Raden Kian Santang

seri televisi Indonesia tahun 2012
Revisi sejak 29 Desember 2022 04.16 oleh InternetArchiveBot (bicara | kontrib) (Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.9.2)

Raden Kian Santang adalah sinetron Indonesia produksi MD Entertainment yang ditayangkan perdana 28 Mei 2012 pukul 20.30 WIB di MNCTV. Sinetron kolosal ini menceritakan kisah Raden Kian Santang, putra Prabu Siliwangi di Kerajaan Pajajaran.

Raden Kian Santang
Genre
PembuatMD Entertainment
Pemeran
Penggubah lagu temaMahir's
Lagu pembuka"Sang Prabu" — Mahir's
Lagu penutup"Sang Prabu" — Mahir's
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. musim1
Jmlh. episode835 (daftar episode)
Produksi
Produser
Pengaturan kameraMulti-kamera
Durasi60 menit
Rumah produksiMD Entertainment
DistributorMedia Nusantara Citra
Rilis asli
JaringanMNCTV
Rilis28 Mei 2012 (2012-05-28) –
5 Oktober 2014 (2014-10-5)

Musim

Musim Episode Awalnya Ditayangkan
Pertama Ditayangkan Terakhir Ditayangkan
1 835 28 Mei 2012 5 Oktober 2014
2 620 5 September 2019 14 Mei 2021
3 85 19 Mei 2021 22 Agustus 2021
4 45 25 Agustus 2021 10 Oktober 2021

Sinopsis

Seorang raja Pajajaran bernama Sri Baduga Maharaja, yang kerap dipanggil Prabu Siliwangi (Ananda George), mempunyai dua orang permaisuri. Permaisuri pertama bernama Nyai Ratu Subang Larang (Inne Azri). Subang Larang berasal dari keluarga Muslim. Ayahnya seorang syah bandar di Karawang, bernama Kyai Tapa. Sejak kecil, Subang Larang belajar ilmu agama dan belajar di Pesantren Quro milik Syeh Hasanuddin.

Permaisuri kedua bernama Nyai Ratu Kentring Manik. Kentring Manik mempunyai putra bernama Raden Surawisesa, yang kelak menjadi pewaris takhta Pajajaran. Kentring Manik merupakan adik dari Prabu Amuk Marugul, Raja Japura, di kawasan pesisir Pasundan bagian utara.

Buah pernikahanannya dengan Nyai Subang Larang, Prabu Siliwangi mempunyai dua orang putra dan satu orang putri. Putra pertama Siliwangi bernama yaitu Raden Walangsungsang (Ahmad Ridho), atau dikenal dengan Pangeran Cakra Buana. Anak kedua Siliwangi yaitu perempuan bernama Nyimas Rara Santang (Rientammy), dan yang ketiga yaitu laki-laki bernama Raden Kian Santang (Alwi Assegaf). Ketiga anak ini dibesarkan dalam pengajaran Islam sehingga tumbuh menjadi muslim dan muslimah yang taat. Sejak lahir, Kian Santang sudah menampakkan keistimewaannya. Antara lain, sejak kecil dia sudah pintar membaca Al Qur’an, membaca kejadian yang akan datang, tahu apa yang ada di pikiran orang lain, suka menolong, dan lebih dekat dengan masyarakat miskin ketimbang kalangan istana. Namun, ada yang cemas dengan kelahiran Kian Santang, yaitu Nini Durga (Dwi Putrantiwi), pengikut aliran hitam. Tokoh ini sangat sakti, bisa menjelma jadi apa saja. Dia juga punya banyak pengikut yang sangat setia, rela melakukan apa saja yang diperintahkan Nini Durga.

Lahirnya Kian Santang sudah diramalkan oleh Nini Durga, bahwa anak itu kelak bakal menjadi penghalang sepak terjangnya. Wanita penyihir yang sakti ini lalu berusaha menyingkirkan Kian Santang dengan berbagai cara. Dengan kesaktiannya dia menjelma apa saja untuk bisa mendekati Kian Santang kecil. Tapi, usahanya selalu gagal karena Kian Santang sangat cerdik. Di samping bisa membaca pikiran orang, juga banyak akal. Sering kali ayah Kian Santang, Prabu Siliwangi muncul menolongnya juga dengan menyamar. Syeh Hasanuddin, kakek gurunya juga kadang-kadang muncul, mengajarkan mengaji atau ilmu-ilmu kesaktian lainnya.

Pemeran

Pemeran Peran
Alwi Assegaf Raden Kian Santang/Gagak Lumayung
Edwin Soekmono
Ananda George Prabu Siliwangi
David Chalik
Ahmad Ridho Raden Walangsungsang
Rientammy Nyimas Rara Santang
Gentar Vyandra Raden Surawisesa
Inne Azri Nyai Ratu Subang Larang/Melati Bodas/Selendang Merah
Carissa Elfarizi Nyai Ratu Kentring Manik/Mayang Sunda
Anindika Widya
Ryan Deye Prabu Amuk Marugul
Zacky Zimah Arga Dana
Dwi Putrantiwi Nyai Burak Siluman/Nini Durga
Ade Fitrie Dewi Kembang
Alex Sukamto Ki Selut
Louise Anastasya Nyai Genit
Nyai Puspa Dewi
Jedi Saputra Jurik Ciwis
Fiki Alman Raden Adi Sijunjung
Rita Hasan Dewi Kematian
Nyai Sekar Wangi
Marcello Raden Mahesa
Mahesa Aulia Dinsi
Arry Febriansyah Resi Kuncung Putih
Chairil JM Syekh Nurjati
H.Sutisna Kyai Hasanudin
Zainal Chaniago Syekh Mursam
Piet Pagau Kyai Tapa
Age Al Ghofar Ki Astagina
Nur Jejen Ki Lengser
Emmie Lemu Nyi Ipah
Firman Maliksyah Karsa
Izzhy Diagla Barna
Teuku Wisnu Senopati Wisnuaji
Arifin Gunawan Ki Maung Bodas
Buche R Noor Ki Munding Bodas
Nella Anne Nyi Ajar Saketi
Vista Putri Rangga Sari
Rizal Fadly Tabib Liem
Ricky Djauhari Raden Surakerta
Bentar Lodaya
Biksu Chang
Donny Michael Tapak Wulung/Surajaya
Saphira Indah Ratu Laut/Diah Kencana Wangi
Johan Morgan Paman Jomblo
Syekh Sofyan
Ki Banyu Wening
Cole Gribble Raden Arya Kemuning
Menco Hidayat
Prabu Niskala Wastu Kencana
Mugi Elman Raden Suanta Dirja
Nyai Muning
Revi Mariska Nyai Ratu Pandan Sari
Restu Sinaga Jelmaan Prabu Siliwangi
Baby Gracia Nyai Rengganis
Nana Khairina Nyai Anjani
Vicky Monica Ratu Karang
Imaz Fitria
Novita Mahisa Nini Kalingking
Rizal Djibran Dharmakusuma
Lia Ladysta Ratu Serigala
Rendy Bragi Ki Ajar Danuarsi
Benny Ruswandi Prabu Galuh Kencana
Prabu Raksa Jagat
Ihsan Tarore Pangeran Jagur Dipa
Leonardo Junior Angga
Aby Cancer Gading Koneng
Ki Awing
Jati Kusuma Raja Burangrang
Lilis Suganda
Keterangan
  • N/A: Note Available

Trivia

Sinetron ini merupakan sinetron terpanjang MD kedua dalam 835 episode pada 2012–2014 setelah Cinta Fitri memiliki 8 season dalam 1017 episode sebagai sinetron terpanjang di MD Entertainment.

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Penerima Hasil
2014 Panasonic Gobel Awards 2014 Aktor Terfavorit Teuku Wisnu Nominasi

Pranala luar