Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Ketiga

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Ketiga adalah pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (KTT Asia Timur) ketiga yang berlangsung pada bulan November 2007. KTT Asia Timur adalah forum pertemuan pan-Asia yang diadakan setiap tahun oleh para pemimpin enam belas negara di kawasan Asia Timur. Pertemuan ini diselenggarakan setelah pertemuan tahunan para pemimpin negara ASEAN (KTT ASEAN).

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Ketiga
Tuan rumahSingapura
Tanggal21 November 2007

KTT Asia Timur Ketiga

KTT Asia Timur Ketiga diadakan pada tanggal 21 November 2007 di Singapura.

Perwakilan dari enam belas negara yang berpartisipasi adalah:

Isu terkait KTT Asia Timur Ketiga

Hasil konferensi ini dirangkum dalam Kesimpulan Ketua KTT Asia Timur Ketiga Singapura, 21 November 2007.

Myanmar

Terkait unjuk rasa anti pemerintah yang terjadi pada tahun 2007, isu Myanmar direncanakan menjadi agenda di KTT Asia Timur Ketiga.[1] Awalnya, Penasihat Khusus untuk Sekretariat Jenderal PBB Dr. Ibrahim Gambari diundang untuk memberikan opininya di hadapan para pimpinan negara yang menghadiri konferensi.[2]

Namun karena tekanan yang diberikan Myanmar pada KTT ASEAN yang berlangsung satu hari sebelumnya, ASEAN memutuskan bahwa Dr. Gambari tidak akan memberikan paparan di hadapan peserta konferensi. Perdana Menteri Myanmar Thein Sein akan menjelaskan isu tersebut pada KTT ASEAN, dan ASEAN akan memfasilitasi pertemuan dengan pihak-pihak yang ingin berdiskusi lebih lanjut terkait isu tersebut.[3] Dr. Gambari tetap hadir dan terbuka untuk pertemuan tertutup dengan para pimpinan negara peserta KTT Asia Timur.

Perubahan iklim

Pertemuan ini diharapkan bisa menghasilkan keputusan terkait pencegahan perubahan iklim.[4] KTT Asia Timur Ketiga akhirnya menghasilkan Deklarasi Singapura terkait Perubahan Iklim, Energi, dan Lingkungan,[5] yang berisi target-target penting terkait isu tersebut, dan ditandatangani para peserta konferensi.

Perdagangan

KTT Asia Timur Ketiga akhirnya setuju untuk menerima laporan lanjutan terkait Kemitraan Ekonomi Komprehensif Asia Timur (CEPEA) pada KTT Asia Timur Keempat. Laporan ini telah diajukan sejak KTT Asia Timur Kedua.

Konferensi ini juga menyetujui pembentukan Institut Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA).

Kejadian setelah pertemuan

Jepang dan Cina sepakat pada bulan Desember 2007 untuk:[6]

memperkuat kemitraan dalam integrasi ekonomi regional Asia Timur, termasuk Kesepakatan Pasar Bebas Asia Timur (EAFTA), Kemitraan Ekonomi Komprehensif Asia Timur (CEPEA), dan Institut Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA).

Referensi

Pranala luar