Soerjopranoto: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k Lokasi makam yang lebih spesifik.
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
(17 revisi perantara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 42:
== Asal usul keluarga ==
 
Soerjopranoto dilahirkan di lingkungan Kadipaten Pakualaman, tanggal 11 Januari 1871, sebagai putra tertua dari KPH Soerjaningrat, putra sulung Sri Pakualam III, (yang tidak dapat menjadi Pakualam IV karenasebab sakit penglihatan). Beliau sakit penglihatan karena terus menangis tanpa henti hingga buta. Menangisnya beliau karena tidak ingin menjadi Pakualam IV. Tetapi versi lain mengatakan "mata beliau di sawuri merica bubuk" hingga mengakibatkan kebutaan. Tak cukup itu saja, Keluarga KPH Soerjaningrat di suruh pindah dan tinggal di luar Puro Pakualaman.
 
IstrinyaIstri Soerjopranoto bernama Djauharin Insjiah adalah Trah dari HB 2, putri almarhum Kyai Haji Abdussakur, Penghulu (''Landraad'') agama Islam, dari Karanganyar, Banyumas, telah wafat terlebih dahulu tahun 1951 pada usia 67 tahun.
 
Anak Dan Cucu Soerjopranoto :
 
1. Yudopranoto ( Memiliki 3 anak ) :
* R.M. Sumitro Kadariman ( Memiliki 2 anak ) :
1. R.M. Agus Sarjono
2. R.M. Dodi Dwi Nugroho, A.Md.Kom., S.H. ( Memiliki 3 anak ) :
1. R.M. Sakabumi Kalimasada
2. R.M. Sapujagat Kalimasada
3. R.M. Asoka Kalimasada
* R.A. Utami Kadarina ( Memiliki 2 anak ) :
# R.M. Oktofian Abidin
# R.M. Yunan Satriawan Abidin
* R.A. Utari Kadarwati ( Memiliki 3 anak ) :
# R.A. Hestrini Wulandari
# R.A. Hanum Puspita Rini
# R.A. Hayu Widi Hapsari
2. Sumaryo
 
3. R.A Soemarno
 
4. Sutaryo
 
5. Sunaryo
 
6. Sriyono
 
7. R.A. Soeharyo
 
8. Imam Soemantri
 
9. Bambang Soesiloharjo
 
10. Ny. Dr. Abdullah
 
Selain disekolahkan, Soerjopranoto mendapat didikan di rumah tentang budi pekerti, dan sesuai dengan adat pusaka kebangsawanan, ia diwajibkan mengerti dan memahami sen itari, ''karawitan'', kesusastraan (membuat puisi Jawa yang dilagukan atau ''tembang''). Menjelang dewasa, mulailah Soerjopranoto mempelajari soal ketatanegaraan, perekonomian, kemasyarakatan, sejarah, keTuhanan dan lain sebagainya. Perpustakaannya meliputi kurang lebih 3500 buku tentang berbagai ilmu pengetahuan. Dia kemudian berhasil mendapat ijasah ''Klein Ambtenaar''.