Fanatisme: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 26:
===== Memiliki pandangan yang sempit =====
Karena orang yang memiliki sifat fanatisme tidak memiliki pemikiran yang rasional, mereka juga memiliki pandangan yang sempit. Mereka cenderung menanggapi sesuatu dengan emosi, bukan dengan pemikiran yang berdasarkan fakta. Mereka menganggap kelompok mereka adalah yang paling benar.<ref>{{Cite web|last=Widyananda|first=Rakha Fahreza|date=2021|title=Fanatik adalah Meyakini Ajaran atau Kepercayaan dengan Kuat, Simak Penjelasannya|url=https://www.merdeka.com/jatim/fanatik-adalah-meyakini-ajaran-atau-kepercayaan-dengan-kuat-simak-penjelasannya-kln.html|website=merdeka.com|language=en|access-date=2022-03-09}}</ref>
 
== Dampak ==
 
===== Gangguan psikologis =====
Apabila seseorang yang fanatik terhadap suatu hal mulai mengganggu kepada orang lain hal tersebut bisa termasuk fanatisme menuju gangguan psikologis. Seseorang yang fanatisme menganggap diri mereka benar, dan berdampak merugikan terhadap orang lain, misalnya membuat orang lain merasa terluka, baik fisik dan mental.<ref>{{Cite web|last=Farhana|first=Karla|date=2018|title=Kata Psikolog: Fanatisme Ciri Gangguan Kejiwaan|url=https://www.fimela.com/lifestyle/read/3524682/kata-psikolog-fanatisme-ciri-gangguan-kejiwaan|website=fimela.com|language=id|access-date=2022-03-09}}</ref>
 
== Referensi ==