Taman Nasional Gran Paradiso

taman nasional di Italia

Taman Nasional Gran Paradiso (bahasa Italia: Parco nazionale del Gran Paradiso,[2] bahasa Prancis: Parc national du Grand Paradis), adalah sebuah taman nasional Italia di Graia Alpen, antara Lembah Aosta dan wilayah Piedmont.[3] Taman nasional ini diberi nama sesuai nama Gunung Gran Paradiso, yang terletak di dalam taman ini, dan bersebelahan dengan Taman Nasional Vanoise Prancis. Wilayah yang termasuk dalam taman ini pada mulanya tertutup untuk melindungi Alpine ibex dari para pemburu liar, karena taman ini merupakan daerah perburuan pribadi bagi Raja Victor Emmanuel II, tetapi sekarang juga melindungi spesies lainnya.[4]

Parco nazionale del Gran Paradiso
Parc national du Grand-Paradis
Peta memperlihatkan letak Parco nazionale del Gran Paradiso Parc national du Grand-Paradis
Letak taman nasional
Koordinat45°30′10″N 7°18′36″E / 45.50278°N 7.31000°E / 45.50278; 7.31000
Luas703 km2 (271 sq mi) [1]
Didirikan1922
Pihak pengelolaMinistero dell'Ambiente
http://www.pngp.it

Sejarah

sunting

Pada awal abad ke-19, dikarenakan perburuan, Alpine ibex bertahan di wilayah Gran Paradiso dan Vanoise. Sekitar 60 ekor ibex bertahan hidup di sini.[5] Ibex diburu secara intensif, sebagian untuk olahraga, tetapi juga karena bagian tubuh mereka dianggap memiliki sifat terapeutik (penyembuhan):[4] jimat dibuat dari sebuah tulang berbentuk salib kecil dekat jantung ibex dengan tujuan untuk melindungi dari pembunuhan.[3] Karena penurunan populasi ibex yang mengkhawatirkan, Victor Emmanuel, yang segera menjadi Raja Italia, mempermaklumkan Cagar Alam Perburuan Kerajaan Gran Paradiso pada tahun 1856. Penjaga pelindung dibangun bagi ibex. Jalur yang ditata untuk ibex masih digunakan saat ini sebagai bagian dari 724 kilometer (450 mil) jalan setapak yang ditandai dan jalur keledai.[4]

Pada tahun 1920, cucu laki-laki Victor Emmanuel II Raja Victor Emmanuel III menyumbangkan taman yang aslinya seluas 21 kilometer persegi (5.189 acre),[4] dan taman tersebut dibangun pada tahun 1922.[2] Ini merupakan taman nasional pertama Italia.[6] Ada sekitar 4.000 ekor ibex dalam taman ini ketika terlindungi.[7] Terlepas dari keberadaan taman tersebut, ibex diburu secara liar hingga tahun 1945, ketika hanya tersisa 419 ekor. Perlindungan mereka meningkat, dan saat ini hampir mencapai 4.000 ekor di taman ini.[4]

Geografi

sunting
 
Gunung Gran Paradiso.
 
Plateau de Nivolet.

Taman ini terletak di Graia Alpen di wilayah Piedmont (di Kota Metropolitan Turin) dan Lembah Aosta di barat laut Italia.[2][3] Ini mencakup 703 kilometer persegi (173.715 acre) relief topografi dataran tinggi.[4] 10% area permukaan taman itu berhutan. 16,5% digunakan untuk pertanian dan padang rumput penggembalaan, 24% tidak digarap, dan 40% diklasifikasikan sebagai tidak subur. 9,5% luas permukaan taman ditutupi oleh 57 gletser.[3] Pegunungan dan lembah taman ini terbentuk oleh gletser dan sungai.[8]

Referensi

sunting
  1. ^ "Gran Paradiso National Park". World Database on Protected Areas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-08-28. Diakses tanggal 2008-03-12. 
  2. ^ a b c "Parco Nazionale del Gran Paradiso". Protected Areas and World Heritage Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 10, 2008. Diakses tanggal 2008-03-12. 
  3. ^ a b c d Price, Gillian (1997). Walking in Italy's Gran Paradiso. Cicerone Press Limited. hlm. 13–16. ISBN 1-85284-231-8. 
  4. ^ a b c d e f Riley, Laura; William Riley (2005). Nature's Strongholds: The World's Great Wildlife Reserves. Princeton University Press. hlm. 390–392. ISBN 0-691-12219-9. 
  5. ^ Nowak, Ronald M. (1999). Walker's Mammals of the World. JHU Press. hlm. 1224. ISBN 0-8018-5789-9. 
  6. ^ Mose, Ingo (2007). Protected Areas and Regional Development in Europe. hlm. 132. ISBN 0-7546-4801-X. 
  7. ^ Akitt, James Wells (1997). The Gran Paradiso and Southern Valdotain: The Long Distance Walks. Cicerone Press Limited. hlm. 51. ISBN 1-85284-247-4. 
  8. ^ "The Parc environments". Parco Nazionale Gran Paradiso. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-31. Diakses tanggal 2008-03-12. 

Pranala luar

sunting