Penginjilan

menyebarkan Injil Yesus Kristus untuk tujuan pertobatan atau pemulihan hubungan dengan Kekristenan

Penginjilan (atau evangelisme) mengacu pada praktik menyampaikan informasi tentang set tertentu dari kepercayaan kepada orang lain yang tidak memegang keyakinan itu. Istilah ini sering digunakan dalam hubungannya dengan kekristenan.

Keempat Penginjil

Namun menilik pada perjalanan misi Isa Almasih atau Yesus Kristus ketika di bumi ini yang berdasarkan informasi dari kitab injil maupun sejarahnya, penginjilan sebenarnya lebih menekankan pada praktik kehidupan berbelas kasih itu sendiri, lebih dari sekadar penyampaian informasi. Penginjilan menekankan pada kehidupan alamiah yang melibatkan tiap manusia untuk memiliki hati yang tergerak akan belas kasih pada sesama manusia, siapapun, kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun. Penginjilan tidak seharusnya berhubungan dengan tujuan pemindahan agama orang lain menjadi agama yang sama dengan sang penginjil.

Orang Kristen yang mengkhususkan diri dalam penginjilan dikenal sebagai penginjil apakah mereka berada di komunitas asal mereka atau hidup sebagai misionaris di lapangan. Beberapa tradisi Kristen menganggap penginjil berada dalam posisi kepemimpinan, mereka dapat ditemukan berkhotbah kepada pertemuan besar atau dalam peran pemerintahan. Kelompok-kelompok Kristen yang secara aktif mendorong penginjilan kadang-kadang dikenal sebagai penginjilan atau penginjil. Tulisan suci tidak menggunakan kata penginjilan, tetapi penginjil digunakan dalam Kisah Para Rasul 21:08, Efesus 4:11, dan 2 Timotius 4:5.

Komunikasi iman Kristen untuk wilayah geografis dan budaya baru sering disebut sebagai evangelisasi, atau secara khusus, penginjilan dunia.