Paraji
orang yang membantu persalinan secara tradisional
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala. Tag ini diberikan pada Maret 2016. |
Paraji adalah sebuah jabatan adat di Suku Sunda,[1][2] yang dipegang oleh sesepuh perempuan. Paraji dan juru kunci memiliki suatu ikatan profesi yang kuat dalam suatu tatanan masyarakat adat Suku Sunda.
Syarat paraji
Seorang paraji umumnya adalah seorang perempuan yang sudah cukup tua dan memiliki keahlian dalam hal upacara adat setempat, seperti membuat atau menyiapkan sesajen.[3] Diutamakan pula yang memiliki darah keturunan paraji dari pihak ibunya, dan sudah memiliki cucu sehingga dia akan dipanggil "Nini" atau "Nenek Paraji".
Tugas
Pada zaman dahulu sebelum ada bidan, seorang paraji bertugas membantu wanita melahirkan,[2][4][5] atau dikenal dengan dukun bayi.[6]
Lihat pula
Referensi
- ^ Ir Soekarno (2016). Dibawah Bendera Revolusi Jilid 1. Banana Books. hlm. 306. Penanda Google Books: nuB3CwAAQBAJ.
- ^ a b Hasan Mustapa (R.) (1985). Adat istiadat orang Sunda. Alumni.
- ^ Toto Sucipto, Julianus Limbeng (2007). Studi Tentang Religi Masyarakat Baduy di Desa Kanekes Provinsi Banten. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 88. Penanda Google Books: qgLFCgAAQBAJ.
- ^ Kebidanan. hlm. 20. ISBN 979-4486-13-2. Penanda Google Books: GQYW-nrQzSkC.
- ^ Meiwita Budiharsana Iskandar. Unraveling the Mysteries of Maternal Death in West Java: Reexamining the …. Center for Health Research, Research Institute, University of Indonesia, 1996. hlm. 34. ISBN 979-823206-2. Penanda Google Books: ae_rAAAAMAAJ.
- ^ Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. hlm. 63. ISBN 979-4484-08-3. Penanda Google Books: KPBNrqVNJIUC.