Pulau Bouvet

pulau di Norwegia
Revisi sejak 12 April 2008 08.18 oleh SilvonenBot (bicara | kontrib) (bot Mengubah: fi:Bouvet’nsaari)

Pulau Bouvet (dalam bahasa Norwegia: Bouvetøya) adalah pulau vulkanik yang tidak berpenghuni yang terletak di sub-antartika, sebelah selatan Samudra Atlantik, sebelah barat daya Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Pulau ini diklaim oleh Norwegia sebagai bagian dari wilayahnya. Pulau ini ditemukan oleh kapten kapal Perancis Jean-Baptiste Charles Bouvet de Lozier dan diberi nama Pulau Bouvet (dibaca: bufe) menurut namanya.

Bouvet
Proyeksi ortografik dengan pulau Bouvet di tengah
Peta lokasi Bouvet
Koordinat54°26′S 3°24′E / 54.433°S 3.400°E / -54.433; 3.400
NegaraNorwegia
Gugus kepulauan-
Provinsi-
Luas58,5 km²
Populasi-
Peta

Geografi

54°26′S 3°24′E / 54.433°S 3.400°E / -54.433; 3.400 Pulau Bouvet terletak pada koordinat 54°26′ LS 3°24′ BT. Luas pulau ini 58.5 km². 93% dari pulau ini ditutupi es sehingga menutupi seluruh pantai selatan dan timur. Lapisan es tebal membentuk lapisan es tipis yang jatuh dari atas jurang ke laut dan pantai pasir vulkanik. Pantai sepanjang 29.6 km seringkali tertutup oleh lapisan es. Titik tertinggi di pulau ini yang disebut Olavtoppen yang memiliki ketinggian 780 m di atas permukaan laut. Di sebelah barat pulau ini terdapat lapisan lava yang terbentuk antara tahun 1955 hingga tahun 1958 yang sekarang dijadikan sarang oleh kelompok burung.

Pulau Bouvet adalah pulau yang paling terpencil di dunia selain kepulauan Tristan da Cunha, pulau Easter dan kepulauan Pitcairn. Daratan terdekat adalah Queen Maud Land di Antartika yang berjarak kurang lebih 1.600 km sebelah selatan yang tak berpenghuni.

Sejarah

Berkas:Bouvet aerial photo.JPG
Foto dari udara
Berkas:Bouvet Island.png
Peta dari pulau Bouvet
 
Pantai selatan pulau Bouvet, 1898

Pulau Bouvet ditemukan pada 1 Januari 1739 oleh Jean-Baptiste Charles Bouvet de Lozier yang memimpin kapal Perancis Aigle dan Marie. Pulau tersebut ditemukan kembali pada tahun 1808 oleh Lindsay, kapten perusahaan Enderby Swan. Namum pertama kali didarati oleh kapten Wasp Benjamin Morrell pada Desember 1822.

Pada 10 Desember 1852, kapten Norris dari Sprightly dan Lively mendarat di pulau ini dan menamainya pulau Liverpool dan mengklaimnya sebagai wilayah Britania Raya. Pada 1927 kru Norwegia mendarat di pulau ini dan tinggal selama sebulan. Ini menjadikannya dasar klaim dari Norwegia yang kemudian menamainya pulau Bouvetøya (bahasa Norwegia:pulau Bouvet). Britania Raya kemudian membatalkan klaimnya beberapa tahun kemudian.

Pada 1964, sebuah perahu ditemukan di pulau tersebut lengkap dengan bahan makanan tetapi tidak ada penumpang yang ditemukan.

Pada 1971, pulau Bouvet dan wilayah perairan disekitarnya dijadikan sebagai daerah cagar alam. Pulau tersebut tetap tak berpenghuni walaupun sebuah stasiun cuaca otomatis didirikan pada tahun 1977 oleh Norwegia.

Pada 22 September 1979 sebuah satelit merekam kilatan cahaya yang kemudian diinterpretasikan disebabkan oleh ledakan bom nuklir atau meteor di selatan Samudera Hindia di antara pulau Bouvet dan kepulauan Prince Edward. Ilmuwan Australia kemudian menemukan pecahan-pecahan radioaktif di daerah tersebut. Walaupun tidak ada yang mengaku bertanggung jawab, namun dicurigai dilakukan oleh negara-negara seperti Afrika Selatan, Israel dan Taiwan.

Walaupun tidak berpenghuni, pulau Bouvet memiliki kode negara top-level domain internet .bv.

Pranala luar