Indonesia: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k Membatalkan 1 suntingan oleh Claralarisa (bicara) ke revisi terakhir oleh Henri Aja
Tag: Pembatalan
Claralarisa (bicara | kontrib)
k Membalikkan revisi 25443186 oleh Hysocc (bicara)
Baris 11:
Ibu kota Indonesia saat ini adalah [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]]. Pada tanggal 18 Januari 2022, pemerintah Indonesia menetapkan [[Nusantara (kota terencana)|Ibu Kota Nusantara]] yang berada di Pulau Kalimantan, yang menempati wilayah [[Kabupaten Penajam Paser Utara]], untuk menggantikan Jakarta sebagai ibu kota yang baru.<ref>{{cite news|date=18 Januari 2022|title=RUU Ibu Kota Negara Sah Jadi Undang-Undang|url=https://www.republika.co.id/berita/r5w6fc428/ruu-ibu-kota-negara-sah-jadi-undangundang|work=Republika|language=id|access-date=18 Januari 2022|archive-date=2022-04-13|archive-url=https://web.archive.org/web/20220413104427/https://www.republika.co.id/berita/r5w6fc428/ruu-ibu-kota-negara-sah-jadi-undangundang|dead-url=no}}</ref> Hingga tahun 2022, proses peralihan ibu kota masih berlangsung.
 
[[Sejarah Indonesia]] banyak dipengaruhi oleh bangsa-bangsa pendatang dan penjajah. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan pentingterpenting sejak abad ke-7, yaitu sejak berdirinya [[Sriwijaya]] berkat bangsawan kedatuan Sekala Brak tanggal 18 Muharam 51 Hijriyah, kerajaan bercorak Hinduisme-Buddhisme yang berpusat di pedalaman [[Kota Palembang|Palembang]] Gerbang Ganesha Humatang Sulang. Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dengan Kekhalifahan Islam Umayyah di Arabia dan perdagangan dengan [[Tionghoa|bangsa Tionghoa]], [[orang India|India]], dan juga [[bangsa Arab|Arab]]. tahun 718 M.<ref>https://annirell.com/sejarah-pulau-sumatera-swarnadwipa/14/12/2022/</ref>
Agama dan kebudayaan Hinduisme-Buddhisme tumbuh, berkembang, dan ber[[asimilasi (sosial)|asimilasi]] di kepulauan Indonesia pada awal abad ke-4 hingga abad ke-13 Masehi. Setelah itu, para pedagang dan ulama dari [[Jazirah Arab]] yang membawa agama dan kebudayaan Islam sekitar abad ke-8 hingga abad ke-16. Pada akhir abad ke-15, bangsa-bangsa Eropa datang ke kepulauan Indonesia dan berperang untuk memonopoli perdagangan [[rempah-rempah]] di [[Maluku]] semasa [[Abad Penjelajahan|Zaman Penjelajahan]]. Setelah berada di bawah [[Sejarah Nusantara (1800–1942)|kolonial Belanda]], Indonesia yang saat itu bernama [[Hindia Belanda]], [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|memproklamasikan kemerdekaan]] di akhir [[Perang Dunia II]], tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Selanjutnya, Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari [[bencana alam]], praktik korupsi yang masif, konflik sosial, gerakan [[separatisme]], proses [[demokratisasi]], dan periode pembangunan, perubahan dan perkembangan sosial–ekonomi–politik, serta [[modernisasi]] yang pesat.
 
Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa, Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni [[Suku bangsa Austronesia|Austronesia]] dan [[Melanesia]] di mana bangsa Austronesia yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat. Dengan [[suku Jawa]] dan [[Suku Sunda|Sunda]] membentuk kelompok suku bangsa terbesar dengan persentase mencapai 57% dari seluruh penduduk Indonesia.<ref>Leo Suryadinata, Evi Nurvidya Arifin, Aris Ananta; Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape; Institute of Southeast Asian Studies, 2003</ref> Semboyan nasional Indonesia, "''[[Bhinneka Tunggal Ika]]''" (Berbeda-beda tetapi tetap satu), bermakna keberagaman sosial-budaya yang membentuk satu kesatuan negara. Selain memiliki penduduk yang padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki alam yang mendukung tingkat [[keanekaragaman hayati]] terbesar ke-2 di dunia.
Baris 130 ⟶ 131:
Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ada, dua kerajaan tertua yang telah diakui para ahli adalah [[Kerajaan Kutai Martapura|Kutai Martapura]] dan [[Tarumanagara]] pada abad ke-4 Masehi. [[Kerajaan Kutai Martapura|Kutai Martapura]] berdiri di wilayah yang saat ini masuk dalam [[Kalimantan Timur|Provinsi Kalimantan Selatan]].<ref>{{Cite journal|last=Vogel|first=J. Ph.|date=1918|title=The Yupa Inscription of King Mulawarman, from Koetei (East Borneo)|url=|journal=BKI|volume=74|issue=|pages=|doi=}}</ref> Sementara itu, [[Tarumanagara]] berdiri di wilayah barat Pulau Jawa.<ref>{{Cite book|last=Aris Munandar|first=Agus|date=2011|url=|title=Indonesia Dalam Arus Sejarah 2: Kerajaan Hindu - Buddha|location=Jakarta|publisher=Ichtiar Baru van Hoeve|isbn=|pages=60|url-status=live}}</ref> Dari bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kedua kerajaan tersebut telah bercorak Hindu-Buddha, dapat dipastikan bahwa agama [[Agama Hindu|Hindu]] dan [[Buddhisme|Buddha]] telah berkembang di wilayah [[Nusantara]] sekurang-kurangnya sejak abad ke-4.
 
Beberapa kerajaan bercorak Hindu-Buddha juga terbentuk setelahnya. Di [[Kalimantan]], pernah berdiri banyak kerajaan kecil bercorak Hindu-Buddha, yaitu [[Kerajaan Tanjungpura|Tanjungpura]], [[Kerajaan Kuripan|Kuripan]], [[Kerajaan Nan Sarunai|Nan Sarunai]], [[Kerajaan Selimbau|Selimbau]], [[Kerajaan Negara Dipa|Negara Dipa]], dan [[Kerajaan Negara Daha|Negara Daha]]. Kemudian di Jawa, beberapa kerajaan Hindu-Buddha yang terbentuk adalah [[Kerajaan Kalingga|Kalingga]], [[Kerajaan Sunda Galuh|Sunda Galuh (Pajajaran)]], dan [[Kerajaan Kanjuruhan|Kanjuruhan]]. Di [[Sumatra]] sendiri, kerajaan-kerajaan lain yang terbentuk adalah [[Kesultanan Samudra Pasai]] berdiri dari tahun 710 Masehi, [[Kerajaan Siguntur]] dari tahun 1250 Masehi, [[Kepaksian Sekala Brak]] tahun 1289 Masehi, [[Kerajaan Pagaruyung]] 1347 Masehi, [[Kesultanan Aceh]] 1496 M, [[Kerajaan Melayu]] 645 Masehi, [[Kerajaan Tulang Bawang]] Abad ke-16 Masehi, [[Kerajaan Keritang|Keritang]], dan [[Kerajaan Jambu Lipo]] Abad ke-10 M.
 
[[Berkas:Srivijaya Empire id.svg|jmpl|305x305px|Peta wilayah ekspedisi dan penaklukan oleh [[Sriwijaya]] pada abad ke-8.|kiri]]