Chlamydia

halaman disambiguasi Wikimedia
Revisi sejak 13 April 2008 10.28 oleh Borgx (bicara | kontrib) ({{rapikan}})

Chlamydia

Chlamydia merupakan infeksi yang terjadi pada uretra (laki-laki) dan serviks (mulut rahim) pada perempuan. Sebagai informasi, chlamydia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang paling umum dijumpai dan dikenal sebagai penyebab utama penyakit peradangan pada pelvis (panggul), sehingga menyebabkan infertilitas (kemandulan) pada perempuan. Bahaya kan? Jenis tertentu dari bakteri ini hanya menginfeksi serviks dan uretra, sementara jenis lainnnya dapat menyebabkan penyakit mata. Gejalanya Chlamydia berbahaya karena bisa menginfeksi seseorang tanpa menimbulkan gejala. Laki-laki yang merasakan gejala saat terinfeksi penyakit ini akan mengeluarkan cairan seperti susu dari saluran kencingnya disertai rasa sakit saat buang air kecil. Sedangkan perempuan yang terinfeksi chlamydia mungkin juga akan mengalami rasa tidak nyaman saat berkemih, sebagai pertanda nyata penyakit ini mulai berkembang. Sayangnya, perempuan kadang tak menyadari terkena penyakit berbahaya ini karena dapat muncul tanpa gejala nyata. Dalam kasus ini, penularan berulang dapat terus terjadi. Chlamydia juga akan meningkatkan keluarnya kotoran dari vagina, bahkan muncul darah segar di antara siklus haid. Pendarahan yang terjadi ini bisa menjadi indikasi bahwa infeksi sudah menyebar ke uterus (rahim). Infeksi chlamydia yang terjadi di anus dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita dan sebagai imbasnya anus mengeluarkan kotoran yang abnormal. Jika tak terdeteksi dan tak diobati hal ini menyebabkan komplikasi serius pada penderita. Infeksi chlamydia yang berkelanjutan bisa menginfeksic appendix (usus halus), jantung dan hati. Risiko lainnya pada laki-laki adalah chlamydia dapat menginfeksi epididymis, yang berpotensi menyebabkan kemandulan. Penularan nya Bakteri Chlamydia trachomatis merupakan penyebab chlamydia. Bakteri ini hanya dapat bertahan di sel-sel hidup, yang kemudian akan dibunuhnya. Pertukaran cairan tubuh (sperma misalnya) berpotensi menjadi sarana penyebaran penyakit ini. Terapi nya Pengobatan yang paling sering dilakukan untuk chlamydia adalah tetrasiklin, yang diresepkan dokter untuk dipakai dalam 7 hari. Khusus perempuan hamil yang terinfeksi chlamydia dapat diobati dengan erythromycin. Saat terinfeksi penyakit ini sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual, atau gunakan kondom untuk mencegah penularan berulang.