Negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
InternetArchiveBot (bicara | kontrib)
Rescuing 2 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8
Baris 1.286:
{{Quote|Posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah bahwa Republik Rakyat Tiongkok mewakili seluruh Tiongkok sebagai Pemerintahan Tiongkok yang tunggal dan sah. Keputusan hingga saat ini mengenai harapan rakyat di Taiwan untuk bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah diputuskan atas dasar itu. Resolusi (Resolusi Majelis Umum 2758) yang telah disebutkan, dengan jelas menyebutkan bahwa Pemerintahan Tiongkok adalah pemerintahan yang tunggal dan sah serta posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok.<ref>{{cite web|title=Ban Ki-moon Convenes Largest-Ever Meeting of Global Leaders on Climate Change |url=https://www.un.org/apps/news/story.asp?NewsID=23926 |publisher=United Nations |date=24 September 2007 |accessdate=2017-06-08}}</ref>}}
 
Menanggapi penolakan PBB terhadap permohonan tersebut, pemerintah Republik Tiongkok menyatakan bahwa Taiwan tidak sedang dan tidak pernah berada di bawah yurisdiksi RRT, dan bahwa karena Resolusi Majelis Umum 2758 tidak menjelaskan masalah perwakilan Taiwan di PBB, maka resolusi itu tidak menghalangi keikutsertaan Taiwan di PBB sebagai negara berdaulat yang merdeka.<ref>{{cite web|url=http://www.mofa.gov.tw/webapp/ct.asp?xItem=26680&ctNode=1028&mp=6 |title=Talking points for Taiwan's UN Membership Application|publisher=Ministry of Foreign Affairs, Republic of China|access-date=2019-04-28|archive-date=2009-01-09|archive-url=https://web.archive.org/web/20090109022444/http://www.mofa.gov.tw/webapp/ct.asp?xItem=26680&ctNode=1028&mp=6|dead-url=yes}}</ref> Pemerintah Republik Tiongkok juga mengkritik Ban Ki-moon karena menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok dan mengembalikan permohonan tersebut tanpa menyerahkannya ke Dewan Keamanan atau Majelis Umum,<ref>{{cite web| url=http://www.mofa.gov.tw/webapp/ct.asp?xItem=26682&ctNode=1028&mp=6| title=President Chen Shui-bian's Letters to UN Secretary-General Ban Ki-moon and UN Security Council President Wang Guangya on July 31 (Office of the President)| publisher=Ministry of Foreign Affairs, Republic of China| access-date=2019-04-28| archive-date=2009-09-04| archive-url=https://web.archive.org/web/20090904110812/http://www.mofa.gov.tw/webapp/ct.asp?xItem=26682&ctNode=1028&mp=6| dead-url=yes}}</ref> bertentangan dengan prosedur standar PBB (Aturan Prosedur Sementara Dewan Keamanan, Bab X, Aturan 59).<ref>{{cite web|url=https://www.un.org/en/sc/about/rules/ |title=Provisional Rules of Procedure of the Security Council |publisher=United Nations}}</ref> Di sisi lain, pemerintah RRT, yang telah menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok dan secara tegas menentang permohonan apa pun dari otoritas Taiwan untuk bergabung dengan PBB entah sebagai anggota maupun pengamat, memuji bahwa keputusan PBB "dibuat sejalan dengan Piagam PBB dan Resolusi Majelis Umum PBB 2758, dan menunjukkan kepatuhan universal PBB dan negara-negara anggotanya terhadap [[Kebijakan Satu Tiongkok]]".<ref>{{cite web |url=http://news.xinhuanet.com/english/2007-07/24/content_6425429.htm| title=China praises UN's rejection of Taiwan's application for membership| agency=Xinhua News Agency| date=24 July 2007}}</ref> Sekelompok negara anggota PBB mengajukan rancangan resolusi untuk sidang Majelis Umum PBB musim gugur tahun tersebut yang menyerukan Dewan Keamanan untuk mempertimbangkan permohonan tersebut.<ref name="A/62/193"/>
 
Pada tahun berikutnya, [[referendum keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa Taiwan 2008|dua referendum]] di Taiwan terhadap upaya pemerintah untuk kembali ikut serta di PBB gagal karena rendahnya partisipasi pemilih. Musim gugur pada tahun yang sama, Republik Tiongkok mengambil pendekatan baru, yaitu dengan para sekutunya mengajukan sebuah resolusi yang meminta agar "Republik Tiongkok (Taiwan)" diizinkan untuk memiliki "keterlibatan yang berarti" dalam lembaga atau [[badan khusus PBB]].<ref>{{UN document |docid=A/63/194 |type=A |body=General Assembly |session=63|accessdate=2016-04-24|date=2008-08-22|title=Request for the inclusion of a supplementary item in the agenda of the sixty-third session Need to examine the fundamental rights of the 23 million people of the Republic of China (Taiwan) to participate meaningfully in the activities of the United Nations specialized agencies}}</ref> Lagi-lagi, masalah tersebut tidak dimasukkan dalam agenda Majelis.<ref name=europers/> Pada tahun 2009, Republik Tiongkok memilih untuk tidak mengirim masalah keikutsertaannya dalam PBB untuk diperdebatkan di Majelis Umum PBB untuk yang pertama kalinya sejak mulai berkampanye pada tahun 1993.<ref>{{cite web|url=http://www.economist.com/node/14506556|title=Not even asking|date=2009-09-24|accessdate=2016-04-24|newspaper=[[The Economist]]}}</ref>