Investigasi kriminal
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus pada 18 Agustus 2019. |
Artikel ini tidak memiliki referensi atau pranala luar ke sumber-sumber tepercaya yang dapat menyatakan kelayakan dari subyek yang dibahas. (ajukan diskusi keberatan penghapusan) Artikel ini akan dihapus pada 18 Agustus 2019 jika tidak diperbaiki.Untuk pemulai artikel ini, jika Anda mempertentangkan nominasi penghapusan ini, jangan menghapus peringatan ini. Silakan hubungi sang pengusul, hubungi seorang pengurus, atau pasang tag {{tunggu dulu}} |
Penyidikan kriminal adalah suatu proses dalam mengumpulkan beberapa fakta yang terkait dengan kasus kriminal tersebut. Prinsipnya tidak jauh berbeda dengan sebuah permainan menyusun teka-teki hingga tersusun rapih membentuk pola yang sesuai. Asumsi atau dugaan yang diungkapkan oleh seorang penyidik terhadap seseorang atau kelompok tidak dapat dilakukan secara sembarang yang masih menimbulkan keraguan seorang penyidik. Karena, hal tersebut berpotensi menimbulkan pelanggaran kode etik kriminal.
Seorang penyidik memiliki beberapa peranan dalam menjalankan tugasnya, salah satunya dalam memberikan jawaban bagi pertanyaan, seperti : Siapa? Apa? Kapan? Di mana? Bagaimana? hingga Mengapa? Dari penyidikan yang dilakukan dan mendapati hasil yang tepat[1]
Referensi
- ^ Bailey, William G (2005). Ensiklopedia Ilmu Kepolisian. Jakarta: YPKIK. hlm. 188.