Bahasa Indonesia: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Parshov (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Tag: Dikembalikan VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Membalikkan revisi 25030515 oleh Parshov (bicara)
Tag: Pembatalan
Baris 44:
Memiliki keterikatan sejarah yang panjang dengan bangsa-bangsa [[Eropa]] khususnya sejak era kolonialisme, beberapa kosakata Indonesia telah diserap ke dalam beberapa bahasa Eropa, terutama bahasa [[bahasa Belanda|Belanda]] dan [[bahasa Inggris|Inggris]].<ref>{{cite web|url=https://www.daytranslations.com/blog/global-importance-indonesian-language/|title=Global Importance of Indonesia and the Indonesian Language|lang=en|trans-title=Pentingnya Indonesia dan Bahasa Indonesia dalam Ranah Global|author=<!--Not stated-->|date=2018|access-date=2021-09-13|archive-date=2021-09-13|archive-url=https://web.archive.org/web/20210913051020/https://www.daytranslations.com/blog/global-importance-indonesian-language/|dead-url=no}}</ref> Bahasa Indonesia sendiri juga memiliki banyak [[kata serapan]] yang berasal dari bahasa-bahasa Eropa, terutama dari bahasa [[bahasa Belanda|Belanda]], [[bahasa Portugis|Portugis]], [[bahasa Spanyol|Spanyol]], dan [[Bahasa Inggris|Inggris]]. Bahasa Indonesia juga memiliki [[kata serapan]] yang berasal dari bahasa [[Bahasa Sanskerta|Sanskerta]], [[Bahasa Tionghoa|Tionghoa]], dan [[Bahasa Arab|Arab]] yang membaur menjadi elemen dalam bahasa Indonesia yang terpengaruh karena adanya faktor-faktor seperti aktivitas perdagangan maupun religius yang telah berlangsung sejak zaman kuno di wilayah [[kepulauan Indonesia]].
 
Akar bahasa Indonesia '''baku''' adalah [[Kesultanan Lingga|bahasa Melayu Riau]] (sekarang Kepulauan Riau), sedangkan akar bahasa Indonesia '''gaul''' Jakarta adalah [[bahasa Betawi]].<ref name="Abas 1987 230" /><ref name="Mahayana 2009 21" /><ref>{{cite web |url= https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbkepri/perkembangan-bahasa-melayu/ |title= Perkembangan Bahasa Melayu |last= Arman |first= Dedi |date= 8 June 2014 |website= kebudayaan.kemdikbud.go.id |publisher= Directorate General of Culture of The Republic of Indonesia |access-date= 28 December 2020 |quote= Pemindahan ini merupakan permulaan dari suatu periode dalam pengembangan dan penyebaran bahasa Melayu, yaitu zaman Kerajaan Riau dan Lingga. Dalam periode inilah bahasa Melayu memperoleh ciri ke-Riau-annya, dan bahasa Melayu Riau inilah yang merupakan cikal bakal bahasa Nasional Indonesia yang dicetuskan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 ...Selama keberadaan kerajaan ini hampir 200 tahun lamanya, ada tiga momentum yang penting sekali bagi perkembangan dan persebaran bahasa Melayu Riau, yaitu tahun 1808, ketika Raja Ali Haji lahir; tahun 1857, ketika Raja Ali Haji menyelesaikan bukunya yang berjudul Bustanul Katibin, suatu tatabahasa normatif bahasa Melayu Riau; dan tahun 1894, ketika percetakan Mathba’atul Riauwiyah atau Mathba’atul Ahmadiyah didirikan. Pengoperasian percetakan Mathba’atul Riauwiyah ini sangat penting karena melalui buku-buku dan pamflet-pamflet yang diterbitkannya, bahasa Melayu Riau tersebar ke daerah lain di Kepulauan Nusantara. |archive-date= 2020-11-01 |archive-url= https://web.archive.org/web/20201101015027/https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbkepri/perkembangan-bahasa-melayu/ |dead-url= no }}</ref><ref>{{Cite news |url=https://tirto.id/sejarah-kongres-bahasa-indonesia-i-meresmikan-bahasa-persatuan-ecjH |title=Sejarah Kongres Bahasa Indonesia I: Meresmikan Bahasa Persatuan |last=Ardanareswari |first=Indira |date=25 June 2019 |work=[[Tirto|Tirto.id]] |publisher=Tirto |access-date=28 December 2020 |quote="What is named as 'Indonesian language' is the Malay language which mainly derived from 'Riau Malay' but which has been added, modified or subtract according to the needs of new age and nature, until the language is now readily spoken by all of the people of Indonesia," says Ki Hajar Dewantara in The Indonesian Language Congress I 1983 in Solo (eng) |language=id |archive-date=2020-11-27 |archive-url=https://web.archive.org/web/20201127030258/https://tirto.id/sejarah-kongres-bahasa-indonesia-i-meresmikan-bahasa-persatuan-ecjH |dead-url=no }}</ref><ref name=":0" /><ref name="Sneddon">Sneddon 2003, ''The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society'', p. 70</ref>. Kesederhanaan bahasa Indonesia baku menyebabkan percakapan yang 'sangat kaku', sehingga mayoritas penutur bahasa Indonesia menggunakan [[Bahasa Indonesia gaul|Dialek Jakarta]] dalam percakapan sehari-hari. Dalam perkembangannya, bahasa ini mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya [[Sumpah Pemuda]] pada 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.<ref>Asmadi T.D. [http://lpds.or.id/jurnalistik_education.php?module=detailbahasa&id=20 Arti Tanggal 2 Mei bagi Bahasa Indonesia] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20100505041125/http://lpds.or.id/jurnalistik_education.php?module=detailbahasa&id=20 |date=2010-05-05 }}. Laman Lembaga Pers Dr. Sutomo. Edisi 08 Februari 2010. diakses 5 Maret 2010.</ref> Proses ini menyebabkan berbedanya bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau dan kepulauan maupun [[Semenanjung Malaya]]. Hingga saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari [[bahasa daerah]] dan [[bahasa asing]]. Pada tahun 1953, setidaknya terdapat 23 ribu jumlah kosakata dalam kamus bahasa Indonesia yang sebagian besar diadopsi dari bahasa Melayu. Hingga sekarang jumlah kosakata dalam kamus bahasa Indonesia terus bertambah.<ref>{{Cite web |title=Penutur Bahasa Indonesia Capai 300 Juta Jiwa |url=https://ugm.ac.id/id/berita/22527-penutur-bahasa-indonesia-capai-300-juta-jiwa |access-date=2023-03-29 |archive-date=2023-03-26 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230326032239/https://ugm.ac.id/id/berita/22527-penutur-bahasa-indonesia-capai-300-juta-jiwa |dead-url=no }}</ref>
 
 
Akar bahasa Indonesia '''baku''' adalah [[Kesultanan Lingga|bahasa Melayu Riau]] (sekarang Kepulauan Riau), sedangkan akar bahasa Indonesia '''gaul''' Jakarta adalah [[bahasa Betawi]].<ref name="Abas 1987 230" /><ref name="Mahayana 2009 21" /><ref>{{cite web |url= https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbkepri/perkembangan-bahasa-melayu/ |title= Perkembangan Bahasa Melayu |last= Arman |first= Dedi |date= 8 June 2014 |website= kebudayaan.kemdikbud.go.id |publisher= Directorate General of Culture of The Republic of Indonesia |access-date= 28 December 2020 |quote= Pemindahan ini merupakan permulaan dari suatu periode dalam pengembangan dan penyebaran bahasa Melayu, yaitu zaman Kerajaan Riau dan Lingga. Dalam periode inilah bahasa Melayu memperoleh ciri ke-Riau-annya, dan bahasa Melayu Riau inilah yang merupakan cikal bakal bahasa Nasional Indonesia yang dicetuskan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 ...Selama keberadaan kerajaan ini hampir 200 tahun lamanya, ada tiga momentum yang penting sekali bagi perkembangan dan persebaran bahasa Melayu Riau, yaitu tahun 1808, ketika Raja Ali Haji lahir; tahun 1857, ketika Raja Ali Haji menyelesaikan bukunya yang berjudul Bustanul Katibin, suatu tatabahasa normatif bahasa Melayu Riau; dan tahun 1894, ketika percetakan Mathba’atul Riauwiyah atau Mathba’atul Ahmadiyah didirikan. Pengoperasian percetakan Mathba’atul Riauwiyah ini sangat penting karena melalui buku-buku dan pamflet-pamflet yang diterbitkannya, bahasa Melayu Riau tersebar ke daerah lain di Kepulauan Nusantara. |archive-date= 2020-11-01 |archive-url= https://web.archive.org/web/20201101015027/https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbkepri/perkembangan-bahasa-melayu/ |dead-url= no }}</ref><ref>{{Cite news |url=https://tirto.id/sejarah-kongres-bahasa-indonesia-i-meresmikan-bahasa-persatuan-ecjH |title=Sejarah Kongres Bahasa Indonesia I: Meresmikan Bahasa Persatuan |last=Ardanareswari |first=Indira |date=25 June 2019 |work=[[Tirto|Tirto.id]] |publisher=Tirto |access-date=28 December 2020 |quote="What is named as 'Indonesian language' is the Malay language which mainly derived from 'Riau Malay' but which has been added, modified or subtract according to the needs of new age and nature, until the language is now readily spoken by all of the people of Indonesia," says Ki Hajar Dewantara in The Indonesian Language Congress I 1983 in Solo (eng) |language=id |archive-date=2020-11-27 |archive-url=https://web.archive.org/web/20201127030258/https://tirto.id/sejarah-kongres-bahasa-indonesia-i-meresmikan-bahasa-persatuan-ecjH |dead-url=no }}</ref><ref name=":0" /><ref name="Sneddon">Sneddon 2003, ''The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society'', p. 70</ref>. Kesederhanaan bahasa Indonesia baku menyebabkan percakapan yang 'sangat kaku', sehingga mayoritas penutur bahasa Indonesia menggunakan [[Bahasa Indonesia gaul|Dialek Jakarta]] dalam percakapan sehari-hari. Dalam perkembangannya, bahasa ini mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya [[Sumpah Pemuda]] pada 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.<ref>Asmadi T.D. [http://lpds.or.id/jurnalistik_education.php?module=detailbahasa&id=20 Arti Tanggal 2 Mei bagi Bahasa Indonesia] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20100505041125/http://lpds.or.id/jurnalistik_education.php?module=detailbahasa&id=20 |date=2010-05-05 }}. Laman Lembaga Pers Dr. Sutomo. Edisi 08 Februari 2010. diakses 5 Maret 2010.</ref> Proses ini menyebabkan berbedanya bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau dan kepulauan maupun [[Semenanjung Malaya]]. Hingga saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari [[bahasa daerah]] dan [[bahasa asing]]. Pada tahun 1953, setidaknya terdapat 23 ribu jumlah kosakata dalam kamus bahasa Indonesia yang sebagian besar diadopsi dari bahasa Melayu. Hingga sekarang jumlah kosakata dalam kamus bahasa Indonesia terus bertambah.<ref>{{Cite web |title=Penutur Bahasa Indonesia Capai 300 Juta Jiwa |url=https://ugm.ac.id/id/berita/22527-penutur-bahasa-indonesia-capai-300-juta-jiwa |access-date=2023-03-29 |archive-date=2023-03-26 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230326032239/https://ugm.ac.id/id/berita/22527-penutur-bahasa-indonesia-capai-300-juta-jiwa |dead-url=no }}</ref>
 
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa Indonesia bukanlah [[bahasa ibu]] bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari [[Daftar bahasa di Indonesia|748 bahasa yang ada di Indonesia]] sebagai [[bahasa ibu]].<ref>[http://www.bahasakita.com/news/depdiknas-terbitkan-peta-bahasa/ Depdiknas Terbitkan Peta Bahasa] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20100429103749/http://www.bahasakita.com/news/depdiknas-terbitkan-peta-bahasa/ |date=2010-04-29 }} Blog BahasaKita 4 Maret 2009, mirror dari berita AntaraOnline edisi 22 Oktober 2008.</ref> Istilah "bahasa Indonesia" paling umum dikaitkan dengan [[bahasa baku|bentuk baku]] yang digunakan dalam situasi resmi.<ref name=:0 /> Ragam bahasa baku tersebut berhubungan [[diglosia|diglosik]] dengan bentuk-bentuk bahasa Melayu vernakular yang digunakan sebagai peranti komunikasi sehari-hari.<ref name=:0>{{cite journal |first = James |last = Sneddon |title = Diglossia in Indonesian |journal = Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde |year = 2003 |issn = 0006-2294 |volume = 159 |number = 4 |page = 519–549 |url = https://www.jstor.org/stable/27868068 |access-date = 2019-09-29 |archive-date = 2019-09-29 |archive-url = https://web.archive.org/web/20190929165801/https://www.jstor.org/stable/27868068 |dead-url = no }}</ref> Artinya, penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan ragam sehari-hari dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya,<ref>{{Cite web |url=http://www.ohio.edu/LINGUISTICS/indonesian/index.html |title=''Why Indonesian is important to learn''. Situs web pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Negeri Ohio. |access-date=2009-10-08 |archive-date=2010-06-13 |archive-url=https://web.archive.org/web/20100613005120/http://www.ohio.edu/linguistics/indonesian/index.html |dead-url=no }}</ref> sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.