Fonologi bahasa Vietnam adalah bagian dari fonologi yang berhubungan dengan studi tentang struktur bunyi bahasa Vietnam. Terdapat dua jenis utama bahasa vietnam, yakni dialek utara, (Hanoi) dan dialek selatan, (Ho Chi Minh City), yang sedikit berbeda satu sama lain.

Penyebaran bahasa vietnam:
  Bahasa resmi (Vietnam, 86 juta penutur)
  > 1 juta penutur (Amerika Serikat)
  > 100 ribu penutur (Australia, Jerman, Kamboja, Laos, Kanada, Rusia, Taiwan, Prancis, Korea Selatan)
  > 10 ribu penutur (Inggris Raya, Cina, Belanda, Norwegia, Polandia, Republik Ceko, Swedia)

Konsonan

Konsonan yang terdapat pada dialek utara (dialek Hanoi) ditandai dengan petak merah , sementara Konsonan yang terdapat pada dialek selatan (dialek kota Ho Chi Minh) ditandai dengan petak biru.

Dwibibir Gigi/
Rongga-gigi
Tarik-
belakang
Langit-
langit
Langit-
langit
belakang
Celah-
suara
Sengau m n ɲ ŋ
Hentian/
Gesek
fortis (p) t ʈ c k (ʔ)
Teraspirasikan
letup-balik ɓ ɗ
Frikatif

Nirsuara

f s ʂ x h
Bersuara v z ɣ
Hampiran l j w
Rhotik ɺ
  • /w/ adalah satu satunya konsonan yang terbentuk dari gugus konsonan dengan konsonan lainnya
  • /p/ terjadi di inisial silabel kata pinjam, namun beberapa penutur mengucapkannya sebagai /ɓ/ (seperti dalam sâm banh, yang diambil dari champagne dalam bahasa Prancis).
  • Hentian letup-balik [ɓ, ɗ] disuarakan (bagian glotis sedikit terbuka di posisi untuk konsonan bersuara). Tidak seperti kasus non letup-balik, yakni [b, d], dimana pita suara digetarkan dengan artikulasi pulmonis (tekanan paru-paru) yang melewati glotis statis, dalam kasus untuk letup-balik [ɓ, ɗ], artikulasi pulmonis diperlukan untuk menggetarkan pita suara yang dihasilkan dari penurunan glotis secara cepat sementara kavitas oral "dihentikan" oleh penutupan [b]/[d] bilabial/apikal - rongga-gigi. Penurunan secara cepat dari glotis menyebabkan penurunan tekanan intra-oral ke nilai tekanan dibawah tekanan sub-glotis, yang membuat pita suara dapat bergetar. Jika tekanan intra-oral juga jatuh dibawah tekanan atmosferik, ini dapat membuat suatu efek sementara dimana letup-balik "menyedot" tekanan, jika penutupan oral dilepaskan sebelum aliran udara pulmonis melewati pita suara, maka, tekanan intra-oral akan naik diatas tekanan atmosferik, yang berdampak pada konsonan letup-(eksternal). Yang berarti efek akustik dari letup-balik tidak benar-benar berasal dari letup-balik oral (biasanya tidak menjadi bagian, atau bahkan dapat menyebabkan artikulasi letup eksternal) namun berasal dari kavitas oral yang melebar luas (dikarenakan laring yang tertarik) yang beraksi sebagai kolom resonansi yang sangat kuat. Ini menjelaskan kenapa [b] dan [d] bersuara sedikit "kendur" daripada varian letup-balik.
  • /ɓ, m/ merupakan konsonan dwibibir, sementara /f, v/ adalah konsonan lidah-gigi (Labiodental).
  • /t, tʰ/ merupakan konsonan gigi rongga-gigi ([t̪, t̪ʰ]), sementara /ɗ, n, l/ merupakan konsonan apiko-ronggi.[1]
  • /c, ɲ/ secara fonetis, merupakan konsonan lamino - paska-ronggi (ujung lidah menyentuh pinggiran rongga-gigi).
  • /ʈ, c/ sering di gesekkan, sehingga menjadi [ʈ͡ʂ, t͡ɕ], namun tidak diaspirasikan.
  • Hentian glotis [ʔ] diletakkan sebelum kata yang berawalan dengan vokal atau /w/, seperti:
ăn 'makan' /ăn/ [ʔăn]
uỷ 'mendelegasikan' /wi/ [ʔwi]

Dialek utara (Hanoi)

Konsonan yang terdapat pada dialek utara
Dwibibir Gigi/
Rongga-gigi
Langit-
langit
Langit-
langit
belakang
Celah-
suara
Sengau m n ɲ ŋ
Hentian/
Gesek
fortis (p) t c k (ʔ)
Teraspirasikan
letup-balik ɓ ɗ
Frikatif

Nirsuara

f s x h
Bersuara v z ɣ
Hampiran l w
  • d, gi dan r diucapkan sebagai /z/, namun r diucapkan sebagai [ɺ] hanya dalam kata pinjam, contoh, cà rốt 'wortel', dan memiliki pengucapan [ka˩ ɺot̚˧˥].
  • ch dan tr diucapkan sebagai /c/, sementara x dan s sama-sama diucapkan sebagai /s/.
  • Beberapa penutur menggabungkan /l/ dan /n/ ke /l/, walaupun ini tidak dikategorikan sebagai pengucapan standar.[1]

Dialek selatan (kota Ho Chi Minh)

Konsonan yang terdapat pada dialek selatan
Dwibibir Gigi/
Rongga-gigi
Tarik-
belakang
Langit-
langit
Langit-
langit
belakang
Celah-
suara
Sengau m n ɲ ŋ
Hentian/
Gesek
fortis (p) t ʈ c k (ʔ)
Teraspirasikan
letup-balik ɓ ɗ
Frikatif

Nirsuara

f s ʂ x h
Bersuara v ɣ
Hampiran l j w
Rhotik ɺ
  • d dan gi diucapkan sebagai /j/, namun dalam beberapa penutur, gi diucapkan sebagai /z/ dalam pembicaraan khusus.
  • Secara historis, /v/ diucapkan dengan [j] di percakapan umum, dan digabungkan dengan d dan gi. Namun, cara pengucapan membuat perbedaan signifikan dan kemudian lebih diucapkan sebagai [v], khususnya dalam percakapan khusus atau dalam membaca teks. Dalam bentuk tradisional, termasuk Cải lương, Đờn ca tài tử, Hát bội dan beberapa penutur tua di daerah pesisir bahasa Vietnam, konsonan ini diucapkan dengan gugus konsonan [bj], [βj] atau [vj].[2] Dalam kata pinjam, konsonan ini selalu diucapkan dengan [v]: va li [vaː˧ lɪi̯˧].
  • Secara historis, perbedaan terbentuk diantara ch /c/ dan tr /ʈ/, juga diantara x /s/ dan s /ʂ/. Namun, dalam beberapa penutur, dua pasang konsonan ini digabung sebagai /c/ dan /s/.[3]
  • Dalam percakapan informal, /kw/, /hw/, /ʔw/, dan terkadang /ŋw/ diucapkan sebagai [w]. Walaupun akan terjadi disambiguasi antara [kw], [hw], [w], [ŋw].
  • Dalam penuturan dialek selatan, fonem /ɺ/, secara umum direpresentasikan oleh ahli linguistik di Vietnam sebagai r, yang memiliki jumplah varian pengucapan yang terkandung penutur. Lebih dari satu pengucapan dapat dapat ditemui dari penutur tunggal. Konsonan ini mungkin muncul sebagai konsonan desis tarik-belakang bersuara [ʐ], konsonan kepak sisi rongga-gigi [ɺ] (takbulat), kepakan [ɾ] atau penggetaran rongga-gigi [r], khususnya untuk kata pinjam. Beberapa penutur di daerah Delta Mekong bahkan mengucapkan /ɺ/ sebagai [ɣ] atau [j], namun ini tidak dikategorikan sebagai pengucapan formal.

Perbedaan diantara kedua dialek

Tabel dibawah menunjukkan perbedaan suara antar dialek:

Difonem Hanoi Kota Ho Chi Minh Contoh
Kata Hanoi Saigon[4]
/v/ /v/ /j/ atau /v/ vợ   'istri' [və˨˩ˀ] [jə˨˧] atau [və˨˧]
/z/ /z/ /j/ da   'kulit' [za˧] [ja˧]
gia   'menambah'
/r/ /r/ ra   'pergi ke luar' [ɺa˧]
/c/ /c/ /c/ chẻ   'membelah' [cɛ˧˩] [cɛ˩˥]
/ʈ/ /ʈ/ atau /c/ trẻ   'muda' [ʈɛ˩˥] atau [cɛ˩˥]
/s/ /s/ /s/ xinh   'cantik' [sɪŋ̟˧] [sɪ̈n˧]
/ʂ/ /ʂ/ or /s/ sinh   'lahir' [ʂɪ̈n˧] atau [sɪ̈n˧]

Di berbagai daerah, penggabungan konsonan di batas silabel terjadi dengan cara yang berbeda. Konsonan lidah /t,n/ dalam dialek utara berubah menjadi /k,ŋ/ di dialek selatan, kecuali untuk kasus-kasus ketika konsonan didahului oleh vokal tinggi (tertutup): /i,e,j/ , dan dalam dialek selatan /t,n/ tidak mengalami perubahan. Selain itu, /k,ŋ/ dalam dialek utara dapat berubah menjadi /t,n/ di selatan jika konsonan tersebut terletak setelah /i,e,j/.

Vokal

Vokal inti

 
Bagan vokal dari monoftong dialek Hanoi menurut Kirby (2011)
 
Bagan vokal diftong dialek Hanoi menurut Kirby (2011)
Depan Madya Belakang
Vokal tertutup /i/ i, y /ɨ/ ư /u/ u
1/2 tertutup/
Tengah
/e/ ê /ə/ ơ


/ə̆/ â

/o/ ô
Pemusatan /iə̯/ ia~iê /ɨə̯/ ưa~ươ /uə̯/ ua~uô
1/2 terbuka/
Terbuka
/ɛ/ e /a/ a


/ă/ ă

/ɔ/ o

Bagan vokal inti dari IPA diatas berdasarkan suara dalam dialek Hanoi bahasa Vietnam, daerah laim mungkin memiliki kotak fonem yang sedikit berbeda. Vokal inti terdiri dari monoftong (vokal sederhana) dan tiga diftong pemusatan vokal.

  • Semua vokal termasuk dalam takbulat, kecuali 4 vokal bulat belakang, yakni : /u, o, ɔ, uə̯/.
  • Dibagian selatan, vokal tinggi (tertutup) /i, ɨ, u/ ditemui sebagai bentuk terdiftongkan dalam silabel terbuka, contoh: [ɪi̯, ɯ̽ɯ̯, ʊu̯], Ba Vì [baː˧ vɪi̯˩] (putar media).[5]
  • /ə̆/ dan /ă/ diucapkan pendek — lebih pendek daripada vokal lain.
  • Walaupun ada perbedaan mencolok antara spektral suara /ə̆/ dan /ə/, keduanya tidak pernah dianggap sebagai vokal yang berbeda secara signifikan.[6]
  • /ɨ/ dalam banyak sumber, seperti Thompson,[7] Nguyễn (1970), Nguyễn (1997), menganggap vokal ini sebagai vokal takbulat tertutup belakang ([ɯ]). Namun, dalam analisis instrumental vokal milik Han[8] vokal ini lebih ke titik madya daripada titik belakang. Hoang (1965), Brunelle (2003) dan Phạm (2006) juga menganggap vokal ini merupakan vokal madya.

Kelanjutan pembibiran dan penutupan

Dalam bahasa Vietnam, inti vokal dapat dikombinasikan dengan offglide /j/ atau /w/ untuk membentuk diftong penutup dan triftong. Dibawah ini merupakan bagan [9] yang memuat pembibiran/penutupan dari penutur dialek utara pada umumnya.

offglide /w/ offglide /j/
Depan Madya Belakang
Pemusatan /iə̯w/ iêu /ɨə̯w/ ươu /ɨə̯j/ ươi /uə̯j/ uôi
Tertutup /iw/ iu /ɨw/ ưu /ɨj/ ưi /uj/ ui
1/2 tertutup/
Tengah
/ew/ êu


/ə̆w/ âu

/əj/ ơi


/ə̆j/ ây

/oj/ ôi
1/2 terbuka/
Terbuka
/ɛw/ eo /aw/ ao


/ăw/ au

/aj/ ai


/ăj/ ay

/ɔj/ oi

Dalam sumber milik Thompson (1965) mengatakan bahwa dalam dialek Hanoi, kata yang diucapkan dengan ưu dan ươu diucapkan sebagai /iw, iəw/, dan dialek lain seperti dialek delta Tonkin mengucapkannya sebagai /ɨw/ dan /ɨəw/. Penelitian ini juga dibuat oleh Phạm (2008) dan Kirby (2011).

Akhiran

Saat akhiran /p, t, k/ terjadi di akhir kata, maka fonem tersebut tidak memiliki pelepasan non suara ([p̚, t̚, k̚]):

đáp 'menjawab' /ɗap/ [ɗap̚]
mát 'sejuk' /mat/ [mat̚]
khác 'berbeda' /xak/ [xak̚]

Saat konsonan langit-langit belakang (velar) /k, ŋ/ diletakkan setelah vokal /u, o, ɔ/, maka, konsonan ini diartikulasikan dengan penutupan dwibibir [k͡p̚, ŋ͡m] (atau artikulasi ganda) atau juga dapat terbibirkan secara kuat [k̚ʷ, ŋʷ].

đục 'berlumpur' /ɗuk/ [ɗuk͡p̚], [ɗʊk̚ʷ]
độc 'penjara' /ɗok/ [ɗə̆wk͡p̚], [ɗə̆wk̚ʷ]
đọc 'membaca' /ɗɔk/ [ɗăwk͡p̚], [ɗăwk̚ʷ]
ung 'kanker' /uŋ/ [uŋ͡m], [ʊŋʷ]
ông 'orang (laki-laki)' /oŋ/ [ə̆wŋ͡m], [ə̆wŋʷ]
ong 'lebah' /ɔŋ/ [ăwŋ͡m], [ăwŋʷ]

Akhiran dialek Hanoi

Analisis akhiran ch, nh

Pengucapan suku kata akhiran ch dan nh dalam dialek Hanoi memiliki analisis yang berbeda, satu alisis, dalam Thompson (1965) memiliki konsonan /c, ɲ/ sebagai fonem, dimana suara dari /c/ sangatlah kontras dengan akhiran suku kata t /t/ dan c /k/ dan /ɲ/ kontras dengan akhitan suku kata n /n/ dan ng /ŋ/. Akhiran /c, ɲ/ kemudian diidentifikasi dengan suku kata inisial untuk /c, ɲ/.

Analisis lainnya memiliki akhiran dimana ch dan nh merepresentasikan pengejaan yang berbeda dari fonem konsonan belakang, yakni /k/ dan /ŋ/ yang terjadi setelah vokal terbuka depan /i/ (secara ortografi ditulis sebagai i) dan /e/ (secara ortogradi ditulis sebagai ê). Analisis ini membuat penulisan ortografi ⟨ach⟩ dan ⟨anh⟩ sebagai /ɛ/ yang "terbaring", yang secara fonetik merupakan konsonan terbuka dan terdiftongkan, seperti: /ɛk/[ăjk̟̚], /ɛŋ/[ăjŋ̟]. Efek diftong ini juga mempengaruhi ⟨êch⟩ dan ⟨ênh⟩: /ek/[ə̆jk̟̚], /eŋ/[ə̆jŋ̟].

Argumen untuk analisa kedua juga memasukan suara terbatas dari akhiran [c] dan [ɲ], jarak diantara suara [k] dan [ŋ] yang tidak terjadi setelah vokal [i] dan [e], pengucapan dari ⟨ach⟩ dan ⟨anh⟩ sebagai [ɛc] dan [ɛɲ] dalam beberapa dialek tengah tertentu,[10] dan pola suara [k]~[c] dan [ŋ]~[ɲ] yang merupakan kata yang diulang-ulang dalam kasus tertentu. Secara khusus, akhiran [c] tidak diartikulasikan sama depannya dengan inisial [c], [c] dan [ɲ] merupakan konsonan pra - langit-langit belakang [k̟, ŋ̟] dengan tanpa menyentuh rongga-gigi dalam pengucapannya.[11]

Analisa pertama hampir mengikuti penuturan yang sedikit berbeda dengan penuturan dialek Hanoi dibanding dengan yang kedua. Dalam dialek ini, /a/ dalam {IPA|/ac/}} dan /aɲ/ tidak didiftongkan, melainkan diartikulasikan lebih ke depan, mendekati vokal depan [æ]. Ini membuat vokal ini kontras secara tiga cara, antara ăn [æ̈n], anh [æ̈ɲ], ăng [æ̈ŋ].

Tabel akhiran dalam dialek Hanoi

Akhir suku kata yang berakhiran dengan konsonan langit-langit belakang yang luruh, secara langsung di didiftongkan dalam dialek Hanoi, namun /i/, /u/ dan /ɨ/ lebih terbuka dalam artikulasinya, sebagai contoh:[10]

ong, oc /awŋ/, /awk/ [ăwŋ͡m], [ăwk͡p̚]
ông, ôc /əwŋ/, /əwk/ [ə̆wŋ͡m], [ə̆wk͡p̚]
ung, uc /uŋ/, /uk/ [ʊŋ͡m], [ʊk͡p̚]
ưng, ưc, ưn, ưt /ɨŋ/, /ɨk/, /ɨn/, /ɨt/ [ɯ̽ŋ], [ɯ̽k̟̚], [ɯ̽n], [ɯ̽t̚]
anh, ach /ɛŋ/, /ɛk/ [ăjŋ̟], [ăjk̟̚]
ênh, êch /eŋ/, /ek/ [ə̆jŋ̟], [ə̆jk̟̚]
inh, ich /iŋ/, /ik/ [ɪŋ̟], [ɪk̟̚]

Dengan analisa fonem diatas, tabel berikut menujukkan peluruhan suku kata yang berakhiran dengan /n, t, ŋ, k/ dalam dialek Hanoi:

/ă/ /a/ /ɛ/ /ɔ/, /aw/ /ə̆/ /ə/ /e/ /o/ /i/ /ɨ/ /u/ /iə̯/ /ɨə̯/ /uə̯/
/n/ ăn an en on ân ơn ên ôn in ưn un iên ươn uôn
/t/ ăt at et ot ât ơt êt ôt it ưt ut iêt ươt uôt
/ŋ/ ăng ang anh ong âng ênh ông inh ưng ung iêng ương uông
/k/ ăc ac ach oc âc êch ôc ich ưc uc iêc ươc uôc

Akhiran dialek kota Ho Chi Minh

Penggabungan akhiran

Saat varian bahasa Vietnam yang diucapkan di Hanoi memiliki akhiran yang meluruh, varian yang diucapkan di kota Ho Chi Minh memiliki perubahan akhiran yang sangat besar. Suku kata maupun suara yang berakhiran dengan /k, ŋ/ digabungkan dengan akhiran dalam /t, n/, jadi, konsonan ini selalu diucapkan sebagai /t, n/ dengan vokal pendek depan /i, e, a/ (saat /a/ sebelum "nh"). Namun, akhiran /k, ŋ/ diucapkan sebagai mana mestinya setelah vokal lain /u, o, ɔ, iː, ɨ, aw, a, aː, ɛ, ə, əː/. Setelah vokal bulat, seperti /aw, u, o/, banyak penutur menutup mulut mereka, dan menyebabkan pembibiran konsonan (/k, ŋ/ sebagai [k͡p, ŋ͡m]).[12] Atau, beberapa penutur dialek selatan membedakan pengucapan /k, ŋ/ dan /t, n/ setelah /u, o, ɔ, iː, ɨ, aw, a, aː, ɛ, ə, əː/ dalam pengucapan formal, tapi tidak ada penutur dialek selatan yang mengucapkan "ch" dan "nh" di akhiran suku kata sebagai /k, ŋ/.

  1. ^ a b Kirby (2011)
  2. ^ Thompson, Laurence C. (July 1959). "Saigon Phonemics". Language. 35 (3): 454–476. doi:10.2307/411232. JSTOR 411232. 
  3. ^ Phạm (2008)
  4. ^ nama lain untuk Kota Ho Chi Minh
  5. ^ http://imatv.me/classes/Ling103TermPaper.pdf
  6. ^ Kirby (2011)
  7. ^ Thompson (1965)
  8. ^ Han (1966)
  9. ^ Dari Nguyễn (1997)
  10. ^ a b Phạm (2006)
  11. ^ Kirby (2011)
  12. ^ Phạm, Andrea Hòa (2013), "Synchronic evidence for historical hypothesis – Vietnamese palatals", Linguistic Association of Canada and the United States Forum, 39