Pengeboman Borobudur 1985: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Kitesucker (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler
Gunkarta (bicara | kontrib)
ganti gambar
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
 
(16 revisi perantara oleh 9 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1:
{{Infobox terrorist attack
|title=Bom Candi Borobudur 1985
|image=Kompas-22Borobudur JanuariBombing 1985-sample.jpg
|caption=CuplikanKerusakan beritapada utamabeberapa daristupa [[KOMPAS]]di [[22teras atas Borobudur akibat serangan teroris Bom Borobudur pada 21 Januari]] [[1985]]. <ref name="kompas">{{cite web|archiveurl=http://wiki-indonesia.club/wiki/Berkas:Kompas-22_Januari_1985-sample.jpg |publisher=KOMPAS |title=Sembilan Stupa Borobudur Diledakkan Senin Dini Hari|date=1985-01-22 |archivedate=2010-06-06}}</ref>
|location= {{negara|Indonesia}} [[Candi Borobudur]], [[Magelang]], [[Indonesia]]
|target=[[Candi Borobudur]]
Baris 12:
|fatalities=
|injuries=
|perps= [[Mohammad Jawad]] alias "Ibrahim" alias "Kresna" (perencana)<br /> [[Abdulkadir Ali Alhabsyi]] (pelaku)<br /> [[Husein Ali Alhabsyi]] (pelaku) <ref name="tempo">[http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1999/05/17/INT/mbm.19990517.INT94985.id.html "Bom Borobudur, 16 Tahun Kemudian"] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20100803011430/http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1999/05/17/INT/mbm.19990517.INT94985.id.html |date=2010-08-03 }} - Tempo Online, 17 Mei 1999. Diakses 11 Mei 2010.</ref>
|lat_dir= S
|lat_deg = 7
Baris 24:
|mapname= Indonesia
}}
{{Kekerasan terhadap Buddhis}}
'''Bom Candi Borobudur''' adalah peristiwa pemboman[[pengeboman]] peninggalan bersejarah [[Candi Borobudur]] dari zaman [[Dinasti Syailendra]] yang terletak di [[Borobudur, Magelang|Borobudur]], [[Magelang]], [[Jawa Tengah]] pada hari Senin, [[21 Januari]] [[1985]]. <ref name="kompas"/> Peristiwa [[terorisme]] ini adalah peristiwa terorisme bermotif "[[jihad]]" kedua yang [[terorisme di Indonesia|menimpa Indonesia]], setelah [[Peristiwa Woyla|pembajakan pesawat Garuda DC 9 ''Woyla'']] oleh anggota [[Komando Jihad]] pada tahun [[1981]]. <ref name="oke">[http://news.okezone.com/read/extend/2009/10/15/343/265892/candi-borobudur-korban-aksi-teror-kedua Candi Borobudur Korban Aksi Teror Kedua] - News.okezone.com, diakses 10 Mei 2010</ref>
 
Beberapa ledakan yang cukup dahsyat menghancurkan sembilan [[stupa]] pada candi peninggalan Dinasti Syailendra tersebut. Otak peristiwa pembomanpengeboman ini disebut sebagai "Ibrahim" alias [[Mohammad Jawad]] alias "Kresna" yang oleh kepolisian penyidik peristiwa pembomanpengeboman ini disebut sebagai dalang pengeboman. Walaupun begitu, sosok Mohamad Jawad, otak peristiwa peledakan Candi Borobudur ini masih belum ditemukan dan belum berhasil diringkus oleh [[Polri|kepolisian Indonesia]] hingga saat ini. <ref name="oke"/>
 
Tanggal kejadian peristiwa ini sering dikutip secara salah kaprah oleh pengguna [[blog]] di dunia maya sebagai tanggal [[15 Januari]] dari sumber majalah [[TEMPO]]. <ref name="tempokompas" /><ref name="kompastempo" />
[[Berkas:Pengeboman Borobudur.jpg|jmpl|262x262px|Dampak pengeboman pada beberapa stupa yang terdapat di Candi Borobudur.]]
 
== Penangkapan tersangka dan proses peradilan ==
Setelah penyelidikan, polisi Indonesia menangkap dua bersaudara [[Abdulkadir bin Ali Alhabsyi]] dan [[Husein bin Ali Alhabsyi]] yang dituding sebagai pelaku peledakan Candi Borobudur ini.
 
Dalam persidangan kasus ini, [[jaksa]] menuduh bahwa tindakan pengeboman terhadap Candi Borobudur merupakan aksi balas dendam Abdulkadir dan kawan-kawan terhadap peristiwa [[Peristiwa Tanjung Priok|Tanjung Priok]] tahun 1984 yang menewaskan puluhan nyawa pemeluk [[agama]] [[Islam]]. Abdulkadir membenarkan motivasi peledakan itu sebagai ungkapan ketidakpuasannya atas peristiwa berdarah tersebut. Namun keterangan itu kemudian diragukan, karena sosok Mohammad Jawad atau "Ibrahim" yang disebut Husein sebagai dalangnya kemudian tidak pernah ditemukan oleh kepolisian.
 
Menurut pengakuannya, Abdulkadir mengaku dia tidak mengetahui rencana pengeboman tersebut. Dia dan ketiga kawan lain pada awalnya hanya sekadar diajak oleh Mohammad Jawad untuk "[[berkemah]]" ke Candi Borobudur sebelum kemudian dibujuk oleh Mohammad Jawad untuk mengebom candi nusantara bersejarah di [[Nusantara]] tersebut. <ref name="tempo"/> <ref name="oke"/>
 
Sebagai pelaku di lapangan, Abdulkadir bukanlah seorang profesional karena dia mengaku bahwa dia tidak mengetahui seluk-beluk teknikal sebuah [[bom]] dan hanya mengiyakan bujukan "Ibrahim" rekannya. Setelah menyetujui bujukan Ibrahim, mereka kemudian diberikan sejumlah [[bom waktu]] [[bom rakitan|rakitan]] yang telah dirakit secara rapisempurna. Menurut pengakuannya, Ibrahim adalah orang yang merakit bom-bom tersebut. Bahan bom terbuat dari [[trinitrotoluena]] (TNT) tipe batangan [[PE 808]] / tipe produksi [[Dahana]]. Tiap bom rakitan terdiri dari dua batang [[dinamit]] yang dipilin dengan [[selotip]]. Abdulkadir dan pelaku yang lain kemudian hanya tinggal memasangnya di dalam [[stupa]] dan memencetmenekan [[tombol]] berupa tombol [[arloji]] untuk mengaktifkan bom waktu tersebut. <ref name="tempo"/>
 
Abdulkadir kemudian divonis oleh [[Pengadilan Negeri]] [[Malang]] dengan [[hukuman]] [[penjara]] 20 tahun setelah terbukti sebagai pelaku peledakan itu. Kakak Abdulkadir, Husein bin Ali Alhabsyi kemudian dihukum [[penjara seumur hidup]] di [[Lembaga Pemasyarakatan]] Kelas I [[Lowokwaru, Malang|Lowokwaru]], [[Malang]]. <ref name="tempo"/> Abdulkadir bin Ali Alhabsyi memperoleh [[remisi]] dari Presiden RI setelah menjalani hukuman 10 tahun, dan Husein bin Ali Alhabsyi kemudian mendapat grasi dari [[Presiden]] [[BJ Habibie]] pada [[23 Maret]] [[1999]]. Husein sampai sekarang menolak tuduhan atas keterlibatannya dalam peledakan Borobudur dan menuding [[Mohammad Jawad]] sebagai dalang peristiwa tersebut. <ref name="tempo"/>
 
== Meledaknya bus Pemudi Express ==
Peristiwa pengeboman Candi Borobudur ini berkaitan dengan kasus ledakan bom di [[bus Pemudi Express]] jurusan [[Bali]] yang meledak di [[Banyuwangi]], [[Jawa Timur]] pada tanggal [[16 Maret]] [[1985]]. Terungkap dari pengakuan Abdulkadir setelah penangkapannya, bahwa dia dan Husein menumpang bus tersebut pada saat kejadian, dan meledaknya bus tersebut adalah karena [[bom]] yang mereka bawa meledak secara tidak sengaja karena terpicu oleh panasnya [[mesin kendaraan]] tersebut. Menurut pengakuannya, mereka tidak paham bahwa bom yang telah dimasukkan ke dalam lonjoran berbahan [[paralon]] ber[[diameter]] sekitar 30 [[cm]] dan dimasukkan dalam [[tas]] itu bisa meledak bila kepanasan. Bom tersebut mereka letakkan di atas mesin, dan karena [[panas]] dan [[pemuaian]], meledaklah bom tersebut. <ref name="tempo"/>
 
Peristiwa pengeboman Candi Borobudur ini diduga pula berkaitan dengan peledakan [[Gereja Sasana Budaya Katolik Magelang]] beberapa waktu setelahnya.
 
== Pasca bom Borobudur ==
Lama setelah peristiwa bom Borobudur, Ibrahim alias Mohamad Jawad belum juga dapat ditemukan dan ditangkap oleh [[Polri|Kepolisian Indonesia]]. Menurut pengakuan Husein pada [[TEMPO]], sosok Mohammad Jawad adalah nyata karena orang itu pernah datang ke [[majelis taklim]] yang dipimpin Husein di [[Kota Malang]]. Jawad kerap datang sebagai [[ustad]] dan memberikan ceramah tentang berbagai hal di situ, termasuk tentang [[Tragedi Tanjung Priok]] tanggal [[12 September]] [[1984]]. Sosok ini menurut Husein sangat pandai berbicara dan mampu memengaruhi anak-anak muda, termasuk Abdulkadir yang kemudian menjadi pelaku peledakan Candi Borobudur ini. Ketidakmampuan kepolisian untuk melacak dan menangkap Mohammad Jawad hingga kini masih menjadi bahan diskusi. <ref name="tempo"/>
 
== Dugaan lain ==
Peristiwa pemboman ini juga kemudian dianggap berhubungan dengan konteks politik kala tahun 1985, yaitu ketika sejumlah elit politik dalam rezim [[Orde Baru]] memberlakukan kebijakan yang mempersempit ruang gerak kepercayaan Islam. Muncul juga dugaan bahwa peledakan candi Borobudur yang sangat sakral bagi pemeluk ajaran [[Buddha]] ini adalah rekayasa dari kelompok anti-Islam untuk menyudutkan [[agama]] Islam. Teori konspirasi semacam ini sangat populer di kalangan kaum Islam radikal.
 
== Pranala luar ==
* [http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1999/05/17/INT/mbm.19990517.INT94985.id.html "Bom Borobudur, 16 Tahun Kemudian"] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20100803011430/http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1999/05/17/INT/mbm.19990517.INT94985.id.html |date=2010-08-03 }} - Tempo Online, 17 Mei 1999.
 
== DugaanLihat lainjuga ==
 
* [[Daftar perusakan cagar budaya di Indonesia]]
 
== Referensi ==
Baris 59 ⟶ 62:
 
{{Terorisme di Indonesia}}
{{Bencana di Indonesia tahun 1980an}}
 
[[Kategori:Indonesia dalam tahun 1985]]