Mikologi

cabang biologi yang berkaitan dengan kajian mengenai jamur
Revisi sejak 9 Februari 2017 19.52 oleh Inivindi (bicara | kontrib) (Menambahkan sejarah mikologi, diterjemahkan manual dari en.wiki-indonesia.club/wiki/Mycology)

Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jamur (fungi) - banyak orang juga menyebut cendawan.

Mikologi

Kajian dalam mikologi antara lain meliputi taksonomi jamur, fisiologi jamur, bioteknologi jamur, budidaya jamur (mushroom culture). Mikologi sangat besar pengaruhnya terhadap fitopatologi karena banyak penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh jamur; sehingga pernah fitopatologi disebut sebagai mikologi terapan (applied mycology).

Sejarah

Sejak zaman prasejarah diduga manusia sudah mulai mengumpulkan cendawan sebagai makanan. Tulisan mengenai cendawan pertama kali ditemukan dalam karya-karya Euripides (480-406 SM). Seorang filsuf Yunani yaitu Theophrastus dari Eressos (371-288 SM) mungkin merupakan orang pertama yang mencoba mengklasifikasikan tumbuhan secara sistematis; menganggap fungi sebagai tumbuhan yang kehilangan organ-organ tertentu. Pliny the elder (23-79 Masehi), menulis tentang truffle [1] di ensiklopedianya Naturalis historia. [2]Mikologi (Mycology) berasal dari bahasa Yunani: μύκης (mukēs), yang berarti fungus dan -λογία akhiran (-logia), yang berarti "studi".

Pada Abad Pertengahan terlihat adanya sedikit kemajuan dalam pengetahuan tentang fungi. Namun, penemuan mesin cetak memungkinkan beberapa penulis untuk menyebarkan takhayul dan kesalahpahaman tentang jamur yang telah dilakukan para penulis klasik.

Permulaan zaman modern mikologi dimulai saat Pier Antonio Micheli mempublikasikan 1737 publikasi mengenai Nova plantarum genera. [6] Diterbitkan di Florence, publikasi tersebut menjadi dasar untuk klasifikasi sistematis rerumputan (grasses), lumut (mosses) dan fungi. Pada tahun 1936, istilah mikologi dan mikologis pertama kali digunakan oleh M.J. Berkeley. [1]

  1. ^ Ainsworth, Geoffrey Clough (1976). Introduction to the History of Mycology. Cambridge University Press. hlm. 13. ISBN 978-0-521-21013-3.