Maspion
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus pada 1 Juli 2011. |
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Maspion adalah salah satu produsen perkakas yang cukup besar. Perusahaan ini memiliki keahlian yang kuat di bidang pemasaran dan manufaktur berbagai rangkaian produk peralatan rumah tangga kualitas baik di peralatan dapur, peralatan rumah tangga plastik, glasswares, dan peralatan listrik rumah. Pipa pvc dan pe juga tersedia untuk keperluan perumahan dan rumah tangga.
Perusahaan ini memiliki jaringan distribusi yang mapan dan luas baik domestik maupun internasional melalui distributor, agen, atau pengecer, serta perwakilan di kota-kota besar di indonesia dan negara-negara berkembang utama. Perusahaan juga telah kuat dalam membangun aliansi strategis dengan mitra asing utama produk konsumen terkemuka di manufaktur tahan lama, yang telah memperkuat posisi perusahaan bisnis terkemuka di pasar domestik dan juga kehadiran jenis di pasar global.
Perusahaan ini telah menjadi dikenal dengan baik oem (original equipment manufacturing) pemain di dunia, memasok beberapa toko eceran dan grosir terkenal di amerika serikat serta negara-negara besar lainnya di dunia.
Situs web | www |
---|
Sejarah
Sejarah dimulai pada tahun 1962 dari ud logam dki, industri dapur rumah sederhana yang didirikan oleh mr alim husin dan rekannya bapak gunardi go. Sebelum menjadi besar seperti sekarang ini, sejarah perusahaan Maspion cukup unik dan sederhana. Alim Husin, ayah Alim Markus mendirikan sebuah usaha kecil yang memproduksi lampu teplok yang terbuat dari aluminium dan logam. Perusahaan yang berdiri sekitar 1961 itu diberi nama UD Logam Jawa. Jumlah karyawannya hanya delapan orang dan bisa memproduksi sekitar 300 lusin per hari. Dari lampu teplok kemudian berkembang dengan memproduksi lampu badai untuk para nelayan. Akhir 70-an mulai memproduksi perabot rumah tangga dengan bahan plastik, seperti ember, baskom, loyang, dan sebagainya. Pada 1972, usaha keluarga Alim Husin semakin maju dan berkembang sehingga kemudian merancang nama dan logo baru. Akhirnya keluarga Alim Husin memperoleh nama baru, yakni Maspion. Menurut Alim Markus, Maspion merupakan singkatan dari M=Mengajak A=anda S=selalu P=percaya I=industri O=olahan N=nasional. Setelah PT Maspion berdiri, Alim Husin menyerahkan tongkat kepemimpinannya selaku direktur utama kepada Alim Markus yang merupakan putra tertua. Sementara Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa masing-masing menduduki posisi direktur pengelola. Alim Husin sendiri menjabat posisi Chairman alias ketua.Sejak itu, perusahaan telah secara bertahap membangun basis pelanggan dan mendapatkan pengakuan di industri sebagai kualitas dan produsen yang dapat diandalkan. Saat ini, perusahaan merupakan salah satu grup indonesia yang paling dihormati perusahaan, dibentuk oleh keahlian dalam inovasi produk dan semangat kewirausahaan yang kuat dari para pendiri. Alim husin telah menyadari visinya untuk mengubah kelompok menjadi kekuatan bisnis terkemuka di indonesia. Visi ini telah didukung oleh anak-anaknya, awalnya oleh putra sulungnya, alim markus, yang kemudian diikuti oleh tiga anak lainnya, alim mulia sastra, alim satria, dan alim prakasa. Sejumlah eksekutif karir yang mandiri juga didedikasikan upaya mereka untuk keberhasilan grup maspion. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 13.000 orang dengan fasilitas produksi yang tersebar di empat kawasan industri di sidoarjo dan gresik, jawa timur, dan satu pabrik di jakarta, jawa barat. Melalui dedikasi dan kerja keras dari karyawan, dibentuk oleh kewirausahaan yang kuat dan visi para pendiri, perusahaan telah mampu mempertahankan posisi terdepan dalam industri peralatan rumah tangga, pameran terus pertumbuhan, dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholder.
Perkembangan
Grup Maspion dalam melakukan ekspansi bisnisnya melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan kelas atas, misalnya dengan Grup Samsung, Korea dan Grup Marubeni, Jepang. Grup ini juga melakukan kerja sama dengan Dupont dan Ishizuka dari Jepang. Pada umumnya Grup Maspion memperoleh porsi saham sekitar 50%. Dengan jangkauan bisnis yang sangat luas, dan jumlah tenaga kerja mencapai lebih dari 30.000 orang, Alim Markus mencoba tetap konsisten pada tujuannya. Walaupun badai ekonomi berkali-kali menerjang perusahaannya, ia tetap tangguh. “Saya akan terus mengendalikan bisnis ini di sini,” katanya sambil mengarahkan tangannya ke bawah. Maksudnya, di bumi Indonesia. Sekalipun UMR Jawa Timur tahun ini naik sekitar 38 persen dan terasa sangat membebaninya. “Saya sebenarnya bisa mengimpor produk-produk tersebut dari luar negeri dan di sini tinggal ditaruh label Maspion, tapi itu kan tidak memberikan nilai tambah,” katanya. Bagi Alim Markus, jika perusahaannya bisa memproduksi sesuatu, itu merupakan kebanggaan tersendiri. “Saya harus menekan gaya hidup yang import minded, kita harus bangga dengan produk kita sendiri,” kata Alim Markus yang turut serta dengan rombongan Presiden Megawati ke RRC akhir Maret lalu. Membandingkan dengan suasana investasi di RRC, menurut Alim Markus, harus diakui bahwa Indonesia cukup ketinggalan. “Dari segi material cost kita kalah, component cost dan labour cost kita juga kalah, ini yang saya prihatin,” kata Alim Markus serius. Apakah tidak mungkin kalau Indonesia juga bisa bersaing dengan RRC? Sebagai pengusaha sebenarnya ia tergoda untuk memindahkan industrinya ke RRC, tetapi kepentingan nasional yang diutamakan. Itulah sebabnya ia memutuskan untuk tetap mengoperasikan kegiatan usahanya di Indonesia. “Saya tetap concern dengan karyawan. Kalau pemerintah RRC meminta saya menanamkan investasi sebesar US$ 10 juta di RRC, saya pun mengusulkan agar pengusaha mereka menanam juga sebesar US$ 10 juta,” kata Alim Markus. Untuk menjadi perusahaan yang besar Alim Markus menyatakan bahwa ada lima hal penting yang menjadi etika kerja yang selalu dijunjung tinggi seluruh karyawan Maspion. Pertama, kesetiaan, kemampuan, dan kerja keras. Kerja keras dan kesetiaan pada perusahaan serta ditunjang dengan kemampuan dari setiap karyawan akan menghasilkan banyak hal positif bagi perusahaan. Kedua, memimpin pasar dengan memberikan keuntungan yang kompetitif terutama kepada semua konsumen. Hal ini sangat dibutuhkan oleh konsumen. Ketiga, kesatuan dan kebersamaan. Dengan adanya rasa kebersamaan, perusahaan akan semakin kuat dan kokoh. Keempat, pertumbuhan yang berkesinambungan. Kelima, memperhatikan kepuasan konsumen.
Visi
Menjadi perusahaan yang kuat di bidang building manufacture industry di Indonesia yang memiliki keunggulan : Produk dengan kualitas unggul Varian produk beragam Menguasai pasar lokal Jaringan pemasaran luar negeri
Misi
Misi yang diemban perusahaan dalam mewujudkan visi yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut : Menyediakan produk yang berkualitas dan berdaya saing bagi kepentingan masyarakat Menghasilkan keuntungan melalui pengelolaan perusahaan yang profesional dengan mempertimbangkan etika usaha yang sehat. Memberikan kontribusi bagi perkembangan perekonomian Indonesia melalui kegiatan perdagangan, penyediaan lapangan kerja dan pengembangan komunitas di area Kota Gresik.
Pranala luar
[1]]