kini menjadi Kabupaten Asahan.
 
Pada tahun 1945, setelah Indonesia dinyatakan merdeka, maka dibentuk struktur pemerintahan administratif setingkat desa yang disebut desa Silau Jawa. Kepala Desa pertama Silau Jawa adalah Tuan Adam Manurung. Ia menjadi Kepala Desa dari tahun 1945 hingga 1951. Tahun 1951, Desa Silau Jawa mengadakan pemilihan Kepala Desa untuk yang pertama kalinya dan pemilihan tersebut dimenangkan oleh Tuan Adam Manurung. Namun kekuasaan tersebut diserahkan pada anak keponakannya yaitu Tuan Naring Manurung.
 
Pada tahun 2000, terjadi pemekaran desa, sehingga Desa Silau Jawa dimekarkan menjadi tiga desa yaitu Desa Silau Jawa, Desa Sei Nadoras dan Desa Sei Kopas dan pada tahun 2008 dimekarkan lagi menjadi 4 desa yaitu Desa Gotting Sidodadi.
 
|d1=Bandar Pasir Mandoge