Timor Belanda
Timor Belanda (bahasa Belanda: Nederlands-Timor) adalah jajahan Belanda yang berada di Timor Barat, Kepulauan Sunda Kecil, sejak pertengahan abad ke-17 hingga tahun 1950. Saat ini, wilayah tersebut masuk Provinsi Nusa Tenggara Timur. Timor Belanda beribukota di Kupang.
Sejarah
Koloni tersebut berada di bagian barat Pulau Timor dan juga sejumlah pulau, antara lain:
Penjelajah Portugis pertama kali mengunjungi Pulau Timor pada awal abad ke-16 dan menemui sejumlah kerajaan kecil. Yang paling penting adalah Kerajaan Wehali di Timor bagian tengah. Pada tahun 1556, bangsa Portugis mendirikan markas pertamanya di Timor. 30 tahun kemudian, sebagian besar Timor masuk koloni Timor Português.
Mulai tahun 1613, VOC Belanda menghalau Portugis dari Timor, namun sementara mengosongkan markasnya. Tidak sampai tahun 1640, Vereenigde Oost-Indische Compagnie mendirikan benteng di Kupang dan membangun koloni di bawah pimpinan seorang opperhoofd (ketua). Akan tetapi, lingkup pengaruhnya terbatas pada 5 kerajaan kecil di sekitaran Kupang (5 Sekutu Setia), seperti Sonbai Kecil, Kupang-Helong, Amabi (1665), Amfoan (1683) dan Taebenu (1688), sementara Kekaisaran Portugal menaklukkan Wehali pada tahun 1642 dan kemudian secara de facto Timor Barat dan Tengah. Barulah dalam Pertempuan Penfui pada tahun 1749, kekuatan Portugis dan orang Topas yang bersekutu dengannya berhasil diruntuhkan oleh VOC.
Atas peranan diplomat VOC, Johannes Andreas Paravicini, 48 penguasa dari Solor, Rote, Sawu, Sumba, dan sebagian besar Timor bagian barat bersekutu dengan VOC pada tahun 1756. Hal tersebut menjadi awal kekuasaan Belanda di Timor Barat yang kini dikuasai Indonesia. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian tersebut antara lain Jacinto Correa (Hiacijinto Corea), Raja Wewiku-Wehale, dan Pangeran Besar Belu, yang juga menandatangani Perjanjian Paravicini yang mencurigakan atas nama 27 kerajaan yang dahulunya menjadi bawahannya di Timor Tengah. Beruntung bagi Portugis, Wehali tidak cukup kuat lagi untuk menarik semua penguasa lokal ke pihak VOC. Sehingga, 16 dari 27 bekas bawahan Wehali di timur tetap di bawah kekuasaan Portugal, sedangkan Wehali sendiri jatuh di bawah kekuasaan Belanda. Portugal juga menguasai eksklaf di barat laut. Setelah bangkrutnya VOC di tahun 1799, Timor Barat berada di bawah kekuasaan Belanda langsung (Republik Batavia saat itu). Selama peperangan era Napoleon, Timor Belanda juga dikuasai oleh Britania Raya.
Pada tahun 1816, Kerajaan Belanda mendapatkan kembali kekuaasaannya dan memasukkan administrasi pulau ini ke wilayah Maluku. 3 tahun kemudian, Timor Barat menjadi jajahan otonom Belanda, yang diperintah oleh seorang residen dan dibagi atas 5 wilayah administratif: Timor, Roti, Sawu, Larantuka (Kabupaten Flores Timur), dan Sumba.
Serbaneka
Rujukan
- Timor. Dalam: Encyclopædia Britannica. (theodora.com).
- Diarsipkan [Date missing], di ivan.ahk.nl Galat: URL arsip tidak dikenal