Segeri, Pangkajene dan Kepulauan: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Wagino Bot (bicara | kontrib) k penggantian teks otomatis dengan menggunakan mesin AutoWikiBrowser, replaced: beliau → dia (4) |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
Baris 1:
'''Segeri''' adalah sebuah [[kecamatan]] di [[Kabupaten Kepulauan Pangkajene]], [[Sulawesi Selatan]], [[Indonesia]] yang terletak sekitar 75 Kilometer di sebelah utara [[kota Makassar]], dengan mayoritas penduduk ber[[suku Bugis]]. Kecamatan ini merupakan perbatasan dan pertemuan 2 suku besar di selatan Sulawesi yaitu Bugis dan [[Suku Makassar|Makassar]]. Hal ini terlihat dari penamaan beberapa tempat, kampung dan desa, yang sebagian mempergunakan [[bahasa Bugis]] atau [[bahasa Makassar]].{{Kecamatan▼
| nama=Segeri
| dati2=Kabupaten
Baris 11 ⟶ 10:
| provinsi=Sulawesi Selatan
}}
▲'''Segeri''' adalah sebuah [[kecamatan]] di [[Kabupaten Kepulauan Pangkajene]], [[Sulawesi Selatan]], [[Indonesia]] yang terletak sekitar 75 Kilometer di sebelah utara [[kota Makassar]], dengan mayoritas penduduk ber[[suku Bugis]]. Kecamatan ini merupakan perbatasan dan pertemuan 2 suku besar di selatan Sulawesi yaitu Bugis dan [[Suku Makassar|Makassar]]. Hal ini terlihat dari penamaan beberapa tempat, kampung dan desa, yang sebagian mempergunakan [[bahasa Bugis]] atau [[bahasa Makassar]].
== Sejarah ==
=== Asal Muasal Nama ===
Kata [[Segeri]] diduga berasal dari [[Bahasa Bugis]], “Se’geri”, yang artinya kurang lebih. Dalam tutur masyarakat sehari – hari kata ini seringkali dimaknai sebagai “tegas”, “menegaskan” atau “menggertak”. Penamaan ini diduga berkaitan dengan watak pemberani Orang Segeri karena dari perjalanan sejarahnya yang banyak makan asam garam dalam peperangan, terlahir dari situasi perang dan pembunuhan. Mereka diharuskan tegas dan tidak boleh kalah gertak dari orang lain.
Kata “Segeri” banyak pula yang mengatakannya berasal dari kata “ Sigere’ – gere’ ” (Bugis : Saling membunuh atau saling memotong). Dugaan ini dilatar belakangi terjadinya peristiwa pertumpahan darah / perang di daerah itu pada masa lampau, dimana daerah itu menjadi tempat bertemunya dua orang atau dua kelompok yang sama – sama mempertaruhkan siri’nya (harga dirinya) yang harus terbalaskan (terbayar) setelah pertumpahan darah terjadi sebagai tumbalnya.hal ini dapat dilihat dari penamaan tempat dengan Bahasa Bugis dan Bahasa Makassar dimana perbataasannya hanya dintarai Sungai. Seluruh tempat di bagian Utara Segeri menggunakan istilah bugis, sementra di bagian selatan menggunkan istilah makassar.
|