Kashiwamochi

Revisi sejak 9 Mei 2010 23.29 oleh Midori (bicara | kontrib) (Menambahkan kategori Kata dan frasa Jepang (HotCat))

Kashiwamochi (柏餅) adalah kue Jepang yang dibuat dari tepung beras dengan isi selai kacang merah. Kue ini termasuk salah satu jenis mochi, dan disebut kashiwamochi karena dibungkus daun sejenis pohon ek (Quercus dentata, nama Jepang: kashiwa). Daun pembungkus tidak untuk dimakan.

Kashiwamochi
Kashiwamochi dalam kemasan kotak untuk oleh-oleh.

Kashiwamochi merupakan hidangan istimewa untuk perayaan Hari Anak-anak pada tanggal 5 Mei di Jepang. Daun-daun tua dari pohon kashiwa tidak luruh sebelum pohon dapat membesarkan tunas menjadi daun baru.[1] Oleh karena itu, kue ini dipercaya membawa nasib baik, dan dipakai sebagai simbolisme garis keturunan keluarga yang tidak terputus (orang tua tidak boleh mati sebelum anak-anak lahir).[1]

Adonan kue ini dibuat dari tepung beras dan air. Adonan dibulatkan dengan tangan sebelum dipipihkan dan diisi selai kacang merah di bagian tengah. Adonan lalu dilipat dua hingga berbentuk setengah lingkaran, dan dimatangkan dengan cara dikukus. Setelah kue matang, kue dibungkus satu per satu dengan daun kashiwa yang membuat kue beraroma khas.

Sejarah

Kashiwamochi awalnya merupakan budaya Jepang Timur. Kue ini baru dikenal luas di Jepang sekitar masa pemerintahan shogun Tokugawa ke-9 Tokugawa Ieshige dan shogun Tokugawa ke-10 Tokugawa Ieharu.[1] Dalam buku kumpulan kigo (kata-kata musim untuk haiku) berjudul Haikai Shogaku-shō oleh Saitō Tokugen, kashiwamochi belum disebut-sebut sebagai makanan khas bulan 5.[1] Tradisi kashiwamochi sebagai makanan khas bulan 5 baru ditemukan kemudian dalam buku berjudul Shubeiron asal tahun 1661-1673.[1] Kue ini termasuk salah satu kue asli Jepang karena tidak terdapat dalam tradisi perayaan Tango no Sekku yang dibawa dari Cina.[1]

Keshogunan Tokugawa berusaha mengendalikan daimyo dari berbagai daerah di Jepang dengan memberlakukan kewajiban bekerja di ibu kota (sankin kōtai). Kashiwamochi mulai dikenal di seluruh Jepang setelah daimyo dan rombongan yang bertugas di Edo membawa pulang pengetahuan tentang makanan khas dari ibu kota ke daerah asal mereka.

Pohon kashiwa yang daunnya dipakai membungkus kue ini, tidak tumbuh liar di sebelah barat wilayah Kansai dan Shikoku. Di Jepang barat yang tidak ditumbuhi pohon kashiwa, orang juga merayakan Hari Anak dengan makan chimaki (semacam bakcang yang dibungkus daun bambu) atau kashiwamochi yang dibungkus daun sankirai (Smilax glabra).

Referensi

  1. ^ a b c d e f "端午の節句". 料理レシピ検索しゅふしゅふーず. Diakses tanggal 2010-05-10. 

Pranala luar