Telegram
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Telegram adalah fasilitas yang digunakan untuk menyampaikan informasi jarak jauh dengan cepat, akurat dan terdokumentasi. Telegram berisi kombinasi kode yang ditransmisikan oleh alat yang disebut telegraf, dengan menggunakan kabel-kabel yang menghubungkan satu lokasi dengan lokasi yang lain melalui bawah laut
Sejarah
Samuel F. B. Morse, seorang berkebangsaan Amerika adalah orang pertama yang menemukan telegraf sebagai alat pengirim telegram. Telegram mulai dipopulerkan pada tahun 1920-an. Pada saat itu tarif pengiriman telegram lebih murah daripada tarif telepon. Tarif mengirim telegram dihitung berdasarkan jumlah karakternya, termasuk tanda baca. Jangkauan pengiriman berita melalui telegram meliputi lokal maupun internasional. Waktu yang dibutuhkan untuk mengirim telegram adalah kurang dari satu hari. Keunikan dari telegram adalah tanda baca dituliskan. Telegram yang popular di Indonesia berada dibawah naungan perusahaan Telkom.
Jenis-jenis Telegram
Telegram dibagi menjadi dua jenis :
- Telegram biasa
- Telegram Indah
Telegram biasa berwarna biru muda, sedangkan telegram indah, merupakan telegram yang dikirimkan khusus pada hari-hari tertentu contohnya hari raya maupun tahun baru.
Pranala luar
Cara kerja dan Dampak Telegram
Secara garis besar,cara kerjanya dengan menggunakan peralatan listrik untuk mengirimkan menerima sinyal sesuai dengan kode dalam bentuk pulsa listrik. Telegraf mengirimkan sinyal untuk jarak yang jauh melalui kabel-kabel. Sinyal dikirimkan oleh telegraf merupakan kode-kode sederhana yang mewakili pesan-pesan yang dikirmkan. Sinyal-sinyal dikirim dengan menggunakan saluran listrik melalui kabel tunggal. Simbol huruf yang sederhana disebut dengan kode Morse yang sesuai dengan nama penemu telegraf.
Seorang operator telegraf mengirimkan sinyal-sinyal menggunakan sebuah peralatan yang menginterupsi aliran listrik disebuah kabel. Operator menggunakan loncatan arus pendek dan panjang dengan jarak diantaranya untuk mengkodekan huruf-huruf dari pesan yang ingin dikirimkan. Sebuah peralatan di penerima akan mengubah sinyal-sinyal menjadi rangkaian bunyi kedutan. Kemudian operator telegraf atau printer mekanik menerjemahkannya menjadi kata-kata. Pesan yang dikirimkan melalui telegraf disebut telegram.[1] Meski sudah berkembang alat komunikasi yang lebih canggih, telegraf masih dipergunakan untuk keperluan navigasi pelayaran, pesawat udara, dan komunikasi di bidang kemiliteran.
Pesan pada telegraf dikirimkan oleh operator telegraf (telegrapher) menggunakan kode morse yang dikenal dengan nama “telegram” atau “kabelgram”, dan sering disingkat dengan pesan kabel atau kawat. Pesan-pesan yang disampaikan harus diterjemahan terlebih dahulu sehingga dapat dibaca.Untuk memudahkan dalam penerjemahan, biasanya setiap pengiriman telegraf, dibatasi dalam kata-kata.Sistem kerja mesin telegraf ini adalah elektromagnetik. Sinyal yang ditampilkan secara umum merupakan titik dan garis, setiap sinyal dalam bentuk titik dan garis mempunyai makna tersendiri seperti pada daftar berikut ini.
Sistem telegraf diwakili oleh kode-kode yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Ø Kode Morse, merupakan kombinasi dari kedua elemen-elemen titik-titik dan garis-garis.
Ø Kode Undulator, kode ini dikembangkan untuk komunikasi yang menggunakan kabel laut. Kode ditentukan dengan plus, minus, dan nol sertamempunyai kombinasi yang sama dari arus-arus panjang dan pendek seperti kode morse.
Ø Kode Telegraf Printing, kode ini digunakan oleh teleprinter.
Ø Kode Transmisi Data, kode ini dipakai untuk transmisi data. Kode transmisi data seperti ASCII, BCD, EBCDIC.
Sistem pengiriman informasi yang dipakai di Amerika Serikat dan beberapa hasil industri adalah sebagai berikut:
Ø Full Duplex, Jika ada kemungkinan pengiriman kedua belah arah secara bersamaan.
Ø Half Duplex, Jika ada kemungkinan pengiriman kedua arah akan tetapi pada satu saat hanya dapat mengirim ke satu arah saja.
Ø Simplex, Jika hanya dapat mengirim kesatu arah saja.
Dari kode morse yang dikirimkan, telegrafi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
Ø Telegrafi arus searah.
Ø Telegrafi arus bolak-balik.
Terminal untuk gambar dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu:
Ø Gambar diam
Ø Gambar bergerak
Susunana Telegram
Surat Telegram terdiri atas :
Ø Kepala Telegram
1. Pejabat yang mengirim berita berikut pangkat dan NIP;
2. Pejabat/alamat yang dituju;
3. Tembusan.
Isi Telegram
1. Klasifikasi;
2. Nomor;
3. Uraian isi berita dirumuskan dalam kalimat singkat dan jelas;
4. Singkatan jabatan Gubernur;
5. Tanggal, Bulan dan Tahun.
Bagian Akhir Telegram
1. Nama Pejabat yang mengirim;
2. Nama jabatan yang mengirim;
3. Tanda tangan Pejabat yang mengirim.[2]
Dampak telegram bagi masyarakat
Dampak positif dari adanya telegram adalah kita tidak perlu bertemu dengan orang lain di tempat yang berbeda untuk berkomunikasi. Karena telegram membawa perubahan mendasar bahwa informasi tidak bergantung pada bentuk transportasi apapun dan dengan cepat sehingga jarak dapat dihapuskan. Kita bisa berkomunikasi melalui telegram dari tempat yang berbeda[3] Hanya saja dampak positif ini hanya begitu terasa bagi orang-orang yang hidup pada awal terciptanya alat komunikasi jarak jauh. Kita yang sudah hidup di zaman modern ini mungkin belum pernah atau tidak akan pernah menggunakan telegram. Dilihat dari sistem kerja dan hasil yang didapatkan, alat komunikasi di zaman modern ini jauh lebih baik. Baik dari segi waktu yang cukup singkat maupun biaya yang semakin murah.[4] Dampak negatif dari telegram, pertama, berita yang dikirimkan dalam bentuk titik dan garis sandi Morse sampai ke kota tujuan dengan cepat tapi pesan hanya dapat diserahkan ke alamat penerima melalui pos surat biasa. Kedua, biaya yang diperlukan sangatlah mahal. Ketiga, jalur telegraf yang digunakan sangat sibuk sehingga pesan yang diutamakan untuk dikirim adalah pesan-pesan penting.
Referensi
- ^ [1] Sunarto s.kom, teknologi informasi dan komunikasi, jakarta: grasindo, 2008. hal 74
- ^ [1] Dr. Nasrul Hadi, sejarah telekomumikasi Indonesia, jakarta, meseum telekomunikasi, 2006. Hal.... 36
- ^ [1] William f.fore, para pembuat mitos: injil kebudayaan dan media, jakarta: gunung mulia, 2002
- ^ [1] http://tintamufa.blogspot.co.id/2013/06/perkembangan-telegram-dan-dampaknya.html