Mesir Kuno: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Pengetik-AM (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
k →‎Periode Akhir: Perbaikan kesalahan ketik
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android
 
(9 revisi perantara oleh 5 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 5:
{{Sejarah Mesir}}
 
'''Mesir Kuno''' adalah [[peradaban kuno]] di sebelah timur laut benua [[Afrika]], yang berpusat di daerah hilir [[Sungai Nil]], yakni kawasan yang kini menjadi wilayah negara [[Mesir]]. Peradaban ini dimulai dengan unifikasi [[Mesir Hulu]] dan [[Mesir Hilir|Hilir]] sekitar 3150 SM,<ref>{{cite web|url=http://www.digitalegypt.ucl.ac.uk/chronology/index.html|title=Chronology|accessdate=25 Maret 2008|publisher=Digital Egypt for Universities, University College London}}</ref> dan selanjutnya berkembang selama kurang lebih tiga milenium. SejarahnyaSejarah mengalirMesir melaluiKuno diwarnai dengan periode kerajaan-kerajaan yang stabil, masing-masing diantarai olehdan periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah. Mesir Kuno mencapai puncak kejayaannya pada masa [[Kerajaan Baru]]. Selanjutnya, peradaban ini mulai mengalami kemunduran. Mesir ditaklukanditaklukkan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode akhir. Kekuasaan [[firaun]] secara resmi dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, ketika [[Kekaisaran Romawi]] menaklukkan dan menjadikan wilayah [[Mesir Ptolemaik]] sebagai bagian dari provinsi Romawi.<ref>Clayton (1994) hal. 217</ref> Meskipun ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan [[politik]] dan [[agama]] secara bertahap di lembah Sungai Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban merdeka Mesir.
 
Peradaban Mesir Kuno didasari atas pengendalian keseimbangan yang baik antara sumber daya alam dan manusia, terutama ditandai dengan:
* [[Irigasi]] teratur terhadap [[Sungai Nil|Lembah Nil]];
* Pendayagunaan [[mineral]] dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya;
* Perkembangan sistem [[tulisan]] dan [[sastra]];
Baris 24:
 
=== Periode Pradinasti ===
Pada masa pra dan awal dinasti, iklim Mesir lebih subur daripada saat ini. Sebagian wilayah Mesir ditutupi oleh [[sabana]] berhutan dan dilalui oleh [[ungulata]] yang merumput. Flora dan fauna lebih produktif dan sungai Nil menopang kehidupan unggas-[[unggas air]]. Perburuan merupakan salah satu mata pencaharian utama orang Mesir. Selain itu, pada periode ini, banyak hewan yang [[domestikasi|didomestikasi]], termasuk kambing, domba, sapi, keledai, dan unggas.<ref>{{Cite book
|first1 = Salima
|last1 = Ikram
Baris 51:
Pendeta Mesir pada abad ke-3 SM, [[Manetho]] mengelompokan garis keturunan firaun yang panjang dari Menes ke masanya menjadi 30 dinasti. Sistem ini masih digunakan hingga hari ini.<ref>Clayton (1994) hal. 6</ref> Ia memilih untuk memulai sejarah resminya melalui raja yang bernama "Meni" (atau [[Menes]] dalam bahasa Yunani), yang dipercaya telah menyatukan kerajaan [[Mesir Hulu]] dan [[Mesir Hilir|Hilir]] (sekitar 3200 SM).<ref>Shaw (2002) hal. 78–80</ref> Transisi menuju negara kesatuan sejatinya berlangsung lebih bertahap, berbeda dengan apa yang ditulis oleh penulis-penulis Mesir Kuno, dan tidak ada catatan kontemporer mengenai Menes. Beberapa ahli kini meyakini bahwa figur "Menes" mungkin merupakan [[Narmer]], yang digambarkan mengenakan tanda kebesaran kerajaan pada [[pelat Narmer]] yang merupakan simbol unifikasi.<ref>Clayton (1994) hal. 12–13</ref>
 
Pada Periode Dinasti Awal, sekitar 3150 SM, firaun pertama memperkuat kekuasaan mereka terhadap Mesir hilir dengan mendirikan ibu kota di [[Memphis, Mesir|Memphis]]. Dengan ini, firaun dapat mengawasi pekerja, pertanian, dan jalur perdagangan ke [[Levant]] yang penting dan menguntungkan.. Peningkatan kekuasaan dan kekayaan firaun pada periode dinasti awal dilambangkan melalui [[mastaba]] (makam) yang rumit dan struktur-struktur kultus kamar mayat di [[Abydos, Mesir|Abydos]], yang digunakan untuk merayakan didewakannya firaun setelah kematiannya.<ref>Shaw (2002) hal. 70</ref> Institusi kerajaan yang kuat dikembangkan oleh firaun untuk mengesahkan kekuasaan negara atas tanah, pekerja, dan sumber daya alam, yang penting bagi pertumbuhan peradaban Mesir kuno.<ref>{{cite web|url=http://www.digitalegypt.ucl.ac.uk/archaicegypt/info.html|title=Early Dynastic Egypt|accessdate=9 March 2008|publisher=Digital Egypt for Universities, University College London}}</ref>
 
=== Kerajaan Lama ===
{{Main|Kerajaan Lama}}
[[Berkas:Menkaura-ColossalStatue MuseumOfFineArtsBoston.png|jmpl|kiri|200px|Patung firaun [[Menkaura]] di [[Museum of Fine Arts, Boston|Boston Museum of Fine Arts]].]]
Kemajuan dalam bidang [[arsitektur]], [[seni]], dan [[teknologi]] dibuat pada masa [[Kerajaan Lama]]. Kemajuan ini didorong oleh meningkatnya produktivitas pertanian, yang dimungkinkan karena pemerintahan pusat dibina dengan baik.<ref>James (2005) hal. 40</ref> Di bawah pengarahan [[wazir]], pejabat-pejabat negara mengumpulkan [[pajak]], mengatur proyek irigasi untuk meningkatkan hasil panen, mengumpulkan petani untuk bekerja di proyek-proyek pembangunan, dan menetapkan sistem keadilan untuk menjaga keamanan.<ref>Shaw (2002) hal. 102</ref> Dengan surplus sumber daya surplus yang ada karena ekonomi yang produktif dan stabil, negara mampu membiayai pembangunan proyek-proyek kolosal dan menugaskan pembuatan karya-karya seni istimewa. [[Piramida Mesir|Piramida]] yang dibangun oleh [[Djoser]], [[Khufu]], dan keturunan mereka, merupakan simbol peradaban Mesir Kuno yang paling diingat.
 
Seiring dengan meningkatnya kepentingan pemerintah pusat, muncul golongan juru tulis (''sesh''<ref>"Scribes", ''Life in Ancient Egypt'', Carnegie Museum of Natural History: [http://www.carnegiemnh.org/exhibits/Egypt/scribes.htm] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20090125050123/http://www.carnegiemnh.org/exhibits/Egypt/scribes.htm |date=2009-01-25 }}. Diakses pada 29 Januari 2009.</ref>) dan pejabat berpendidikan, yang diberikan tanah oleh firaun sebagai bayaran atas jasa mereka. Firaun juga memberikan tanah kepada struktur-struktur kultus kamar mayat dan kuil-kuil lokal untuk memastikan bahwa institusi-institusi tersebut memiliki sumber daya yang cukup untuk memuja firaun setelah kematiannya. Pada akhir periode Kerajaan Lama, lima abad berlangsungnya praktik-praktik feudal pelan-pelan mengikis kekuatan ekonomi firaun. Firaun tak lagi mampu membiayai pemerintahan terpusat yang besar.<ref>Shaw (2002) hal. 116–7</ref> Dengan berkurangnya kekuatan firaun, gubernur regional yang disebut [[nomark]] mulai menantang kekuatan firaun. Hal ini diperburuk dengan terjadinya kekeringan besar antara tahun 2200 hingga 2150&nbsp;SM,<ref>{{citeweb|url=http://www.bbc.co.uk/history/ancient/egyptians/apocalypse_egypt_04.shtml |title=The Fall of the Old Kingdom |author=Fekri Hassan|publisher=British Broadcasting Corporation|accessdate=10 March 2008}}</ref> sehingga Mesir Kuno memasuki periode kelaparan dan perselisihan selama 140 tahun yang dikenal sebagai [[Periode Menengah Pertama Mesir]].<ref>Clayton (1994) hal. 69</ref>
 
=== Periode Menengah Pertama Mesir ===
Baris 109:
Dengan tiadanya rencana pendudukan permanen, bangsa Asiria menyerahkan kekuasaan Mesir kepada vassal-vassal yang dikenal sebagai raja-raja Sais dari [[dinasti ke-26 Mesir|dinasti ke-26]]. Pada tahun 653&nbsp;SM, raja Sais [[Psamtik I]] berhasil mengusir bangsa Asiria dengan bantuan tentara bayaran Yunani yang direkrut untuk membentuk angkatan laut pertama Mesir. Selanjutnya, pengaruh Yunani meluas dengan cepat. Kota [[Naucratis|Naukratis]] menjadi tempat tinggal orang-orang Yunani di delta.
 
Di bawah raja-raja Sais, Mesir mengalami kebangkitan singkattingkat ekonomi dan budaya. Sayangnya, pada tahun 525&nbsp;SM, bangsa Persia yang dipimpin oleh [[Cambyses II dari Persia|Cambyses II]] memulai penaklukan terhadap Mesir. Mereka berhasil menangkap firaun [[Psamtik III]] dalam pertempuran di [[Pelusium]]. Cambyses II lalu mengambil alih gelar firaun. Ia berkuasa dari kota [[Susa]], dan menyerahkan Mesir kepada seorang [[satrap]]i. Pemberontakan-pemberontakan meletus pada abad ke-5 SM, tetapi tidak ada satupun yang berhasil mengusir bangsa Persia secara permanen.<ref>Shaw (2002) hal. 383</ref>
 
Setelah dikuasai Persia, Mesir digabungkan dengan [[Siprus]] dan [[Fenisia]] dalam [[satrap]]i ke-6 [[Kekaisaran Akhemeniyah|Kekaisaran Persia Akhemeniyah]]. Periode pertama kekuasaan Persia atas Mesir, yang juga dikenal sebagai dinasti ke-27, berakhir pada tahun 402 SM. Dari 380–343&nbsp;SM, [[dinasti ke-30 Mesir|dinasti ke-30]] berkuasa sebagai dinasti asli terakhir Mesir. Restorasi singkat kekuasaan Persia, kadang-kadang dikenal sebagai dinasti ke-31, dimulai dari tahun 343&nbsp;SM. Akan tetapi, pada 332&nbsp;SM, penguasa Persia, Mazaces, menyerahkan Mesir kepada [[Alexander yang Agung]] tanpa perlawanan.<ref>Shaw (2002) hal. 385</ref>
Baris 290:
 
yang hasilnya mendekati rumus '''[[Pi|π]]'''''r''<sup>&nbsp;2</sup>.<ref name="Strouhal241"/><ref>Imhausen ''et al.'' (2007) hal. 31</ref>
 
== Masyarakat ==
[[Cheikh Anta Diop]], seorang antropolog berkebangsaan [[Senegal]], menuliskan dalam bukunya ''The African Origin of Civilization'' (1974) bahwa orang Mesir kuno adalah orang Afrika [[Ras Negroid|berkulit hitam]]. Diop menyatakan bahwa orang kulit hitam pertama yang tinggal di Mesir disebut Anu. Merekalah yang pertama membangun peradaban Mesir melalui pertanian dan irigasi, pembangunan bendungan, peemuan ilmu pengetahuan, seni, tulisan, dan kalender.{{Sfn|Okafor|(1991)|p=258}}
 
Hal ini dikonfirmasi melalui catatan [[Herodotos|Herodotus]] yang mengunjungi Mesir pada abad kelima SM. Herodotus menuliskan bahwa penduduk Mesir berkulit hitam karena kondisi lingkungannya yang panas, berkulit hitam, dan memiliki rambut yang mengambang. Aspek bahasa, sosial, budaya, politik, dan agama di antara masyarakat Mesir kuno dan Afrika juga berhubungan. Di antaranya adalah [[jimat]] milik firaun yang mirip dengan punya pemimpin suku-suku Afrika, praktik [[pemujaan leluhur]], sunat, dan [[hubungan kekerabatan]].{{Sfn|Okafor|(1991)|p=264-266}}
 
== Peninggalan ==
Baris 319 ⟶ 314:
* {{Cite book|first=Nicolas|last=Grimal|title=A History of Ancient Egypt|url=https://archive.org/details/historyofancient0000grim_o8d3|publisher=Blackwell Books|year=1992|isbn=0631193960}}
* {{Cite book|author=[[Mark Lehner|Lehner, Mark]]|title=The Complete Pyramids|location=London|publisher=Thames & Hudson|year=1997|isbn=0500050848}}
* {{Cite book|last=Wilkinson|first=R.H.|title=The Complete Gods and Goddesses of Ancient Egypt|url=https://archive.org/details/completegodsgodd00wilk_0|location=London|publisher=Thames and Hudson|year=2003|isbn=0500051208}}
 
== Pranala luar ==
Baris 332 ⟶ 327:
}}
* {{en}} [http://www.ancientegypt.co.uk/ British Museum: Ancient Egypt]
* {{en}} [http://archaeology.about.com/od/ancientegypt/ About Archaeology: Ancient Egypt and Egyptians] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20161118233742/http://archaeology.about.com/od/ancientegypt/ |date=2016-11-18 }}
* {{en}} [http://www.bbc.co.uk/history/ancient/egyptians/ BBC History: Egyptians]
* {{en}} [http://www.mysteries-in-stone.co.uk Ancient Egyptian History]