Miss Indonesia

ajang kontes kecantikan Indonesia

Pada tahun 2005, Puteri Indonesia 2005, Artika Sari Devi melakukan langkah berani dengan mengikuti Miss Universe 2005 di Bangkok. Meski penuh dengan kontroversi tentang pakaian renang dari organisasi islam konservatif, Artika tetap memberanikan diri dan berhasil meraih Top 15 di ajang tersebut dan memberikan inspirasi bagi wanita Indonesia lain untuk ikut serta dalam ajang pemilihan international lainnya.

Sejarah Pageant di Indonesia

Pemilihan Miss Indonesia pertama kali diadakan pada tahun 1967 dan mulai sejak saat itu, Indonesia secara aktif mengikuti ajang kontes kecantikan internasional. Sampai pada akhir 1970-an pemerintah memberlakukan peraturan yang melarang wakil Indonesia bertanding di ajang kontes kecantikan internasional.

Walau dilarang, beberapa pihak masih mengirimkan wakilnya secara diam-diam melalui pemilihan tertutup dan bukan melalui pemilihan nasional.

Setelah itu, pada tahun 1984, Indonesia benar-benar absent mengirimkan wakilnya sampai tahun 1992, Mustika Ratu mengadakan pemilihan Puteri Indonesia.

Pemenang Puteri Indonesia pada awalnya tidak dikirim ke Miss Universe sebagai Peserta namun hanya sebagai Peninjau, sampai pada tahun 1995 dan 1996, Yayasan Puteri Indonesia mengirim pemenangnya ke ajang Miss Universe. Pada saat itu terjadi kontroversi atas pengiriman Alya Rohali sebagai Puteri Indonesia 1996 ke Miss Universe 1996 di Las Vegas. Alasan kontroversi termasuk penggunaan swimsuit atau pakaian renang. Salah satu penentang saat itu adalah Mien Sugandhi, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan saat itu.

Setelah terjadi krisis ekonomi dan kontroversi atas pengiriman ke Miss Universe, Pemilihan Puteri Indonesia absent selama 4 tahun dan baru di tahun 2000 diadakan kembali Pemilihan Puteri Indonesia.

Dalam era keterbukaan setelah jatuhnya era orde baru dan memasuki era reformasi, YPI dan Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2005 memberanikan diri untuk mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2005. Bukan hanya itu YPI juga menunjuk Lindi Cistia Prabha, Runner Up PPI 2005 ke Miss World 2005.

Pasca dikirimnya Artika, kontroversi masih terus ada, namun kali ini bukan berasal dari pemerintah, tetapi berasal dari organisasi-organisasi islam konservatif yang menentang Miss Indonesia Universe karena menggunakan swimsuit atau pakaian renang.

Setelah Artika mewakili Indonesia, muncul banyak organisasi dan wanita Indonesia yang mulai memberanikan diri untuk dikirim ke ajang internasional membawa nama Indonesia. Dalam jangka waktu 2 tahun, Indonesia sudah berhasil mengikuti 5 pageant besar dunia.

Walau kontroversi tetap datang, YPI dan organisasi-organisasi lain yang mengirimkan wakil Indonesia ke ajang Internasional sepertinya akan terus mengirim wakilnya ke ajang internasional.

Kontroversi

Miss Indonesia 1968 – 1996

Miss Indonesia International

Tahun Wakil Indonesia
1968 Sylvia Taliwongso
1969 Irma Hadisurya
1970 Louise Maria Maengkom
1974 Lydia Arlini Wahab
1975 Yayuk Rahayu Sosiawati
1976 Treesye Ratri Astuti
1977 Indri Hapsari Soeharto

Queen Of The Pacific

Tahun Wakil Indonesia
1969 Mani Hardjo
1970 Louise Maria Maengkom
1971 Louise Retno Sulistiawati
1972 Herni Sunarya Azwar
1973 Irene Rebecca Sutanto
1974 Lydia Arlini Wahab
  • Miss Crowning Glory
1975 Francisca Warastuti

Miss Indonesia Asia Pacific

Tahun Wakil Indonesia
1970 Irma Hadisurya
1971 Louise Retno Sulistiawati
1972 Ike Sulaeman
1973 Lely Herawati Soendoro
1974 Liza Sindoro
1975 Maureen Tenges
1976 Renny Rosmini Harman
1977 Linda Emran

1982- Andi Botenri

Miss Indonesia Charming International

Tahun Wakil Indonesia
1972 Endang Triwahjuni

Miss Indonesia World

Tahun Wakil Indonesia
1982 Andi Botenri
1982 Titi Dwi Jayati

Miss Indonesia Universe

Tahun Wakil Indonesia
1974 Nia Kurniasi Ardikoesoema
1975 Lydia Arlini Wahab
1976 Juliarti Rahayu
1976 Siti Mirza Nuria Arifin
1980 Andi Nana Riwayati Basoamier
1982 Sri Yulianti
1983 Andi Botenri
1995 Santy Manuhutu
1996 Alya Rohali


Miss Indonesia 2005 – Sekarang

Miss Indonesia Universe

Miss Indonesia Universe setiap tahun dipilih melalui ajang Puteri Indonesia yang diselengarakan oleh Yayasan Puteri Indonesia sebagai pemegang lisensi resmi di Indonesia.

Tahun Wakil Indonesia
2005 Artika Sari Devi
  • Semi-finalist
2006 Nadine Chandrawinata
2007 Agni Pratistha Arkadewi Kuswardana

Miss Indonesia World

Miss Indonesia World dipilih dari Runner-Up Puteri Indonesia setiap tahunnya oleh Yayasan Puteri Indonesia. Tahun 2006, Yayasan Puteri Indonesia memberikan lisensinya untuk Miss Indonesia Pageant untuk mengirimkan pemenang Miss Indonesia ke ajang Miss World karena keterbatasan waktu YPI untuk memilih wakil Indonesia ke Miss World

Tahun Wakil Indonesia
2005 Lindi Cistia Prabha
2006 Kristina Virginia Besaouw

Miss Indonesia Earth

Indonesia pertama kali mengikuti ajang Miss Earth di tahun 2005. Pemegang lisensi Miss Earth di Indonesia adalah Arj and Albert, yang berkedudukan di Singapore. Mereka setiap tahunnya membuka pendaftaran bagi seluruh warga negara indonesia dan menyeleksinya secara tertutup. Pemenangnya dipilih secara langsung berdasarkan aplikasi yang masuk.

Tahun Wakil Indonesia
2005 Jenny Sutjiono
2006 Yelena Setiabudi

Miss Indonesia International

Sistem pemilihan yang diterapkan pada Miss Indonesia International sama dengan pemilihan Miss Earth karena lisensinya sama-sama dipegang oleh Arj and Albert. Indonesia baru mengirimkan wakilnya ke Miss International pada tahun 2007

Tahun Wakil Indonesia
2007 ???

Miss Indonesia Tourism Queen International

Tahun Wakil Indonesia
2005 Vidoreen Joe
2006 Mich Chai

Other

Tahun International Pageant Wakil Indonesia
2005 Miss Chinese Cosmos Melda Wong
2005 Miss Tourism Intercontinental Rizka Maqfira Djufri
2005 Miss ASEAN Imelda Fransiska

Lihat Juga

Pranala Luar

--Borislee 07:34, 1 September 2006 (UTC)