Silima Pungga Pungga, Dairi
Silima Pungga Pungga adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Dairi, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Ibukota kecamatan berada di kelurahan Parongil. Kecamatan Silima Pungga Pungga berbatasan langsung dengan Kota Subulussalam, provinsi Aceh.
Silima Pungga Pungga | |
---|---|
Negara | Indonesia |
Provinsi | Sumatera Utara |
Kabupaten | Dairi |
Pemerintahan | |
• Camat | Horas Parlagutan Pardede[1] |
Populasi (2024) | |
• Total | 15.675 jiwa |
• Kepadatan | 164/km2 (420/sq mi) |
Kode pos | 22262 |
Kode Kemendagri | 12.11.05 |
Kode BPS | 1210060 |
Luas | 88,35 km² |
Kepadatan | 164 |
Desa/kelurahan | 15 desa 1 kelurahan |
Etimologi
suntingNama Silima Pungga Pungga berasal dari kata dalam Bahasa Pakpak silima mpung mpung yang memiliki arti kelima nenek. Kata ini mengacu kepada lima marga yang dipercaya sebagai penduduk pertama wilayah Silima Pungga Pungga. Adapun kelima marga tersebut adalah;
- Marga Angkat yang menempati daerah Bantun Kerbo, dan pada upacara adat Pakpak berkedudukan sebagai Perpunca niadep
- Marga Saing yang menempati daerah Kaban Julu, dan pada upacara adat Pakpak berkedudukan sebagai Perbetekken
- Marga Padang yang menempati daerah Guru Tuha, dan pada upacara adat Pakpak berkedudukan sebagai Pertulen tengah
- Marga Saraan yang menempati daerah Sempung Polling, dan pada upacara adat Pakpak berkedudukan sebagai Perisang-isang
- Marga Sambo yang menempati daerah Gumuntur, dan pada upacara adat Pakpak berkedudukan sebagai Perekur-ekur
Seiring dengan perkembangan zaman, dimana terdapat arus migrasi besar dari Tapanuli, secara khusus dari kawasan Toba menyebabkan asimilasi baik budaya dan bahasa. Dampak asimilasi tersebut membuat perubahan penyebutan silima mpung mpung menjadi silima pungga pungga yang berlaku sampai sekarang.[2]
Wilayah Administratif
suntingKecamatan Silima Pungga Pungga terdiri dari 1 kelurahan dan 15 desa yang adalah sebagai berikut:
Demografi
suntingSuku
suntingPenduduk kabupaten Dairi, pada umumnya merupakan etnis Batak Dairi, dan ada juga sebahagian besar lainnya berasal dari suku Batak Karo dan Batak Toba, serta sebagian kecil Batak Angkola dan Batak Simalungun. Beberapa suku pendatang yang umumnya berada di ibukota kabupaten, seperti suku Aceh, Jawa, Minangkabau, dan suku lainnya.
Sementara itu, mayoritas penduduk Kecamatan Silima Pungga Pungga adalah Suku Batak Toba. Marga yang mendominasi di Kecamatan Silima Pungga Pungga adalah kelompok marga Nai Rasaon (marga Manurung, Sitorus, Sirait, dan Butarbutar) mencapai sekitar 19,76% dari penduduk Kecamatan Silima Pungga Pungga.[4]
Sedangkan marga dari Suku Pakpak hanya berjumlah sekitar 10,33% dari total penduduk Kecamatan Silima Pungga Pungga, dimana marga terbanyak adalah Cibro, Manik, Berutu, dan Boangmanalu.[4]
Agama
suntingMayoritas penduduk Kecamatan Silima Pungga Pungga memeluk agama Kristen.
Referensi
sunting- ^ "Pejabat Kecamatan di Kabupaten Dairi". www.dairikab.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-22. Diakses tanggal 9 Februari 2022.
- ^ Kecamatan Silima Pungga-Pungga Dalam Angka tahun 2010 Kabupaten Dairi, Badan Pusat Statistik Kabupaten Dairi, 2010, halaman 3.
- ^ Data diolah dari Daftar Pemilih Pemilu 2019 Kecamatan Silima Pungga Pungga
- ^ a b Data diolah dari Daftar Pemilih Pemilu 2019 Kecamatan Silima Pungga Pungga[pranala nonaktif permanen]
- ^ "Visualisasi Data Kependudukan". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 06 Januari 2025.