Jalan Gedoran (Depok)

jalan raya di Indonesia
Revisi sejak 6 Juli 2021 18.50 oleh Janur212 (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'jmpl|280px|Jalan Gedoran Depok Berada Diantara ITC Depok di sebelah selatan dan Terminal Terpadu Depok di sebelah Utara Jalan Gedoran Depok adalah salah satu Jalan di Kota Depok yang membentang antara ruas Jalan Margonda di sisi Timur dan Jalan Naming D Bothin Kota Depok di sisi Barat. Jalan Gedoran Depok memiliki total panjang jalan 200 meter, Berlokasi di wilayah Keluraha...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Jalan Gedoran Depok adalah salah satu Jalan di Kota Depok yang membentang antara ruas Jalan Margonda di sisi Timur dan Jalan Naming D Bothin Kota Depok di sisi Barat. Jalan Gedoran Depok memiliki total panjang jalan 200 meter, Berlokasi di wilayah Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Depok. Membentang sepanjang Jalan disamping kiri ITC Depok dan disamping kanan Terminal Terpadu Depok menuju ke Stasiun Depok Baru dari jalan Margonda.[1][2]

Jalan Gedoran Depok Berada Diantara ITC Depok di sebelah selatan dan Terminal Terpadu Depok di sebelah Utara

Latar Belakang

 
Penulis Gedoran Depok Wenri Wanhar Bersama Agus Sutondo anggota Panitia Khusus Hari Jadi dan Lambang Kota Depok

Peristiwa terjadinya Gedoran Depok tak lepas dari sejarah awal berdirinya Depok oleh Cornelis Chastelein ( 1657-1714 ) saudagar VOC generasi awal yang memerdekakan orang Depok. sejak itulah Cornelis Chastelein menjadi tuan tanah, yang kemudian menjadikan Depok memiliki pemerintahan sendiri, lepas dari pengaruh dan campur tangan dari luar.[3]

Cornelis Chastelein mewariskan seluruh tanahnya kepada 12 marga budaknya yang berasal dari berbagai suku Indonesia dan memerdekakan mereka dalam wasiat yang dibuatnya sebelum meninggal. Meski bermuka pribumi dan berkulit coklat, 12 marga dan keturunan mereka bergaya hidup seperti orang Eropa, buah didikan sang tuan. Mereka inilah yang disebut sebagai 'Belanda Depok'. Sehari-hari mereka menggunakan bahasa Belanda.

Sejarah juga menyebut, Depok sudah lebih dulu merdeka sejak 28 Juni 1714. Mereka punya tatanan pemerintahan sendiri yakni Gemeente Bestuur Depok yang bercorak republik. Pimpinannya seorang presiden yang dipilih tiga tahun sekali melalui Pemilu. Daerah otonomi Chastelin ini dikenal dengan sebutan Het Gemeente Bestuur Van Het Particuliere Land Depok dan ternyata Pemerintah Belanda di Batavia menyetujui Pemerintahan Chastelin ini dan menjadikannya sebagai Kepala Negara Depok yang pertama.

Tak ayal jika mereka enggan bergabung dengan republik baru bernama Indonesia, Mengingat mereka sudah merdeka dan sudah punya Presiden sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 yang dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta.[4]

Karena Depok tidak mengakui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, akibatnya wilayah yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Jakarta diserbu para pejuang kemerdekaan. Depok dikepung dari seluruh penjuru mata angin, Depok dijarah takluk di bawah todongan senjata, orang Depok dipaksa mengibarkan Bendera Merah Putih dan Teriak Merdeka, Siapapun yang membangkang kena hantam, Tak sedikit korban berjatuhan.[5]

Huru-hara yang meletus pada tanggal 11 Oktober 1945 itu dikenal dengan Peristiwa Gedoran Depok untuk merebut Depok dari penjajah oleh para pejuang kemerdekaan. Namun tak berlangsung lama, NICA kembali menguasai Depok. pasukan NICA yang datang membonceng Sekutu menyerbu Depok untuk ‘membebaskan’ orang Depok yang ditawan TKR. Pejuang berhasil dipukul mundur. Tawanan wanita dan anak-anak Depok dibebaskan, dibawa ke kamp pengungsian di Kedunghalang, Bogor.[6]

“Semenjak itu, kantor Gemeente Bestuur yang tadinya dijadikan markas TKR berubah menjadi markas NICA Memasuki bulan November, para pejuang yang tercerai-berai kembali menjalin koordinasi dan menyusun kekuatan. Mereka berencana merebut kembali Depok dari tangan NICA. “Para pejuang bersepakat menyerbu Depok tanggal 16 November 1945. Sandi perangnya saat itu Serangan Kilat,”[7]

Pada saat itulah Margonda berencana kembali merebut Depok bersama para pejuang lain. Di antara ratusan pejuang yang gugur hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI. Margonda gugur 16 November 1945 di Kali Bata Depok. Daerah bersungai di kawasan Pancoran Mas, Depok dan bermuara di Kali Ciliwung itu menjadi saksi gugurnya Margonda.

Peristiwa Gedoran Depok ini sering disebut sebagai revolusi sosial di pinggiran Jakarta. Melalui peristiwa inilah lahir tokoh-tokoh, seperti Margonda, Letnan Dua Tole Iskandar, dan Mochtar Sawangan. Nama pejuang itu kini diabadikan sebagai nama jalan utama di Kota Depok.[8]

Transportasi

Trayek angkutan kota yang melewati jalan Gedoran Depok

  • D01: Terminal Depok - Depok I
  • D02: Terminal Depok - Depok II
  • D03: Terminal Depok - Parung
  • D04: Terminal Depok - Stasiun Depok Baru - Kukusan
  • D05: Terminal Depok - Bojong Gede
  • D06: Terminal Depok - Simpang Depok-Terminal Jatijajar
  • D07: Terminal Depok - Pitara-Citayam
  • D07A: Terminal Depok - Rawa Denok
  • D08: Terminal Depok - Kampung Bulak-Kampung Sawah
  • D09: Terminal Depok - Raden Saleh-Kampung Sawah
  • D10: Terminal Depok - Parung Serab-Kampung Sawah
  • D10A: Terminal Depok - Boulevard GDC-Terminal Jatijajar
  • D11: Terminal Depok - Palsigunung
  • D13: Ciputat - Pondok Petir
  • D105: Terminal Depok - Pondok Labu
  • D110: Terminal Depok - Gandul-Cinere
  • D112: Terminal Depok - Ciracas-Terminal Kampung Rambutan
  • M03: Terminal Depok - Pasar Minggu
  • M04: Depok Timur - Pasar Minggu
  • S16: Terminal Depok - Pangkalan Jati-Pondok Labu
  • T19: Terminal Depok - Tanjung Barat-Terminal Pinang Ranti

Lihat pula

Referensi

  1. ^ DEPOK : KISAH DIBALIK SEBUAH NAMA lib.atvi.ac.id, Diakses 2014-2016
  2. ^ Depok (2019): Sejarah yang Diungkap ffd.or.id, Diakses 26 Nopember 2020
  3. ^ Hari Ini 67 Tahun Lalu: Gedoran Depok Diarsipkan 2014-05-21 di Wayback Machine. beritagar.com, Diakses 11 oktober 2012
  4. ^ Tentang.Revolusi.Sosial Gedoran Depokl megapolitan.kompas.com, Diakses 8 Nopember 2011
  5. ^ Peristiwa Gedoran Depok Diarsipkan 2014-05-20 di Wayback Machine. sikumbangtenabang.com,Diakses 25 Februari 2014
  6. ^ Gedoran Depok: Revolusi Sosial di Tepi Jakarta 1945-1955 inibuku.com
  7. ^ Cerita Sebuah Gerbang Kota Bernama Margonda Diarsipkan 2014-04-27 di Wayback Machine. tokoh-lingkarberita.com
  8. ^ Sejarah Jalan Margonda roniwijaya.com,Diakses 31 Maret 2012

Pranala luar