Johannes Abraham Dimara

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan
Revisi sejak 2 Januari 2013 06.23 oleh Naval Scene (bicara | kontrib) (rapikan)

Brigjen TNI Johannes Abraham Dimara (16 April 1916 – 20 Oktober 2000) adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Papua.

Johannes Abraham Dimara

Perjalanan hidup

Johannes Abraham Dimara dilahirkan di Korem, Biak Utara, Papua, pada 16 April 1916. Ia tamat pendidikan dasar di Ambon pada tahun 1930. Ia kemudian masuk Sekolah Pertanian di Laha hingga tahun 1940. Ia kemudian masuk Sekolah Pedidikan Injil, dan kemudian setelah lulus ia menjadi seorang guru injil di Pulau Buru. Pada tahun 1946, ia ikut serta dalam Pengibaran Bendera Merah Putih di Biak. Bersama Frans Kaisiepo yang sama-sama berasal dari Papua, ia turut memperjuangkan pengembalian Irian Barat ke Indonesia. Pada tahun 1950, ia diangkat menjadi Ketua OPI (Organisasi Pembebasan Irian Barat). Ia pun menjadi anggota TNI dan melakukan infiltrasi pada tahun 1954 yang menyebabkan ia ditangkap oleh tentara Belanda, hingga ia di bebaskan tahun 1960. Ketika Presiden Soekarno mengumandangkan Trikora, ia menyeru kepada seluruh masyarakat Irian Barat agar mendukung penyatuan Irian Barat kepada Indonesia. Pada tahun 1962, diadakanlah Persetujuan New York. Ia sendiri menjadi salah satu delegasinya. Akhirnya sebagai isi dari persetujuan itu, Belanda bersedia menyerahkan Irian Barat ke tangan Indonesia. Maka mulai saat itu Irian Barat menjadi salah satu bagian dari Indonesia.

Diangkat Menjadi Pahlawan Nasional

Atas segala jasa-jasanya,bersama Dr.J. Leimena ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

Kematian

Johannes Abaraham Dimara akhirnya menghembuskan napas terakhir pada tanggal 20 Oktober 2000 di Jakarta

Penghargaan

  • Satyalancana Perang Kemerdekaan Kesatu
  • Satyalancana Bhakti

Referensi

Kompas.com