Sublimasi (perubahan wujud zat): Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Dsucian (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Aleirezkiette (bicara | kontrib)
Dalam bahasa Austronesia, Tohor berasal dari kata TuquR ,yang berarti menguap , mengiring, menghilang kognat dengan menyublim. Makanya ada kapur tohor, karena sifatnya yg bisa menyublim
 
Baris 2:
[[Berkas:Nickelocen an einem Kühlfinger.jpg|thumb|right|[[Kristal]] [[nikelosena]] hijau tua, tersublimasi dan baru diendapkan pada sebuah [[jari dingin]]]]
 
'''Sublimasi''' atau '''pemadatan uappenohoran''' adalah perubahan suatu zat langsung dari wujud [[padat]] ke wujud [[gas]],<ref>{{cite Merriam-Webster|Sublimate}}</ref> tanpa melalui wujud cair.<ref>{{cite book |last1=Whitten |first1=Kenneth W. |last2=Gailey |first2=Kenneth D. |last3=Davis |first3=Raymond E. |title=General chemistry |url=https://archive.org/details/generalchemistry00whit_0 |url-access=registration |date=1992 |publisher=Saunders College Publishing |isbn=0-03-072373-6 |page=[https://archive.org/details/generalchemistry00whit_0/page/475 475] |edition=4}}</ref> Sublimasi adalah sebuah [[Reaksi endoterm|proses endotermik]] yang terjadi pada suhu dan tekanan di bawah [[titik tripel]] suatu zat dalam [[diagram fase]]nya, yang sesuai dengan tekanan terendah di mana zat tersebut dapat eksis sebagai cairan. Proses kebalikan dari sublimasi adalah [[Deposisi (perubahan wujud zat)|deposisi]], desublimasi, atau pengkristalan, di mana suatu zat berpindah langsung dari fase gas ke fase padat.<ref name="DepositionDef">{{cite journal |title=Controlling condensation and frost growth with chemical micropatterns |first1=Jonathan B. |last1=Boreyko |first2=Ryan R. |last2=Hansen |first3=Kevin R. |last3=Murphy |first4=Saurabh |last4=Nath |first5=Scott T. |last5=Retterer |first6=C. Patrick |last6=Collier |journal=Scientific Reports |year=2016 |volume=6 |pages=19131 |doi=10.1038/srep19131 |pmid=26796663 |pmc=4726256 |bibcode=2016NatSR...619131B}}</ref> Sublimasi juga disebut sebagai metode untuk mendapatkan kristal atau padatan murni yang mudah menyublim. Cara kerjanya adalah dengan menguapkan zat murni di dalam wadah yang ditutup, sementara bagian atasnya didinginkan menggunakan wadah berpendingin seperti air <ref>{{Cite book|last=Hernani|first=Hernani|date=2014|url=http://repository.ut.ac.id/4548/1/PEKI4101-M1.pdf|title=Kimia Dasar 1|location=Tangerang Selatan|publisher=Universitas Terbuka|isbn=9796898012|pages=1.9|url-status=live}}</ref>. Sublimasi juga telah digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan perubahan padat-ke-gas (sublimasi) dan diikuti oleh perubahan gas-ke-padat (deposisi).<ref>{{Dictionary.com|Sublime}}</ref> Jika [[vaporisasi]] dari cair ke gas terjadi sebagai [[penguapan]] dari permukaan jika terjadi di bawah titik didih suatu cairan, dan sebagai [[mendidih|pendidihan]] dengan pembentukan gelembung di bagian dalam cairan jika terjadi pada titik didih, tidak ada perbedaan seperti itu untuk perubahan padat-ke-gas yang selalu terjadi sebagai sublimasi dari permukaan.
 
Pada [[Temperatur dan tekanan standar|tekanan normal]], sebagian besar [[Senyawa kimia|senyawa]] dan [[unsur kimia]] memiliki tiga wujud yang berbeda pada [[suhu]] yang berbeda. Dalam kasus ini, perubahan dari wujud padat ke wujud gas membutuhkan sebuah wujud cair sebagai zat antara. Tekanan yang dimaksud adalah ''[[tekanan parsial]]'' zat tersebut, bukan tekanan ''total'' (misalnya tekanan atmosfer) dari seluruh sistem. Jadi, semua padatan yang memiliki [[tekanan uap]] yang cukup besar pada suhu tertentu biasanya dapat menyublim di udara (misalnya air es di bawah 0&nbsp;°C). Untuk beberapa zat, seperti [[karbon]] dan [[arsen]], sublimasi jauh lebih mudah daripada [[penguapan]] dari lelehan, karena tekanan titik tripel mereka sangat tinggi, dan sulit untuk mendapatkannya sebagai cairan.