Sudamala: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
M. Adiputra (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
M. Adiputra (bicara | kontrib)
Baris 4:
Kisah ini merupakan karya asli [[pujangga]] [[Jawa]], tetapi nama para tokoh utama dalam naskah ini ([[Durga]], [[Siwa]], [[Sadewa]]) diambil dari [[mitologi Hindu|cerita Hindu]] dan [[Itihasa|wiracarita]] ''[[Mahabharata]]'' dari [[India]], sementara beberapa tokoh pendamping (Kalantaka, Kalanjaya) tidak diambil dari cerita Hindu India. Kisah ini merupakan suatu [[interpolasi (sastra)|interpolasi]] yang tidak akan ditemukan dalam naskah-naskah Hindu dari India.<ref>{{citation|url=https://www.google.co.id/books/edition/Worshiping_Siva_and_Buddha/sfa2FiIERLYC?hl=en&gbpv=0|title=Worshiping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java|author= Ann R. Kinney, Marijke J. Klokke, Lydia Kieven| year=2003| isbn=9780824827793| publisher=University of Hawaii Press|page=257}}</ref>
 
Kisah ini diabadikan dalam bentuk panel [[relief]] yang ditemukan di sejumlah candi di pulau [[Jawa]], di antaranya [[Candi Ceto]], [[Candi Sukuh]], dan [[Candi Tegowangi]]. Kisah ini menyebar ke [[Bali]] yang didominasi [[umat Hindu]] dan istilah "sudamala" di sana menjadi identik dengan pembersihan secara spiritual.<ref name="margaret"/> Di [[Kabupaten Bangli]], terdapat sebuah [[pura]] bernama Pura Tirta Sudamala yang sering dipakai sebagai tempat ''[[melukat]]'' (pembersihan secara jasmani dan rohani) dan [[wikt:ruwatan|ruwatan]].
 
== Kisah ==