Ernest Prakasa

pemeran laki-laki asal Indonesia
Revisi sejak 15 Agustus 2015 19.47 oleh Rassofyan (bicara | kontrib)

Templat:Infobox artis indonesia

Ernest Prakasa (lahir 29 Januari 1982) adalah seorang pelawak tunggal Indonesia. Ia dikenal sejak meraih peringkat ketiga dalam acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) pada 2011 dan juga dikenal sebagai seorang komedian Tionghoa-Indonesia yang sering menjadikan kehidupan etnisnya sebagai materi komedi tunggal.[1]

Karier

Awal karier Ernest adalah di industri musik, yakni dengan bergabung bersama Universal Music. Ia lalu melanjutkan kiprahnya di Sony Music. Nyaris enam tahun berkutat di industri musik, Ernest mendaftarkan diri ke program televisi Kompas TV, yakni Stand Up Comedy Indonesia. Ia berhasil lolos audisi dan terpilih menjadi satu dari tiga belas finalis dari seluruh Indonesia, dan meraih peringkat ketiga dalam kompetisi tersebut. Ernest akhirnya memutuskan diri untuk terjun dan menekuni profesi pelawak tunggal secara penuh. Bersama Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Isman H. Suryaman dan Ryan Adriandhy, Ernest mendirikan Stand Up Indo, sebuah komunitas pelawak tunggal pertama di Indonesia, yang hingga kini telah memiliki sub-komunitas di lebih dari 15 provinsi, dan dianggap sebagai salah satu perintis budaya komedi tunggal di Indonesia.[2]

Ernest telah melakukan sebuah tur komedi tunggal pada 2012, dan ia merupakan komedian pertama Indonesia yang melakukan hal itu. Tur tersebut dinamai Merem Melek, menjelajah 11 kota dari Bandung, Semarang, Solo, Denpasar, Malang, Surabaya, Makassar, Kendari, Samarinda, hingga Palangkaraya, dan ditutup di Gedung Kesenian Jakarta pada 10 Juli 2012.[3][4] Ia juga pernah menggelar sebuh pertunjukan komedi tunggal khusus bersama para komedian dari etnis Tionghoa-Indonesia, berjudul Ernest Prakasa & The Oriental Bandits yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada 9 Februari 2013, sehari sebelum perayaan Imlek.[5]

Di bulan November 2013, ia melakukan tur keduanya yang diberi judul Illucinati, menyambangi 17 kota yakni Makassar, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Banda Aceh, Semarang, Solo, Jogjakarta, Padang, Depok, Bandung, Bogor, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, dan ditutup kembali di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 25 Januari 2014. Acara puncak ini menorehkan rekor sebagai komedi tunggal spesial pertama di Indonesia yang digelar sebanyak tiga kali pertunjukan dalam satu hari.

Bulan Januari 2014, Ernest melakukan debut sebagai aktor utama di sebuah film layar lebar. Film berjudul Comic 8 tersebut akhirnya berhasil meraih Piala Antemas dari Presiden Joko Widodo sebagai film bioskop terlaris 2014 dengan jumlah penonton melebihi 1,6 juta orang.

Bulan April 2015, Ernest menggelar tur ketiganya yang diberi judul Happinest, mengunjungi 10 kota di Indonesia. Finale dari Happinest digelar di Teater Balai Sarbini, menghibur lebih dari 1,000 penonton dengan menyuguhkan sesuatu yang berbeda, yakni stand-up comedy special pertama di Indonesia yang digelar di panggung bundar dan dikelilingi oleh penonton dari sudut 360 derajat.

Bulan Juni 2015, Ernest merilis seri ketiga dari buku best-sellernya, Ngenest - Ngetawain Hidup Ala Ernest. Ngenest 3 ini sekaligus menutup trilogi Ngenest, dan langsung menyusul dua pendahulunya ke deretan best-seller di toko buku Gramedia.

Bulan Juli 2015, sequel dari Comic 8 pun dirilis. Film yang berjudul Comic 8: Casino Kings Part 1 ini berhasil menarik lebih dari 1,2 juta penonton, dimana salah satunya adalah Presiden Joko Widodo, yang menyempatkan menonton film ini saat menikmati liburan Idul Fitri bersama keluarganya di Solo.

Bulan September 2015, Ernest mendapatkan kehormatan untuk diundang ke Malaysia sebagai salah satu bintang tamu di perhelatan akbar Kuala Lumpur International Comedy Festival.

Saat ini, Ernest tengah mempersiapkan Ngenest The Movie, sebuah film layar lebar yang diangkat dari serial buku Ngenest.

Filmografi

Karya

Referensi

Pranala luar