Eya Grimonia: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
tidak perlu dihapus, berikan kesempatan
Annafaridaku (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1:
{{rapikan}}
 
{{tone}}
[[File:Eya Grimonia biola-2.png|thumb|Eya Grimonia, pemain biola, piano, dan penyanyi. Lahir 21 April 1995, aktif bermusik dari usia 4 tahun hingga kini]]
'''Eya Grimonia''' adalah pemain biola, penyanyi, dan pemain piano. Dia lahir di ({{lahirmati|[[Bandung]]|21|4|1995}}) dengan nama lengkap Rosery Diella Grimonia, [[DipABRSM]]. Kini Eya tercatat sebagai mahasiswi jurusan [[matematika]] di sebuah universitas di [[Bandung]].
 
== Karier ==
Tahun 2014, sebuah mini album berjudul “[https://soundcloud.com/eyagrimonia/evolusi-cinta Evolusi Cinta]” diluncurkan sebagai ''soundtrack'' buku karyanya yang berjudul [http://www.ikapidkijakarta.com/ikapiblog/?p=173 “Dunia Musik: sains-musik untuk kebaikan hidup"]. Buku ini ditulis berdasarkanberisi wawasan dan pengalamanpemikiran Eya yangtentang memulaimusik karirdikaitkan profesionaldengan di bidang vokal sejak usia 4 tahun. Saat itu[[sains[[, dia aktif menjadi pengisi suara untuk ''jingle-jingle'' iklan yang di antaranya diciptakanditerbitkan oleh Elfa Secioria. Sejak usia 6 tahun, Eya aktif berduet biola dan vocal dengan musisi papan atas Indonesia seperti Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Bunga Citra Lestari, Sherina, Padi, Elfa’s Singer, Vidi Aldiano, dll. Oleh Majalah anak anak Bobo, diaPenerbit dijulukiNuansa musisiCendekia jeniusBandung.
 
Sejak usia 4 tahun, Eya menjadi pengisi suara untuk ''jingle-jingle'' iklan, misalnya yang diciptakan [[Elfa Secioria]], juga berduet biola dan vocal dengan musisi papan atas Indonesia seperti [[Vina Panduwinata]], [[Ruth Sahanaya]], [[Bunga Citra Lestari]], [[Sherina]], [[Padi (grup musik)]], [[Elfa’s Singers]], [[Vidi Aldiano]], dll. Oleh [[Majalah anak anak Bobo[[, dia dijuluki musisi jenius.
Tahun 2002, saat berumur 7 tahun, Eya merilis album lagu anak-anak berjudul “Biola Kecilku<ref>Lagu-lagu dalam album ini diciptakan dan diaransemen oleh Carolina S Yana dan Faiz RM </ref>”. Di dalamnya, Eya menyanyi dan bermain biola. Di tahun yang sama, dengan permainan biolanya, Eya menjadi konduktor lagu Indonesia Raya di acara musyawaran nasional Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) di Istana Wakil Presiden. Sebagai rangkaian dari acara tersebut, Eya berduet biola dengan maestro biola Indonesia [[Idris Sardi]] dalam peringatan launching Hari Musik Nasional tahun 2005 di hadapan Presiden Megawati di Istana Negara Jakarta, diiringi ISI orchestra.
 
Tahun 2002, saat berumur 7 tahun, Eya merilis album lagu anak-anak berjudul “Biola Kecilku<ref>Lagu-lagu dalam album ini diciptakan dan diaransemen oleh Carolina S Yana dan Faiz RM </ref>”. Di dalamnya, Eya menyanyi dan bermain biola. Di tahun yang sama, dengan permainan biolanya, Eya menjadi konduktor lagu Indonesia Raya di acara musyawaran nasional [[Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI)]] di Istana Wakil Presiden. SebagaiTahun rangkaian dari acara tersebut,2005 Eya berduet biola dengan maestro biola Indonesia [[Idris Sardi]] dalam peringatan launching [[Hari Musik Nasional tahun 2005]] di hadapan Presiden [[Megawati]] di [[Istana Negara]] Jakarta, diiringi [[ISI orchestra]].
Sejak kecil, keseharian Eya diisi dengan belajar dan latihan musik klasik dan pop-jazz di bawah bimbingan sejumlah guru, melalui kursus dan ''masterclass'' biola dan piano klasik dengan tutor berskala internasional. Prestasi dan dedikasinya sebagai musisi anak pernah diliput oleh Metro TV dalam acara [https://www.youtube.com/watch?v=-lwKc0u-1xU "Permata Bangsaku"] dan berbagai media massa dan elektronik lain<ref>http://eyaddicters.blogspot.com/p/blog-page.html</ref>.
 
Sejak kecil, keseharian Eya diisi dengan belajar dan latihan musik klasik dan pop-jazz di bawah bimbingan sejumlah guru, melalui kursus dan ''masterclass'' biola dan piano klasik dengan tutor berskala internasional. Prestasi dan dedikasinya sebagai musisi anak pernah diliput oleh Metro TV dalam acara [https://www.youtube.com/watch?v=-lwKc0u-1xU "Permata Bangsaku"] dan berbagai media massa dan elektronik lain<ref>http://eyaddicters.blogspot.com/p/blog-page.html</ref>.
Tahun 2003, di usia 8 tahun, Eya menggelar konser tunggal klasik dengan sponsor Kota Baru Parahyangan dan Bale Seni Barli. Konser berlangsung 2 jam, menampilkan 19 repertoar berupa penampilan vokal, biola, dan piano, 11 lagu bertema film "[[The Sound of Music (film)|The Sound of Music]]".
 
Tahun 2003, di usia 8 tahun, Eya menggelar konser tunggal klasik dengan sponsor [[Kota Baru Parahyangan]] dan [[Bale Seni Barli]]. Konser berlangsung 2 jam, menampilkan 19 repertoar berupa penampilan vokal, biola, dan piano, 11 lagu bertema film "[[The Sound of Music (film)|The Sound of Music]]".
Kemampuan teknik dan wawasan musik klasik Eya teruji ketika lulus ujian grade 8 [http://id.abrsm.org/en/home ABRSM Royal] untuk biola dan piano dengan predikat ''distinction'' di usia 9 tahun, lulus ujian diploma untuk piano di lembaga yang sama di usia 19 tahun.
 
Kemampuan teknik dan wawasan [[musik klasik]] Eya teruji ketika lulus ujian grade 8 [http://id.abrsm.org/en/home ABRSM Royal] untuk biola dan piano dengan predikat ''distinction'' di usia 9 tahun, lulus ujian diploma untuk piano di lembaga yang sama di usia 19 tahun.
2004, saat berumur 9 tahun, Eya menjadi juara keempat ''12th [[:en:EUROPAfest|Jeuneusses Musicales Romania International Violin Competition]]'' di Bucharest, Romania. Saat itu Eya menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara dan Indonesia di antara 55 negara peserta lainnya.
 
2004, saat berumur 9 tahun, Eya menjadi juara keempat ''12th [[:en:EUROPAfest|Jeuneusses Musicales Romania International Violin Competition]]'' di Bucharest, [[Romania]]. Saat itu Eya menjadi satu-satunya wakil dari [[Asia Tenggara]] dan [[Indonesia]] di antara 55 negara peserta lainnya.
Demi memperoleh kualitas teknik permainan biola berstandar internasional, selepas SMP Eya memutuskan untuk homeschooling, dan berhasil memenuhi target berlatih musik 9 jam sehari, atau 40 jam seminggu.
 
Demi memperoleh kualitas teknik permainan biola berstandar internasional, selepas SMP Eya memutuskan untuk [[homeschooling]], dan berhasil memenuhi target berlatih musik 9 jam sehari, atau 40 jam seminggu.
Selain menggelar resital, konser tunggal, dan tampil di berbagai konser ''on air'' maupun ''off air'', Eya juga aktif sebagai pembicara. Di usia 16 tahun Eya jadi pembicara di acara TEDx Bandung, Future Leader Summit di Universitas Diponegoro Semarang, dan Internationalize your Talent di Universitas Indonesia. Untuk melatih kemampuan pedagoginya, Eya mengajar biola dan piano beberapa kali seminggu di sekolah musik Swara Harmony dan menjadi ''coach'' ansambel musik gesek anak dan remaja pertama di Bandung, [https://funtasticstringensemble.wordpress.com/tag/funtastic-string-ensemble/ ''Funtastic String Ensemble'']
 
Selain menggelar resital, konser tunggal, dan tampil di berbagai konser ''on air'' maupun ''off air'', Eya juga aktif sebagai pembicara. Di usia 16 tahun Eya jadi pembicara di acara [[TEDx Bandung]], [[Future Leader Summit]] di [[Universitas Diponegoro]] [[Semarang]], dan Internationalize your Talent di [[Universitas Indonesia]]. Untuk melatih kemampuan pedagoginya, Eya mengajar biola dan piano beberapa kali seminggu di sekolah musik Swara Harmony dan menjadi ''coach'' [[ansambel]] musik gesek anak dan remaja pertama di [[Bandung]], [https://funtasticstringensemble.wordpress.com/tag/funtastic-string-ensemble/ ''Funtastic String Ensemble'']
Pada pertengahan tahun 2012 Eya merangkai tur musiknya ke sejumlah kota di Indonesia. Konser ini bermula saat Eya dipercaya [http://www.soutelo.eu/ Rudesindo Soutello] seorang komposer asal Portugal untuk mementaskan perdana/''premiere'' komposisi klasik modern karya Rudesindo. Melalui rangkaian tur ini, Eya bermaksud memperkenalkan paduan musik klasik dan kontemporer, menyajikan cita rasa Indonesia dengan standar internasional. Dia mengaransemen lagu-lagu daerah Indonesia dan memberinya sentuhan teknik klasik, salah satunya adalah Janger, lagu daerah bali untuk solo biola. Misi ini dia wujudkan melalui lagu-lagu yang dia bawakan, termasuk melibatkan musisi-musisi lokal dalam penampilannya.
 
Pada pertengahan tahun 2012 Eya merangkai tur musiknya ke sejumlah kota di Indonesia. Konser ini bermula saat Eya dipercaya [http://www.soutelo.eu/ Rudesindo Soutello] seorang komposer asal Portugal untuk mementaskan perdana/''premiere'' komposisi klasik modern karya Rudesindo. Melalui rangkaian tur ini, Eya bermaksud memperkenalkan paduan musik klasik dan [[kontemporer]], menyajikan cita rasa Indonesia dengan standar internasional. Dia mengaransemen lagu-lagu daerah Indonesia dan memberinya sentuhan teknik [[klasik]], salah satunya adalah [[Janger]], lagu daerah bali[[Bali]] untuk solo biola. Misi ini dia wujudkan melalui lagu-lagu yang dia bawakan, termasuk melibatkan musisi-musisi lokal dalam penampilannya.
Tahun 2014 Eya menerbitkan sebuah buku berjudul "Dunia Musik: Sains-Musik untuk Kebaikan Hidup" berisi wawasan dan pemikiran Eya tentang musik dikaitkan dengan sains, diterbitkan oleh Penerbit Nuansa Cendekia Bandung.
 
== Pendidikan ==