Konten dihapus Konten ditambahkan
Rajameta10 (bicara | kontrib)
Putera Ramadhan (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 19:
| nama sekretaris daerah = Zaini Ismail
| luasref = <ref>[http://riau.bps.go.id/publikasi-online/riau-dalam-angka/bab-1-keadaan-geografis.html-0 "Keadaan Alam"]. Badan Pusat Statistik, diakses 17 Oktober 2013.</ref>
| luas = 8867267 88672.67
| luasdaratan = <!-- Tuliskan angka saja, tanpa satuan (km, dsb.) dan tanda titik sebagai pembatas ribuan. -->
| luasperairan = <!-- Tuliskan angka saja, tanpa satuan (km, dsb.) dan tanda titik sebagai pembatas ribuan. -->
Baris 28:
| penduduktahun = 2010
| kepadatan = 64
| suku = [[Suku MinangkabauMelayu|MinangkabauMelayu]] (4037,8174%), [[Suku MelayuJawa|MelayuJawa]] (3525,0305%), [[Suku JawaMinangkabau|Minangkabau]] (1511,5626%), [[Suku Batak|Batak]] (67,6131%), [[Suku Banjar|Banjar]] (13,2978%), [[Tionghoa]] (03,72%), [[Suku Bugis|Bugis]] (2,27%), lain-lain (8,7087%)<ref>{{cite book
| last =
| first =
Baris 122:
 
=== Suku Bangsa ===
Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. [[Suku Melayu]] merupakan masyarakat terbesar dengan komposisi 37,74% dari seluruh penduduk Riau. Mereka terdiriumumnya berasal dari daerah pesisir di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga ke Pelalawan, Siak, Inderagiri Hulu dan Inderagiri Hilir. Suku bangsa lainnya yaitu [[Suku Jawa|Jawa]] (25,05%), [[Suku Minangkabau|Minangkabau]] (11,26%), [[Suku Batak|Batak]] (7,31%), [[Suku Banjar|Banjar]] (3,78%), [[Tionghoa]] (3,72%), dan [[Suku Bugis|Bugis]] (2,27%). [[Suku Melayu]] merupakan masyarakat terbesar dengan komposisi 37,74% dari seluruh penduduk Riau. Mereka umumnya berasal dari daerah pesisir di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga ke Pelalawan, Siak, Inderagiri Hulu dan Inderagiri Hilir. Namun begitu, adaAda juga masyarakat asli Riau bersuku rumpun Minangkabau terutama yang berasal dari daerah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, dan sebagian Inderagiri Hulu. Juga masyarakat Mandailing di Rokan Hulu, yang lebih mengaku sebagai Melayu daripada sebagai Minangkabau ataupun Batak.<ref>Tsuyoshi Kato, Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah, Balai Pustaka</ref>
 
Abad ke-19, masyarakat [[Suku Banjar|Banjar]] dari [[Kalimantan Selatan]] dan [[Suku Bugis|Bugis]] dari [[Sulawesi Selatan]], juga mulai berdatangan ke Riau. Mereka banyak bermukim di [[Kabupaten Indragiri Hilir]] khususnya [[Tembilahan]].<ref>Majalah Prisma, Masalah 1-8, Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, 1990</ref> Di bukanya perusahaan pertambangan minyak [[Chevron Pacific Indonesia|Caltex]] pada tahun 1940-an di [[Rumbai, Pekanbaru]], mendorong orang-orang dari seluruh Nusantara untuk mengadu nasib di Riau.