Perumpamaan domba yang hilang

Revisi sejak 23 Desember 2016 06.39 oleh 114.30.80.214 (bicara) (artikel ini sebaiknya tidak usah dibuat di wikipedia karena berpotensi menjadi penistaan ajaran agama Kristen.)

Perumpamaan tentang domba yang hilang adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Matius 18:12-14 dan Lukas 15:3-7.

"Domba yang hilang", karya Dalziel Bersaudara

Domba yang terhilang

Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang gembala domba yang memiliki seratus ekor domba. Pada suatu hari salah seekor dombanya hilang, dan ia meninggalkan domba yang lainnya di pegunungan dan mencari seekor yang tersesat. Diceritakan bahwa ketika gembala tersebut menemukan domba yang hilang, maka kegembiraannya atas seekor domba itu lebih dari 99 ekor domba yang tidak sesat.

Penjelasan

Domba merupakan lambang yang sangat sering dijumpai di dalam Alkitab sejak zaman sebelum Daud, gembala domba yang menjadi raja Israel (lihat Mazmur 23). Domba adalah binatang yang sangat pintar karena bisa bertahan dalam cuaca yang ekstrim seperti di Timur Tengah. Domba pertama kali dipelihara di Timur Tengah. Domba merupakan perlambangan dari manusia yang pintar. Domba yang sesat/hilang biasanya dicari oleh anjing gembala, sedangkan domba yang tidak dikurung di kandang, hal ini biasa kita lihat di seri TV Shaun the Sheep. Setiap orang Kristen dilambangkan dengan seekor domba.

Gembala domba, di sisi lain, adalah orang yang mencukupi kebutuhan domba-dombanya, melindungi mereka dari serangan binatang buas, mengobati mereka yang terluka, dan menuntun mereka ke mana-mana. Sang Gembala Agung menunjuk pada sosok Yesus, dan titel 'gembala manusia' diteruskan hingga kini untuk menyebut seorang pendeta Kristen, yaitu gembala sidang.

Perumpamaan ini dijelaskan oleh Yesus dalam ayat ke-14 dan dalam kitab Lukas ayatnya yang 7:

Pada kenyataannya, Yesus pernah mengatakan bahwa pekerjaan-Nya selama di dunia ini antara lain untuk mencari "domba-domba yang hilang", khususnya dari umat Israel. Dalam percakapan dengan seorang perempuan non-Yahudi dari daerah Tirus dan Sidon, Yesus berkata:[1]

Kepada murid-murid-Nya, di permulaan masa pelayanan-Nya, Yesus berpesan:[2]

Baru kemudian, saat Yesus hampir mengakhiri pekerjaan-Nya di dunia, Ia berdoa untuk domba-domba lain, yang kelak menjadi tugas murid-murid-Nya untuk dicari, saat Roh Kudus sudah diturunkan.[3]

Lihat pula

Referensi