Kopi liberika
Coffea liberica | |
---|---|
Klasifikasi ilmiah | |
Kerajaan: | |
(tanpa takson): | |
(tanpa takson): | |
(tanpa takson): | |
Ordo: | |
Famili: | |
Genus: | |
Spesies: | C. liberica
|
Nama binomial | |
Coffea liberica | |
Sinonim | |
Coffea dewevrei De Wild. & T.Durand |
Kopi Liberika adalah jenis kopi yang berasal dari Liberia, Afrika Barat. Kopi ini dapat tumbuh setinggi 9 meter dari tanah. Di abad-19, jenis kopi ini didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan kopi Arabika yang terserang oleh hama penyakit.
Sementara, kopi Ekselsa (Coffea excelsa) ditemukan oleh A. Chevalier pada tahun 1905 di Afrika Barat, di sekitar Sungai Char, dekat Danau Chad. Kopi Ekselsa hampir sejenis dengan kopi Liberica, tetapi kopi Ekselsa tidak mudah terserang penyakit HV seperti hanya kopi Arabika. Jenis ini sangat cocok dibudidayakan di dataran rendah yang basah, karena mampu tumbuh baik di dataran rendah dan bersuhu tinggi (di atas 30° C).[butuh rujukan]
Karakteristik
Kopi ini memiliki beberapa karakteristik:
- Ukuran daun, cabang, bunga, buah dan pohon lebih besar dibandingkan kopi Arabika dan Robusta.
- Cabang primer dapat bertahan lebih lama dan dalam satu buku dapat keluar bunga atau buah lebih dari satu kali.
- Agak peka terhadap penyakit HV.
- Kualitas buah relatif rendah.
- Produksi sedang, (4,-5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%
- Berbuah sepanjang tahun.
- Ukuran buah tidak merata/tidak seragam
- Tumbuh baik di dataran rendah.
Beberpa varietas kopi Liberika yang pernah didatangkan ke Indonesia antara lain adalah Ardoniana dan Durvei.