Pisau Occam (juga Pisau Ockham atau beberapa ejaan lain) adalah sebuah prinsip yang dilontarkan William Ockham, seorang pendeta Ordo Fransiskus dan ahli logika Inggris dari abad ke-14. Prinsip ini membentuk dasar reduksionisme metodologis, dan juga disebut prinsip hemat.

Ilustrasi William dari Ockham

Dalam bentuknya yang paling sederhana, Pisau Occam menyatakan bahwa seseorang sebaiknya tidak berasumsi lebih dari yang diperlukan.[1][2] Bilamana terdapat banyak penjelasan untuk sebuah fenomena, pilihlah versi yang paling sederhana.[3] Sebuah pohon hangus di tanah bisa disebabkan oleh mendaratnya pesawat makhluk luar angkasa atau sambaran petir. Menurut Pisau Occam, sambaran petir adalah penjelasan yang dipilih karena memerlukan asumsi yang paling sedikit.

Sejarah

Frasa Pisau Occam belum muncul sebelum beberapa abad setelah kematian William Ockham pada 1347. Libert Froidmont dalam pemikirannya On Christian Philosophy of the Soul pertama kali mengungkapkan frasa tersebut, dengan disebut sebagai novacula occami. William Ockham tidak menciptakan prinsip ini, tetapi sebutan "pisau" dapat mengacu pada kemampuan Ochkam untuk menggunakan pisau. Prinsip ini dinyatakan dalam beberapa cara, tetapi yang paling populer adalah "Entitas jangan di diperbanyak tanpa keperluan" (Non sunt multiplicanda entia sine necessitate), yang di populerkan pada 1639 oleh John Punch.

Kegunaan dalam Kasus Nyata

Bidang Sains

Ketika membuat sebuah model teoritis, Pisau Occam digunakan untuk memandu peneliti dalam pengembangan model teoritis, tapi tidak digunakan sebagai sebuah patokan atau standar. Dalam metode sains, Pisau Occam digunakan hanya sebagai preferensi, dan bukan digunakan untuk membantah suatu hasil penelitian. Pisau Occam, sebagai sebuah prinsip logis, menginginkan peneliti untuk mencapai kesimpulan paling sederhana untuk menjelaskan data yang terkumpul pada masa itu. Meskipun begitu, dunia sains sudah sering kali membuktikan bahwa data di masa yang akan datang dapat mendukung teori yang lebih kompleks, sehingga teori sederhana menjadi kurang relevan. Dunia sains lebih memilih penjelasan sederhana yang konsisten dengan data yang dikumpulkan pada masa itu, tetapi penjelasan sederhana ini tetap dapat dikesampingkan ketika data baru telah didapatkan.

Pisau Occam biasanya digunakan sebagai alat memotong dalam memilih teori. Teori yang terlalu rumit tidak dihiraukan, sementara teori yang sesuai dengan sains pada masa itu lebih diterima.

Jika terdapat beberapa model teoritis yang memiliki hasil tes yang sama, maka teori-teori ini dianggap sama dan tidak perlu menggunakan Pisau Occam untuk memilih mana teori yang lebih baik. Contohnya mekanika Newtonian, Hamiltonian, dan Langrangian semuanya dianggap setara. Ahli fisika tidak memiliki alasan untuk mengatakan bahwa dua diantaranya adalah teori yang salah.

Bidang Kedokteran

Ketika mendiskusikan Pisau Occam dalam kedokteran zaman ini, dokter dan filosof kedokteran berbicara tentang sifat hemat diagnostik. Sifat hemat diagnostik mendukung bahwa, saat mendiagnosis suatu cedera atau penyakit, dokter sebaiknya berupaya mencari sesedikit mungkin penyebab yang bisa menjelaskan semua gejalanya.

  1. ^ Who sharpened Occam’s Razor?. Diakses pada 09 Desember 2021
  2. ^ Schaffer, Jonathan (2015). "What Not to Multiply Without Necessity" (PDF). Australasian Journal of Philosophy. 93 (4): 644–664. doi:10.1080/00048402.2014.992447.  Diakses pada 09 Desember 2021
  3. ^ Duignan, Brian. "Occam's Razor". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 09 Desember 2021.