Partai Daerah Istimewa Sumatera Timur: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Berikan templat
Baris 1:
{{rapikan|reason=beri kotak info}}<br>'''Partai Daerah Istimewa Sumatra Timur (Pardist)''' adalah partai rakyat yang diketuai oleh [[Hafiz Haberham|Datuk Hafiz Haberham.]] Diresmikandan diresmikan tanggal 27 September 1947. Partai ini dibentuk untuk menyokong cita-cita '''Komite Daerah Istimewa Sumatra Timur (Komite DIST)''',<ref>{{Cite book|last=Penerangan|first=Sumatera Timur (State) Djabatan|date=1948|url=https://books.google.co.id/books?id=1U_8iFpswzcC&pg=PA10#v=onepage&q=pardist&f=false|title=Negara Soematera Timoer sepintas laloe|publisher=Badan Penerangan Negara Soematera Timoer|language=id}}</ref> diantaranya:
 
== Tujuan ==
1.     Mereka menghendai daerah ini, Sumatra Timur, dikeluarkan dari Negara [[Republik Indonesia Serikat|Republik Indonesia]].
Partai ini dibentuk untuk menyokong cita-cita '''Komite Daerah Istimewa Sumatra Timur (Komite DIST)''',<ref>{{Cite book|last=Penerangan|first=Sumatera Timur (State) Djabatan|date=1948|url=https://books.google.co.id/books?id=1U_8iFpswzcC&pg=PA10#v=onepage&q=pardist&f=false|title=Negara Soematera Timoer sepintas laloe|publisher=Badan Penerangan Negara Soematera Timoer|language=id}}</ref> diantaranya:
 
1.#     Mereka menghendai daerah ini,Menghendaki Sumatra Timur, dikeluarkan dari Negara [[Republik Indonesia Serikat|Republik Indonesia]].
2.     Mereka menghendaki pemerintahan yang berazaskan demokrasi.
# Pemerintahan yang berasaskan demokrasi.
 
3.#     Mereka menghendaki agar pendudukPenduduk Sumatra Timur berkuasa sepenuhnya di dalam pembentukan pemerintah  di atasberlandaskan dasar-dasar demokrasi.
 
== Sejarah ==
Tahun 1938, penduduk asli Sumatra Timur bersatu dalam '''Persatuan Sumatra Timur (PST)''' yang diketuai oleh [[Tengku Mansur|T. DDr. Mansur]]. PST bergerak dalam bidang sosial dan ekonomi. Pada permulaan masa pendudukan Jepang, PST dan partai politik lainnya dibubarkan. Perjuangan pun berubah menjadi perang gerilya. Selain PST, muncul perkumpulan '''Siap Sedia (SS)''' di bawah pimpinan Datuk Hafiz Haberham. Kedua organisasi ini mempersiapkan diri secara rahasia dan tetap melakukan perlawanan hingga Kompetai Jepang pun akhirnya menyerah.
 
Berita kemerdekaan Republik Indonesia terdengar di Sumatra Timur bulan Oktober [[1945]]. Penduduk asli menerima dan terbuka. Sedangkan SS dan PST menanti. Perjalanan Republik di Sumatra Timur mengecewakan. Pendukung Republik disingkirkan. Keadaan memuncak dengan adanya [[Revolusi Sosial Sumatra Timur]] bulan Maret 1946.
 
Tanggal 21 Juli 1947 wartawan luar dan dalam negeri di Jakarta dipanggil ke Istana Koninsplein. Letnan Gubernur Jendral [[Hubertus Johannes van Mook|Dr. H. J van Mook]] mengadakan konferensi pers. Gerakan[[Agresi kepolisianMiliter punBelanda dibentukI|Aksi rangkapolisionil]] membersihkanpun Republikdilakukan dariuntuk pertikaianmelawan Republik. Setelah Sumatra Timur jatuh ke tangan Belanda, pemuka-pemuka yang sejak lama berlindung di kamp Belanda di Medan menyusun Komite Daerah Istimewa Sumatra Timur (Komite DIST). Tujuan komite ini dibentuk untuk membantu Belanda melenyapkanmenyingkirkan Republikelemen Republikan dan menyusun satu pemerintahan di bawah pimpinan penduduk asli dengan perlindungan dan pengawasan Pemerintah Belanda.
 
Komite DIST terdiri dari T. Dr. Mansur, T. Hafas, Radja Kaliamsah, O.K Ramli.<ref>{{Cite book|date=1950|url=https://books.google.co.id/books?id=SUstm-AdaR8C&pg=PA116&lpg=PA116&dq=partai+daerah+istimewa+sumatera+timur+PARDIST&source=bl&ots=X4spz_LtJF&sig=ACfU3U2XaLhDIEag3mLDM7yxW50diVTlXw&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjUienp9c3zAhVNOisKHeejB8QQ6AF6BAgGEAM#v=onepage&q=PARDIST&f=false|title=Perdjuangan rakjat: Tapanuli, S. Timur|publisher=Djabatan Penerangan R.I., Propinsi Tapanuli, Sumatera Timur|language=ms}}</ref> Untuk memperkokoh perjuangan Komite DIST dibentuk Pardist yang merupakan gabungan PST dan SS.