Akar: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Candro Sinaga (bicara | kontrib)
k Rimpang dangkal adalah bentuk primitif dari akar, meskipun tidak memiliki peran fungsional yang sama dengan akar modern. Seiring berjalannya waktu, modifikasi pada struktur rimpang ini terjadi sebagai bagian dari perkembangan evolusi tumbuhan.
Dandist (bicara | kontrib)
k Menambahkan penjelasan pergerakan air dalam akar
Tag: Dikembalikan VisualEditor
Baris 67:
== Akar semu ==
Organ atau jaringan yang secara anatomi tidak dapat dianggap sebagai akar tetapi memiliki fungsi yang serupa dengan akar dinamakan akar semu atau rizoid (Lat. ''rhizoid''). Istilah ini biasanya disematkan pada individu yang bukan termasuk tumbuhan berpembuluh tetapi dapat melekat pada suatu objek tertentu menggunakan alat yang mirip fungsinya dengan akar, yaitu untuk melekat, menjangkar, atau menyerap hara dari tempatnya tumbuh. Alga dan fase gametofit tumbuhan lumut serta tumbuhan paku memiliki rizoid. Beberapa tumbuhan pterofit ([[Euphyllophyta]]) juga memiliki rizoid yang merupakan modifikasi daun atau batang. Contohnya adalah ''[[Azolla]]'' dan ''[[Salvinia]]'', serta ''[[Lemna]]''.<ref>{{Cite web|date=2022-01-12|title=Akar - Pengertian, Fungsi, Struktur, Sifat, Anatomi, Jenis, Pertumbuhan & Cara Kerja|url=https://rimbakita.com/akar/|website=RimbaKita.com|language=id-ID|access-date=2022-05-25}}</ref>
 
== Pergerakan Air pada Akar<ref>{{Cite book|last=Hamim|date=2008|url=http://repository.ut.ac.id/4312/2/PEBI4313-M1.pdf|title=BMP PEBI4313 Fisiologi Tumbuhan|location=Tangerang Selatan|publisher=Universitas Terbuka|isbn=9790110294|pages=p.1.24-26|url-status=live}}</ref> ==
Secara umum air bergerak di dalam jaringan karena adanya perbedaan (gradien) tekanan, baik gradien potensial air, gradien tekanan hidrostatik, maupun karena gradien tekanan uap. Gradien potensial air biasanya terjadi apabila air melewati membran sel seperti dari tanah/media ke dalam sel akar, atau dari sel-sel yang satu ke sel-sel lainnya. Gradien tekanan hidrostatik terjadi manakala air bergerak tanpa melalui membran sel, misalnya di dalam pembuluh xilem, yaitu dari xilem akar ke xilem batang dan daun. Adapun gradien tekanan uap biasa terjadi di stomata daun di mana air berubah dari cairan menjadi uap. Dengan demikian dalam sistem tumbuhan yang utuh ketiga jenis gradien ini terjadi dan saling sambung menyambung. Di dalam sel-sel akar air harus masuk mulai dari sel-sel epidermis akar, melewati korteks akar hingga ke jaringan pembuluh (xilem akar). Gambar penampang melintang akar menunjukkan bahwa dari luar hingga ke dalam, jaringan akar terdiri dari epidemis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Silinder pusat terdiri dari jaringan xilem dan floem dalam posisi yang berselang dengan pusatnya adalah jaringan pengangkut xilem.
 
Dengan demikian air yang masuk ke dalam akar tumbuhan harus melewati epidermis, korteks dan endodermis akar, sehingga dapat mencapai xilem. Pergerakan air dari tanah ke dalam akar bisa terjadi melalui dua mekanisme, yaitu (1) air masuk melalui ruang-ruang antarsel, atau dikenal dengan jalur apoplas, dan (2) air masuk ke dalam sel epidermis akar, kemudian bergerak dari sel ke sel di dalam jaringan korteks melalui benang-benang plasmodesmata; mekanisme ini dikenal dengan jalur simplas. Kedua mekanisme ini bisa sama-sama terjadi selama masihdalam jaringan korteks akar. Namun ketika sampai pada jaringan endodermis, air dan garam mineral tidak lagi dapat melewati ruang-ruang antarsel (jalur apoplas) karena pada jaringan endodermis terdapat garis kaspari . Garis kaspari atau yang juga disebut pita kaspari (''casparian strip'') adalah penebalan dinding sel yang mengandung suberin pada endodermis pada posisi radial. Adanya garis kaspari menyebabkan air dan mineral yang masuk melalui jalur apoplas menjadi terputus. Dengan demikian ketika sampai pada jaringan endodermis, air hanya bergerak melalui jalur simplas, yaitu masuk ke dalam sel, dan bukan lagi melalui ruang-ruang antarsel. Adanya jaringan yang bersuberin ini, terutama pada jaringan endodermis akar yang sudah tidak mengalami pertumbuhan (daerah diferensiasi), sedangkan pada jaringan endodermis akar yang masih muda (beberapa mm di dekat ujung akar) belum terbentuk suberin.
 
Setelah melewati endodermis, air dan mineral akan sampai di jaringan pembuluh xilem akar. Xilem adalah jaringan yang tersusun oleh sel-sel yang mati yang berperan seperti pipa-pipa kapiler yang banyak. Melalui jaringan xilem inilah air akan diangkut ke bagian atas tumbuhan, yaitu ke batang dan daun. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana air dapat naik ke atas/puncak pohon yang tinggi. Percobaan-percobaan mengenai hal ini telah banyak dilakukan untuk menguak rahasia naiknya air dari akar ke daun tumbuhan yang tinggi.
 
Walaupun telah diketahui bahwa air masuk ke dalam sel tumbuhan melalui osmosis, pergerakan air ke dalam sel akar tumbuhan diyakini juga terjadi melalui cara yang lain agar air dapat masuk lebih cepat. Pada beberapa dekade terakhir ini telah diketahui bahwa ada protein saluran (''channel protein'') yang berfungsi khusus untuk melalukan air ke dalam sel akar. Protein saluran ini dikenal dengan istilah aquaporin. Sesuai dengan namanya protein ini ada pada membran akar dengan membentuk semacam pori/saluran yang khusus untuk lewatnya air. Dengan adanya aquaporin ini memungkinkan air bergerak lebih cepat jika dibandingkan dengan hanya melalui proses osmosis biasa, yaitu melewati dua lapisan lipid membran.
 
== Referensi ==