Pikiran

aktivitas mental menyangkut kesadaran subjektif individu
Revisi sejak 24 Desember 2021 14.28 oleh Spuspita (bicara | kontrib)

Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi.

Berpikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan.

Berpikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif.

Definisi

Penggunaan istilah "pikiran (thought)" atau "pemikiran (thinking)" dapat dikaitkan dengan berbagai macam aktivitas psikologis.[1] Pengertian secara umum, pikiran adalah proses menggunakan pikiran untuk mempertimbangkan sesuatu atau hanya hal yang dipikirkan terjadi secara independen dari stimulasi sensorik.[2] Ini mencakup berbagai proses mental yang berbeda, seperti mempertimbangkan ide atau proposisi atau menilai itu benar. Dalam pengertian ini, memori dan imajinasi adalah bentuk pemikiran tetapi persepsi tidak. Dalam pengertian yang lebih terbatas, hanya kasus-kasus yang paling paradigmatik yang dianggap sebagai pemikiran. Ini melibatkan proses sadar yang konseptual atau linguistik dan cukup abstrak, seperti menilai, menyimpulkan, pemecahan masalah, dan pertimbangan.[1][3][4] Kadang-kadang istilah "berpikir" dan "pemikiran" dipahami dalam arti yang sangat luas sebagai mengacu pada segala bentuk proses mental, sadar atau tidak sadar.[5][6] Pikiran merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris Kuno oht, atau geþoht, dari akar kata encan "untuk membayangkan dalam pikiran, pertimbangkan".[7]

Proses dasar

Mekanisme dasar dari sel otak manusia merefleksikan proses pencocokan pola atau pengenalan pola. Saat seseorang melakukan refleksi, situasi baru dan pengalaman baru dinilai berdasarkan apa yang diingat. Untuk membuat penilaian ini, pikiran mempertahankan pengalaman saat ini dan mengurutkan pengalaman masa lalu yang relevan. Hal tersebut dilakukan dengan mempertahankan agar pengalaman kini dan masa lalu sebagai pengalaman yang terpisah. Pikiran dapat mencampur, mencocokkan, menggabungkan, menukar, dan mengurutkan konsep-konsep, persepsi, dan pengalaman. Proses ini disebut penalaran. Logika adalah ilmu tentang penalaran. Kesadaran akan proses penalaran ini adalah jalan masuk kedalam kesadaran (lihat filosof Ned Block).

Klasifikasi

Pikiran dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yang berguna sebagai penyaring informasi, yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.[8]

Pikiran sadar

Pikiran sadar (conscious mind) merupakan kecenderungan berpikir logis secara sadar berhubungan dengan penalaran maupun logika yang digunakan dalam keseharian, seperti berpikir ketika melakukan sesuatu, berpikir makan ketika lapar, dan lain sebagainya.[9]

Pikiran bawah sadar

Pikiran bawah sadar (subconscious mind) adalah kecenderungan berpikir yang terkait dengan emosi dan tempat tersimpannya yang secara subyektif merespon apa yang disampaikan, seperti ingatan, kebiasaan, kepribadian, kepercayaan, dan sebagainya.[9]

Penerapan

Diskusi

Diskusi merupakan salah satu cara agar dapat saling bertukar pikiran terkait suatu masalah. Proses berpikir dalam berdiskusi akan menghasil informasi berkumpul untuk menyelesaikan masalah baik terkumpul secara formal maupun informal mulai dari konsep ide, pemecahan masalah, hingga berkomentar.[10]

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Referensi

  1. ^ a b "Thought". britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-24. 
  2. ^ "thought". vocabulary.com. Diakses tanggal 2021-12-24. 
  3. ^ Mole, Christopher (2021). "Attention: 2.3 Coherence Theories". The Stanford Encyclopedia of Philosophy (dalam bahasa Inggris). Metaphysics Research Lab, Stanford University. Diakses tanggal 2021-12-24. 
  4. ^ Katsafanas, Paul (2015). "Nietzsche on the Nature of the Unconscious". Inquiry: An Interdisciplinary Journal of Philosophy. 58 (3): 327–352. doi:10.1080/0020174X.2013.855658. 
  5. ^ Garrison, Katie E.; Handley, Ian M. (2017). "Not Merely Experiential: Unconscious Thought Can Be Rational" (PDF). Frontiers in Psychology. 8: 1096. doi:10.3389/fpsyg.2017.01096. ISSN 1664-1078. 
  6. ^ Dijksterhuis, Ap; Nordgren, Loran F. (2006). "A Theory of Unconscious Thought" (PDF). Perspectives on Psychological Science (dalam bahasa Inggris). 1 (2). doi:10.1111/j.1745-6916.2006.00007.x. ISSN 1745-6916. 
  7. ^ Harper, Douglas. "Etymology of Thought". Online Etymology Dictionary. Diakses tanggal 2021-12-24. 
  8. ^ Herdianto, Tito Koes (2021). "Kenali Potensi Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah sadar". profesi-unm.com. Diakses tanggal 2021-12-24. 
  9. ^ a b "Sukses Dengan Pikiran Bawah Sadar". grhasia.jogjaprov.go.id. 2013. Diakses tanggal 2021-12-24. 
  10. ^ Sendari, Anugerah Ayu (2021). "Diskusi adalah Bertukar Pikiran, Kenali Tujuan dan Jenisnya". hot.liputan6.com. Diakses tanggal 2021-12-24.