Bahasa Sangir: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k ←Suntingan 36.85.223.52 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Bagas Chrisara
Tag: Pengembalian
memperjelas informasi
Baris 13:
|script=
}}
'''Bahasa Sangir''' biasa juga disebut bahasa ''Sangihé, Sangi, Sangih'' adalah bahasa yang digunakan oleh [[Suku Sangir|etnis Sangihe]] di [[Sulawesi Utara]], yang tersebar di [[Kabupaten Kepulauan Sangihe]] dan [[Kabupaten Kepulauan Talaud]] yaitu kepulauan yang terletak di utara jazirah Sulawesi. Sebagian penutur bahasa ini juga terdapat di kota Manado, kota Bitung dan [[Kabupaten Minahasa]] terutama daerah pesisir pantai utara dan Manado Tua kerajaan Manarow.
 
Penutur bahasa Sangir yang marantau ke daerah lain tetap memelihara bahasa ini, menggunakannya di antara komunitas mereka. Tetapi mereka umumnya tidak mengajarkannya kepada keturunan mereka sehingga keturunan suku Sangihe di perantauan tidak lagi menggunakan bahasa ini.
Baris 19:
Terdapat 3 aksen/dialek Bahasa Sangihe yaitu dialek Sangir Besar yang digunakan penduduk di gugusan kepulauan Sangihe Besar, dialek Siau digunakan penduduk di kepulauan Siau dan dialek Tagulandang digunakan penduduk di kepulauan Tagulandang dan Biaro.
 
Bahkan memperhatikan tata bahasa suku Bantik, suku asli di Manado terlebih khusus Daerah Malalayang dan beberapa wanua kecil lainnya, akan dengan mudah dapat dikenali kesamaannya sehingga seorang peneliti yang jujur dapat mengatakan bahwa bahasa Bantik berakar dari Bahasa Sangir.
 
Bahasa Sangihe sebenarnya bukan merupakan bahasa tulisan melainkan bahasa lisan, karena dilestarikan di dalam bahasa tutur masyarakatnya saja, sedangkan administrasi, surat menyurat dan hubungan dalam perniagaan menggunakan tulisan bahasa Melayu/Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Bahasa Sangihe tertulis direkam dengan baik sebenarnya di dalam Kitab Suci Alkitab dalam ketiga dialek. Literatur tersebut diterjemahkan dari Alkitab bahasa Indonesia oleh penerjemah Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).