Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
k fix
 
(6 revisi perantara oleh satu pengguna lainnya tidak ditampilkan)
Baris 233:
 
Dalam organisasi, keberadaan komunikasi informal tidak dapat dikesampingkan karena dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.
 
== Etika Komunikasi yang Baik – Etiket, Teknik, dan Implementasinya ==
Sebagai makhluk sosial, kita tentu tahu bahwa etika adalah termasuk hal mendasar dalam kehidupan manusia. Terlebih lagi kita sebagai orang Indonesia yang sedari kecil sudah biasa diajari tentang sopan santun, tata krama, dan adat kebiasaan. Mengenai bagaimana harus bersikap dengan orang lain, dan sebagainya.
 
Etika sendiri merupakan cabang utama ilmu filsafat yang mempelajari mengenai nilai-nilai mengenai benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab yang menjadi standar dan penilaian moral dalam masyarakat atau publik. Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ''ethikos'' yang berarti ''timbul dari kebiasaan''. (Baca juga: Pengantar Ilmu Komunikasi)
 
'''Etika Menurut Ahli'''
 
Meski kita sudah cukup familiar dengan etika, namun sebagai cabang ilmu tentunya etika memiliki pengertian secara ilmiah. Terdapat beberapa pengertian etika menurut para ahli, yaitu:
 
# '''Prof. DR. Franz Magnis Suseno''' : “Ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang mmberikan arah dan pijakan dalam tindakan manusia.”
# '''James J. Spillane SJ''' : “Etika adalah mempertimbangkan dan memperhatikan tingkan laku manusia dalam mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan moral, yang mana lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia untuk menentukan benar atau salah.”
# '''Maryani dan Ludigdo''' : “Seperangkat norma, aturan, atau pedoman yang mengatur segala perilaku manusia, baik yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan, yang dianut oleh sekelompok masyarakat.
 
== '''Jenis-Jenis Etika''' ==
Setelah memahami mengenai pengertian etika, selanjutnya kita perlu memahami apa saja jenis-jenis etika. Secara garis besar, etika dibagi ke dalam dua jenis, yaitu:
 
=== Etika Umum ===
Sesuai dengan namanya, etika umum adalah etika yang membahas mengenai kondisi dasar dan umum tindakan manusia secara etis. Standar bertindak secara etis ini yang kemudian dijadikan acuan untuk manusia dalam bertindak dan bertingkah laku. Etika umum telah diterapkan sebagai tolak ukur secara umum dalam menilai baik atau buruk dan benar atau salah suatu hal atau tindakan. Beberapa standar yang termasuk etika umum adalah adat istiadat yang berlaku, norma masyarakat, dan norma agama.
 
=== Etika Khusus ===
Kebalikan dari etika umum yang bersifat ''general,'' etika khusus adalah etika yang mencakup prinsip-prinsip pada bidang kehidupan tertentu. Etika khusus ini erat kaitannya dengan peran, profesi atau bagian tertentu dalam masyarakat. Misalnya, etika khusus seorang anak, etika khusus pelajar, etika khusus dokter, etika khusus jurnalis, dan lain sebagainya.
 
Etika khusus dibagi lagi ke dalam dua kategori, yaitu:
 
# Etika individual, yaitu etika khusus yang mencakup standar dan acuan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. Misalnya, seorang manusia harus paham bagaimana menghargai dirinya sendiri dengan tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri seperti memakai narkoba atau bunuh diri.
# Etika sosial, yaitu etika khusus yang mencakup standar dan acuan sikap manusia terhadap orang lain, lingkungan, dan publik sebagai anggota dari masyarakat sosial. Misalnya, seorang manusia harus memahami bagaimana bersikap dengan orang lain.
 
 
 
'''Aliran Etika'''
 
Selain terbagi menjadi dua jenis, etika juga terbagi ke dalam empat aliran. Aliran-aliran etika yaitu:
 
# '''''Deontologis''''', adalah etika yang memandang bahwa nilai dari sebuah tindakan tidak dilihat dari tercapainya tujuan, namun dari niat baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan tersebut.
# '''''Teologis'''''. Berbeda dengan etika deontologis yang tidak mementingkan tujuan, etika ini intinya adalah tujuan atau akibat dari sesuatu. Jadi etika ini menyatakan bahwa walaupun manusia sudah memilliki niat baik dalam bertindak, tetap saja harus diiringi dengan tujuan akhir yang baik juga.
# '''''Egoisme'''''. Dalam egoisme, manusia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan diri dengan hal-hal yang menguntungkan bagi dirinya sendiri dan tidak mempedulikan orang lain. Egoisme adalah mementingkan kepentingan dan urusan pribadi diatas kepentingan orang lain, untuk mengejar tujuan pribadi.
# '''''Utilitarisme.''''' Diambil dari kata latin ''utilis'' yang artinya bermanfaat, utilitarisme adalah tindakan yang dilakukan manusia untuk memberi manfaat kepada orang lain, baik di sekitarnya maupun cakupan masyarakat yang lebih luas lagi.
 
== '''Etika Dalam Komunikasi''' ==
Sebagai makhluk sosial, tentunya komunikasi tidak lepas dari kehidupan sehari-hari kita. Dan seperti yang telah diulas sebelumnya, komunikasi sebagai bagian dari kehidupan juga memiliki etika di dalamnya. Etika komunikasi merupakan salah satu dari etika khusus, karena membahas bagian tertentu dari kehidupan manusia. (Baca juga: Komunikasi Antar Pribadi)
 
Etika sendiri merupakan nilai dan norma yang berlaku untuk dijadikan pandangan dan standar manusia dalam bertindak dan bertingkah laku. Dalam kaitannya dengan komunikasi, etika komunikasi mencakup segala nilai dan norma yang menjadi standar dan acuan manusia dalam berkomunikasi dengan orang lain. Etika komunikasi menilai mana tindakan komunikasi yang baik dan buruk berdasarkan standar yang berlaku.
 
Karena komunikasi merupakan salah satu hal yang krusial dalam kehidupan manusia, maka penting bagi kita untuk memahami mengenai etika komunikasi. Tanpa adanya etika komunikasi, dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kesalahpahaman, pertengkaran, perselisihan, dan lain sebagainya. Selain itu, etika komunikasi yang tidak diketahui dan diterapkan akan menyebabkan hubungan kita dengan orang lain jadi buruk. Tentunya itu akan berakibat tidak baik, karena bagaimanapun juga kita adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan dan dibutuhkan orang lain.
 
 
 
Guna menghindari terjadinya hal-hal seperti itu, kita akan membahas lebih lanjut mengenai etika komunikasi apa saja yang penting dan mendasar dalam kehidupan sehari-hari.
 
Etika dalam komunikasi ada beragam dan tentunya tidak akan cukup jika dibahas semua disini. Pada tulisan ini, kita akan membahas beberapa etika dalam komunikasi yang sering kita lakukan dan temui sehari-hari.
 
Memulai Pembicaraan
 
Dalam keseharian, tentunya kita pernah bertemu dengan keadaan yang membuat kita harus atau ingin memulai pembicaraan dengan orang lain. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu:
 
1. Lihat keadaan calon lawan bicara.
 
Apakah dia terlihat sedang sibuk atau terburu-buru? Kalau iya, mungkin kita harus mencoba berbicara lain kali. Karena nanti kita justru akan mengganggu orang itu dan membuatnya tidak nyaman.
 
2. Ramah dan sopan.
 
Sapa lah lawan bicara anda dengan ramah dan sopan, namun tidak terkesan dibuat-buat. Kita bisa mengajukan pertanyaan basa-basi untuk pembuka seperti apa kabar, mau kemana, dari mana, dan semacamnya.
 
3. Jangan hanya bicara, dengarkan juga.
 
Kebanyakan orang mengasumsikan komunikasi selalu berkaitan dengan bicara, padahal tidak hanya itu. Mendengarkan juga salah satu bagian dari komunikasi, dan hal ini sangat penting untuk dilakukan. Ketika kita terlalul sibuk bicara dan tidak memperhatikan apa yang diucapkan lawan bicara, kita seperti tidak menghargainya.
 
Baca juga: Teori Komunikasi Antar Budaya
 
Komunikasi Tatap Muka
 
Komunikasi tatap muka bisa dibilang komunikasi yang hampir setiap hari kita lakukan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam komunikasi tatap muka atau langsung:
 
1. Tatap mata lawan bicara.
 
Hal yang pertama harus dilakukan adalah menatap lawan bicara kita. Jangan sampai kita malah melihat ke arah yang lain dan membuat lawan bicara terganggu atau merasa tidak diperhatikan. Jika kesulitan menatap langsung pada mata lawan bicara, kita bisa melihat ke arah garis tengah antara kedua matanya (yang sejajar dengan hidung).
 
2. Jaga intonasi dan kecepatan bicara.
 
Bicaralah dengan suara yang stabil, tidak terlalu pelan atau terlalu tinggi. Keduanya bisa menyebabkan orang salah mengerti dan tidak paham apa yang kita bicarakan. Selain itu, bicaralah dengan kecepatan normal supaya dapat disimak dengan baik.
 
3. Lontarkan pertanyaan.
 
Sekali lagi, jangan hanya sibuk bicara dan tidak menyimak apa yang dibicarakan lawan bicara kita. Dengarkanlah baik apa yang dikatakan lawan bicara, dan sahutilah dengan melontarkan pertanyaan atau pernyataan.
 
Komunikasi Lewat Media
 
Seiring dengan melesatnya perkembangan teknologi, komunikasi melalui media bisa dibilang sebagai komunikasi yang paling sering kita lakukan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
 
1. Perhatikan gaya tulisan dan tanda baca.
 
Karena komunikasi lewat media kebanyakan mengandalkan tulisan, kita harus lebih berhati-hati dengan gaya bahasa yang kita tulis. Apakah sudah tepat, atau seperti orang marah? Selain itu, penggunaan tanda baca juga sangat penting terutama tanda seru. Sebaiknya kita meminimalisir penggunaan tanda seru atau huruf besar semua, karena cenderung membuat orang berpikir kalau kita marah.
 
2. Atur intonasi (jika menelpon).
 
Menelpon memang terdengar suara, namun mimik dan ekspresi wajah tidak dapat terlihat. Karena itu kita perlu mengatur intonasi suara kita ketika sedang menelpon. (Baca juga: Teori Ilmu Komunikasi)
 
3. Pikirkan apa yang ingin ditulis.
 
Komunikasi lewat media memungkinkan kita untuk berpikir sedikit lebih lama mengenai apa yang akan kita komunikasikan. Gunakan kesempatan itu untuk mengkomunikasikan hal-hal dengan lebih baik dan menyortir kalimat yang tidak patut. Tidak perlu terburu-buru, orang juga tahu kalau mengetik itu membutuhkan waktu lebih lama daripada bicara langsung. Tapi jangan juga membiarkan pesan orang tidak dibalas lama, karena itu akan membuat orang bertanya-tanya dan salah paham.
 
Menyambut Tamu
 
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyambut tamu:
 
1. Berpakaian yang rapi dan pantas.
 
Meskipun berada di rumah sendiri, dalam menyambut tamu kita seharusnya memakai pakaian yang pantas. Tentu tidak akan enak dilihat tamu jika kita hanya berpakaian daster atau baju yang kotor.
 
2. Menyuguhkan minuman.
 
Terkadang tamu akan bilang tidak usah jika ditawari minuman, namun meski begitu kita perlu menyediakannya. Bisa jadi si tamu malu atau basa-basi saja. Tidak perlu memaksakan menyuguhkan yang berlebihan, namun setidaknya minuman yang minimal ada.
 
3. Sampaikan terima kasih.
 
Tamu bertandang ke rumah kita dengan menempuh perjalanan dan menyisihkan waktunya untuk bertemu kita. Karena itu, sampaikanlah ungkapan penghargaan kita pada tamu karena telah berkunjung.
 
== Teknik Komunikasi yang Baik ==
Sebagai hal yang selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi harus dilakukan dengan baik. Berikut adalah beberapa teknik komunikasi yang baik:
 
* Bicara dengan jelas.
 
Komunikasi intinya adalah menyampaikan pesan kepada lawan bicara, dan tugas kita adalah bagaimana agar pesan tersebut sampai sesuai dengan keinginan kita. Yang paling penting adalah bicara apa yang kita maksudkan dengan jelas, supaya tidak ada kesalahpahaman. (Baca juga: )
 
* Mendengarkan dengan baik.
 
Seperti yang telah diulas sebelumnya, mendengarkan adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi. Tanpa kita berusaha mendengarkan baik, komunikasi yang terjalin tidak akan efektif. Kita tidak memperhatikan apa yang dibicarakan orang lain dan membuat komunikasi jadi terhambat.
 
* Perhatikan lawan bicara.
 
Kita berkomunikasi dengan lawan bicara, maka kita harus perhatikan lawan bicara kita. Dengan begitu, lawan bicara merasa dihargai dan komunikasi berjalan lebih lancar. Kalau sudah begitu, hubungan yang terjalin dengan lawan bicara pun akan terus terjalin dengan baik.
 
* Konfirmasi jika merasa salah paham.
 
Dalam berkomunikasi, kita tidak dapat terhindar dari adanya kesalahpahaman. Kesalahpahaman bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya gangguan lingkungan atau ketidakfokusan kita dalam menyimak. Karena itu, perlu dikonfirmasikan langsung hal yang disalahpahami guna meluruskan keadaan.
 
* Perhatikan komunikasi non-verbal.
 
Seperti yang dibahas sebelumnya, komunikasi bukan hanya soal bicara atau verbal. Ada juga aspek-aspek komunikasi non-verbal dan justru peranannya jauh lebih besar dibanding komunikasi verbal. Contoh dari komunikasi non-verbal adalah gestur tubuh, mimik wajah, penampilan, tanda baca, dan lain sebagainya.
 
== Etiket Komunikasi ==
Etiket dikenal juga sebagai tata krama, yang mengatur sikap dan tindakan manusia dalam bergaul dengan manusia lain berdasarkan standar sopan santun dan adab. Etiket sebenarnya secara sadar atau tidak sudah banyak kita pelajari dan pahami sedari kecil. Namun untuk lebih jelasnya lagi, berikut adalah contoh dari etiket komunikasi:
 
# Pengunaan bahasa yang baik dan intonasi yang sesuai.
# Mengucapkan permisi ketika lewat di depan orang lain.
# Mengucapkan tolong ketika minta bantuan.
# Mengucapkan terima kasih ketika mendapat bantuan.
# Mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan.
# Menghormati orang-orang yang lebih tua.
# Mengurangi kebiasaan menyela ucapan orang lain.
 
== Manfaat Mempelajari Etika Komunikasi ==
Setelah membahas berbagai hal mengenai etika komunikasi, berikut adalah manfaat dari mempelajari etika komunikasi:
 
# Melancarkan komunikasi dengan orang lain.
# Memahami apa yang dikomunikasikan orang lain.
# Diterima dalam sosial masyarakat karena mengikuti etika yang berlaku.
# Memperkuat hubungan yang terjalin dengan orang lain.
# Pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih baik.
# Dihargai orang lain karena kita menghargai mereka juga.
# Tidak bertindak sembarangan dan seenaknya dalam berkomunikasi.
 
https://pakarkomunikasi.com/etika-komunikasi
 
== Jenis-Jenis Hambatan Komunikasi ==
Hambatan komunikasi adalah segala sesuatu yang menghalangi atau mengganggu tercapainya komunikasi yang efektif. Hambatan komunikasi dapat mempersulit dalam mengirim pesan yang jelas, mempersulit pemahaman terhadap pesan yang dikirimkan, serta mempersulit dalam memberikan umpan balik yang sesuai.
 
Secara garis besar, terdapat 4 (empat) jenis hambatan komunikasi yaitu hambatan personal, hambatan fisik, hambatan kultural atau budaya, serta hambatan lingkungan
 
* '''Hambatan personal'''
 
Hambatan personal merupakan hambatan yang terjadi pada peserta komunikasi, baik komunikator maupun komunikan/komunikate. Hambatan personal dalam komunikasi meliputi sikap, emosi, ''stereotyping'', prasangka, bias, dan lain-lain.
 
* '''Hambatan kultural atau budaya'''
 
Komunikasi yang kita lakukan dengan orang yang memiliki kebudayaan dan latar belakang yang berbeda mengandung arti bahwa kita harus memahami perbedaan dalam hal nilai-nilai, kepercayaan, dan sikap yang dipegang oleh orang lain.
 
Hambatan kultural atau budaya mencakup bahasa, kepercayan dan keyakinan. Hambatan bahasa terjadi ketika orang yang berkomunikasi tidak menggunakan bahasa yang sama, atau tidak memiliki tingkat kemampuan berbahasa yang sama.
 
Hambatan juga dapat terjadi ketika kita menggunakan tingkat berbahasa yang tidak sesuai atau ketika kita menggunakan jargon atau bahasa “slang” atau “prokem” atau “alay” yang tidak dipahami oleh satu atau lebih orang yang diajak berkomunikasi.
 
Hal lain yang turut memberikan kontribusi terjadinya hambatan bahasa adalah situasi dimana percakapan terjadi dan bidang pengalaman ataupun kerangka referensi yang dimiliki oleh peserta komunikasi mengenai hal yang menjadi topik pembicaraan. (Baca : Komunikasi Antar Budaya)
 
* '''Hambatan fisik'''
 
Beberapa gangguan fisik dapat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Hambatan fisik komunikasi mencakup panggilan telepon, jarak antar individu, dan radio. Hambatan fisik ini pada umumnya dapat diatasi.
 
* '''Hambatan lingkungan'''
 
Tidak semua hambatan komunikasi disebabkan oleh manusia sebagai peserta komunikasi. Terdapat beberapa faktor lingkungan yang turut mempengaruhi proses komunikasi yang efektif. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat mengalami rintangan yang dipicu oleh faktor lingkungan yaitu latar belakang fisik atau situasi dimana komunikasi terjadi. Hambatan lingkungan ini mencakup tingkat aktifitas, tingkat kenyamanan, gangguan, serta waktu.
 
== Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi ==
Berbagai hambatan komunikasi yang dapat menyebabkan ketidakefektifan komunikasi dapat kita atasi dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini :
 
'''1. Pengirim pesan/komunikator/''sender'''''
 
Komunikasi adalah suatu proses yang berlangsung dua arah dan diawali oleh pengirim pesan. Pengirim pesan hendaknya merumuskan informasi sedemikian rupa agar tujuan komunikasi tercapai. Pengirim pesan harus proaktif dalam membuat penerima/komunikan/komunikator/''receiver'' mengerti dan memahami pesan yang disampaikan. Seringkali, apa yang dikatakan tidak selalu sesuai dengan apa yang didengar. Untuk menghindarinya, hal-hal yang harus dilakukan adalah :
 
• Menyatakan satu ide atau gagasan dalam satu waktu.
 
• Menyatakan ide atau gagasan dengan singkat.
 
• Memberikan penjelasan ketika diperlukan.
 
• Melakukan pengulangan jika diperlukan.
 
• Menerima dan memberikan umpan balik.
 
• Melakukan pilihan kata, nada suara dan bahasa tubuh yang tepat.
 
• Mengembangkan sikap empati terhadap penerima/komunikan/komunikate/''receiver'' dalam mengatasi hambatan kultural atau budaya dalam komunikasi.
 
 
 
'''2. Pesan'''
 
Pesan merupakan informasi sederhana yang ingin disampaikan oleh pengirim pesan kepada penerima. Pesan dapat berupa pesan verbal maupun pesan non verbal. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah, pengirim harus :
 
* Menggunakan terminologi yang tepat.
* Berbicara dengan jelas.
* Waktu pengiriman pesan disesuaikan dengan kesiapan penerima pesan untuk mendengarkan atau menerima pesan.
* Menggunakan volume suara yang sesuai.
* Pesan yang disampaikan hendaknya bersifat inklusif dan informatif. Inklusif artinya bahwa pesan berisi segala sesuatu yang diperlukan oleh penerima pesan untuk memahami maksud pengirim. Informasi artinya pesan merupakan sesuatu yang ingin diketahui oleh penerima pesan.
 
 
 
'''3. Penerima/komunikan/komunikate/''receiver'''''
 
Penerima pesan membutuhkan informasi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untuk itu, penerima pesan harus memegang kendali atas seluruh proses komunikasi yang berlangsung. Agar penerima pesan memegang kendali, adalah penting bagi penerima pesan untuk yakin bahwa pengirim pesan memahami apa yang diinginkan oleh penerima pesan dan mengapa mereka menginginkannya.
 
Aktif mendengarkan adalah suatu proses yang digunakan oleh penerima pesan untuk memfasilitasi komunikasi dan meningkatkan penampilan. Dalam artian, penerima pesan aktif dalam proses komunikasi. Agar penerima pesan dapat mendengarkan dengan aktif, hal-hal yang perlu dilakukan oleh penerima pesan adalah :
 
* Fokus perhatian pada pesan yang disampaikan dengan memberikan momen prioritas. Jika memungkinkan melihat atau melakukan kontak mata kepada pengirim pesan.
* Mendengar dan melihat isi pesan tidak langsung atau non verbal sama baiknya ketika mendengarkan kata-kata. Perhatikan petunjuk non verbal yang menyajikan informasi berdasar pada apa yang ingin disampaikan oleh pengirim pesan. Persepsi yang diberikan oleh penerima pesan terhadap pesan dan pengirim pesan dapat berbeda. Pilihan kata, nada suara, posisi tubuh, geture dan gerakan mata merefleksikan perasaan dibalik kata-kata yang diucapkan.
* Menjaga pikiran tetap terbuka dan hindari penilaian.
* Melakukan verfikasi terhadap apa yang didengar atau disampaikan. Jangan berasumsi bahwa persepsi yang diberikan terhadap pesan merupakan bentuk persetujuan dengan tujuan pengirim pesan. Berikan umpan balik yang tepat kepada pengirim pesan.
 
 
 
'''4. Umpan Balik Pesan'''
 
Penerima yang efektif memverifikasi pemahaman mereka terhadap pesan yang dikirim oleh pengirim pesan. Mereka menyadari kata-kata, nada suara, dan bahasa tubuh ketika mereka memberikan umpan balik. Berbagai bentuk umpan balik yang diberikan dapat berupa pengakuan, pengulangan, dan parafrase.
 
Kemudian, yang dimaksud dengan pengakuan adalah bahwa penerima pesan telah menerima dan memahami pesan yang disampaikan. Untuk pesan yang bersifat informatif yang rumit, pengakuan saja tidaklah cukup untuk memastikan dan memahami pesan yang disampaikan. Sedangkan, yang dimaksud dengan pengulangan adalah mengulang kembali kata-kata yang disampaikan oleh pengirim pesan.
 
Terakhir, yang dimaksud dengan parafrase adalah mengulang kata-kata yang disampaikan oleh penerima pesan sendiri kepada pengirim pesan. Parafrase memungkinkan penerima pesan untuk melakukan verifikasi terhadap pemahaman pesan dan menunjukkan kepada pengirim pesan bahwa penerima pesan mendengarkan pesan dengan baik.
 
https://pakarkomunikasi.com/hambatan-hambatan-komunikasi
 
 
== Komunikasi Bisnis ==
Baris 247 ⟶ 497:
* Menggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.<sup>[''[[wikipedia:Kutip sumber tulisan|butuh rujukan]]'']</sup>
* Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.<sup>[''[[wikipedia:Kutip sumber tulisan|butuh rujukan]]'']</sup>
'''Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli'''
 
Adapun pengertian komunikasi bisnis menurut para ahli di antaranya:
 
* '''''Djoko Purwanto''''' dalam bukunya yang berjudul ‘Komunikasi Bisnis’ (2003) terbitan Erlangga menyebutkan bahwa Komunikasi Bisnis adalah kegiatan yang meliputi pengiriman dan penerimaan pesan-pesan di antara dua orang, kelompok kecil atau dalam satu lingkungan atau lebih dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku di dalam suatu organisasi. (Baca juga: Pola Komunikasi Organisasi)
* '''''James Floyd''''' dan kawan-kawannya dalam ‘Komunikasi Bisnis dan Profesionalisme’ (2006)’ mengungkap bahwa Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis. Di dalamnya mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis.
* '''''Katz''''' mengatakan bahwa Komunikasi Bisnis adalah adanya pertukaran pesan, ide, dan konsep. Ketiganya berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil.
 
== Efektivitas Komunikasi Bisnis ==
Efektivitas komunikasi bisnis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya :
 
'''1. Persepsi'''
 
Dalam hal ini, komunikator harus dapat memprediksi lewat berbagai persepsi terkait apakah pesan yang disampaikan dapat dipahami serta diterima oleh komunikan atau ''receiver.''
 
'''2. Keberhasilan teknologi informasi dan komunikasi'''
 
Di era teknologi ini, efektivitas komunikasi bisnis juga berpengaruh pada komunikasi dalam teknologi informasi. Hal ini mencakup adanya nilai produk dan jenis besar kecilnya manufaktur yang memiliki perbedaan karakteristik sistem informasi yang dibutuhkan.
 
Selain itu juga diperlukan jaringan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menyediakan jaringan luas hingga daerah terpencil pun. Dan yang terakhir adalah performa perusahaan yang tinggi juga merupakan faktor yang menentukan dan biaya yang dapat dipertimbangkan agar efisien.
 
Hal ini dikarenakan internet merupakan suatu media komunikasi yang memiliki peranan penting dalam perkembangan bisnis. Perkembangan bisnis tersebut mencakup nilai produk, aktivitas operasional, dan pelayanan jasa. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di dalam internet di antara :
 
* Berbagi data internal.
* Rekruitmen.
* Mencari partner atau pelanggan.
* Mencari informasi luar.
* Pembelian peralatan.
* Promosi produk.
* Fasilitas pelanggan.
* Media kolaborasi dengan partner.
* Publikasi perkembangan perusahaan.
 
'''3. Ketepatan'''
 
Dalam hal ini dikarenakan komunikan pastinya memiliki kerangka berpikir yang berbeda-beda. Supaya informasi sampai dengan tepat, maka komunikator perlu mengekspresikan atau mengimpplementasikan kerangka berpikir komunikan. (Baca juga: Filsafat Komunikasi)
 
'''4. Kredibilitas'''
 
Komunikator pun perlu adanya keyakinan bahwa komunikan dapat dipercaya, sehingga dia akan mendapatkan kepercayaan pula dari komunikan.
 
'''5. Pengendalian'''
 
Komunikan pastinya nanti akan memberikan tanggapan berupa ''feedback.'' Di sinilah tugas komunikator untuk bisa mengendalikan tanggapan dari komunikan.
 
'''6. Kecocokan'''
 
Komunikator yang baik selalu menjaga kepercayaan dan hubungan yang baik dengan komunikan. Sehingga terjalinlah persahabatan antara perusahaan dengan komunikan.
 
Baca juga : Teori Public Relations
 
'''Unsur-Unsur Komunikasi Bisnis'''
 
Di dalam komunikasi bisnis akan terlaksana dengan baik ketika terdapat adanya unsur-unsur komunikasi bisnis yang tertata rapi. Unsur-unsur komunikasi bisnis ini di antaranya :
 
# Tujuan berkomunikasi, dengan kata lain bahwa komunikasi bisnis sejatinya mempunyai tujuan yang telah ditetapkan dan disepakati. (Baca juga: Hambatan-Hambatan Komunikasi)
# Pertukaran pikiran atau gagasan. Dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yang memiliki peranan masing-masing yakni sebagai komunikator atau penyampai pesan dan komunikan sebagai penerima pesan. (Baca juga: Sistem Komunikasi Indonesia)
# Gagasan, opini, informasi, atau instruksi yang merupakan isi pesan dan bentuknya bisa beragam. Hal itu tergantung dari tujuan, situasi, dan kondisi yang hendak disampaikan.
# Saluran personal atau impersonal yang bersifat tatap muka. Dan juga menggunakan media apabila pesan ditujukan untuk jutaan orang secara bersamaan.
# Simbol atau sinyal sebagai alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
# Pencapaian tujuan atau hasil akhir yang merupakan salah satu ciri pembeda dari organisasi atau lembaga formal dari informasi. (Baca juga: Komunikasi Lintas Budaya)
 
'''Ruang Lingkup Komunikasi Bisnis'''
 
Ruang lingkup komunikasi bisnis di sini akan kami paparkan seperti yang disampaikan oleh Chris Fill (1995). Ruang lingkup yang disampaikan di sini berupa delapan pertanyaan di antaranya :
 
# Siapa yang menerima pesan.
# Pesan yang berperan sebagai informasi.
# Nilai perusahaan atau produk yang dipertahankan.
# Pengeluaran dalam pembuatan produk baru.
# Cara pesan ketika disampaikan.
# Tindakan penerima yang diinginkan.
# Kontrol terhadap proses.
# Pencapaian ketetapan
 
'''Bentuk-Bentuk Komunikasi Bisnis'''
 
''K''omunikasi bisnis pun terdapat dua macam bentuk di antaranya :
 
# Komunikasi Verbal. Komunikasi verbal ini merupakan komunikasi yang disampaikan melalui lisan dan tulisan. Dalam komunikasi Verbal pun terdapat dua tipe yaitu :
#* Aktif (sebagai penyampai pesan)
#* Pasif (sebagai pemberi tanggapan pesan)
# Komunikasi Non-Verbal. Komunikasi non verbal ini merupakan bentuk komunikasi yang disampaikan melalui gaya bahasa tubuh ''(body language).'' (Baca juga: Manajemen Komunikasi)
 
'''Tujuan Komunikasi Bisnis'''
 
Komunikasi bisnis yang baik, pastinya memiliki tujuan untuk pencapaian yang baik. Terdapat tiga tujuan pokok dalam komunikasi bisnis, di antaranya :
 
# '''Informatif.''' Jika seorang komunikator tidak dapat memberikan informasi kepada komunikan, untuk apa ia berkomunikasi? Sehingga perlu adanya informasi yang diberikan kepada komunikan agar pesan dan tujuan komunikasi bisnis itu dapat tercapai. (Baca juga: Komunikasi Sosial)
# '''Persuasif.''' Informasi yang berdifat persuasif ini adalah sama halnya mengendalikan tanggapan dari komunikan. Sehingga perlu adanya komunikator yang dapat mengendalikan tanggapan komunikan agar informasi dapat memberikan sugesti, sehingga komunikan mau mendengarkan dan memberikan tanggapan positif kepada komunikator mengenai pesan yang disampaikan.
# '''Kolaboratif.''' Dalam penyampaian pesan, pastinya ada maksud di balik itu semua, yaitu kerjasama yang terjalin antara perusahaan dengan komunikan.
 
=== Bisnis dalam Pandangan Komunikasi ===
Jika berbicara mengenai komunikasi bisnis, lantas bagaimana bisnis itu dipandang dalam kajian komunikasi? Bisnis dalam pandangan komunikasi ini terbagi atas beberapa asas komunikator modern.
 
Asas modern tersebut menekankan kebutuhan dan kesiapan komunikan atau penerima pesan terhadap fungsi pesan dan tujuan dari komunikator atau penyampai pesan. Sehingga, prinsip-prinsip bisnis modern lebih melihat dengan teliti dan seksama dalam perhitungan faktor peluang terhadap produksi.
 
Ketika permintaan barang lebih besar daripada penawaran, maka produksi barang dan jasa akan diproduksi sebanyak mungkin. Namun, ketika permintaan dengan penawaran sama besarnya, apakah masih ada peluang?
 
'''Penciptaan Peluang'''
 
Peluang sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi terhadap nilai penawaran. Dengan kata lain, produksi dalam jumlah banyak pun otomatis akan menjadi produk jenuh dan sebaliknya. Hal ini karena dalam realita psikologi ternyata kebutuhan dapat diciptakan.
 
Peluang diciptakan lewat mekanisme komunikasi secara berkesinambungan. Kemudian membentuk nilai-nilai sosial, preferensi, dan fungsi. Pengaturan informasi nantinya yang akan membentuk nilai, citra, dan kebutuhan. Sehingga kegiatan komunikasi kerap kali dilakukan lebih dulu untuk menciptakan peluang. (Baca juga: Komunikasi Visual)
 
Peluang pun diciptakan dan sangat tergantung dari citra konsumen mengenai produk yang perusahaan miliki. Sehingga, perusahaan harus mampu meyakinkan konsumen bahwa produk tersebut memiliki keunggulan, sehingga terciptalah peluang dalam pasar. Oleh karena itu, perlu adanya strategi komunikasi yang benar dan memadai. Strategi itu di antaranya :
 
# Kegiatan hubungan antara manusia
# Kegiatan hubungan dengan masyarakat
# Kegiatan iklan/advertising
 
==== Manfaat Mempelajari Komunikasi Bisnis ====
Pada hakikatnya, mempelajari komunikasi bisnis ini adalah jawaban dari tujuan komunikasi bisnis. Dengan mempelajari komunikasi bisnis, maka kita sebagai komunikator akan dapat :
 
# Dapat memberikan informasi yang tepat dan bermanfaat bagi komunikan. Pada intinya, pesan itu berguna dan menguntungkan bagi komunikan.
# Dapat memberikan persuasi kepada komunikan. Dengan kata lain, Anda dapat memberikan kalimat-kalimat yang mampu membuat komunikan tersebut mempercayai Anda dan produk Anda.
# Dapat menerima ''feedback'' yang positif dari komunikan.
 
 
Dengan adanya komunikasi bisnis, maka seorang promotor atau ''public relation'' pada perusahaan dapat terbantu untuk mencari pelanggan ataupun partner untuk perusahaannya. Sehingga, perlu adanya seorang promotor atau ''public relation'' mempelajari komunikasi bisnis dalam mencari tujuan yang baik tentunya.
 
== '''Jenis-jenis Komunikasi Bisnis.''' ==
Sesuai dengan penjelasan Soeganda Priyatna dan Elvinaro Ardianto, Jenis komunikasi bisnis adalah pengelompokan komunikasi bisnis berdasarkan bentuk dan kegunaannya ada empat jenis atau kategori komunikasi bisnis, yakni:
 
1) ''Organization Communication''
 
2) ''Business Corespondence''
 
3) ''Specific / technical data exchange''
 
4) ''Promotional Communication''
 
'''''Organization Communication''''' adalah komunikasi yang berkaitan dengan masalah-masalah internal perusahaan ataupun dilancarkan terhadap lembaga atau persona dalam perusahaan.
 
Termasuk dalam jenis ini adalah:
 
# Dokumen resmi dan artikel, yaitu dokumen resmi perusahaan, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan, perjanjian-perjanjian, kontrak dan sebagainya.
# Bagan organisasi, adalah skema-skema organisasi yang menggambarkan dengan ringkas sesuatu proses ataupun struktur, misalnya struktur organisasi perusahaan.
# Memorandum, catatan, instruksi atau permintaan dari seorang kepada orang lainnya dalam satu perusahaan.
# Surat keputusan, adalah surat formal perusahaan yang berisikan pertimbangan, pengkajian, perujukan dan decision perusahaan terhadap sesuatu keadaan dalam perusahaan. Surat keputusan berlaku dan mengikat bagi seluruh persona ataupun lembaga yang berada dalam perusahaan.
# Surat Intruksi, sama dengan surat perintah, adalah surat yang ditujukan kepada seseorang atau lembaga dalam perusahaan, agar persona atau lembaga dalam perusahaan, agar persona atau lembaga itu melakukan sesuatu atau tidak melakukan Pada surat intruksi juga ada pertimbangan, pengkajian dan perujukan, namun surat intruksi biasanya hanya berlaku untuk satu kali kejadian atau rangkaian kejadian, namun relatif pendek masa berlakunya kalau dibanding dengan surat keputusan.
# Surat edaran, biasanya berisikan pemberitahuan tentang sesuatu yang berlaku dalam perusahaan. Boleh dikatakan surat edaran adalah penyebaran informasi yang perlu diketahui oleh semua pekerja dan pejabat yang ada dalam sasaran surat edaran tersebut.
# Rapat kerja diskusi dan semacamnya Rapat-rapat kerja diskusi, lokakarya, seminar dan semacamnya dalam lingkup perusahaan adalah merupakan komunikasi bisnis organisasional. Disana dipertukarkan gagasan, informasi, pendapat ataupun sikap para peserta dalam rangka meningkatkan kemampuan perusahaan.
 
'''''Business Corespondence,''''' adalah segala kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan surat menyurat. Kominukan pada korespondensi bisnis bias public internal misalnya pimpinan cabang-cabang, unit, divisi, ''stockholder'' ataupun dewan komisaris.
 
Bias juga eksternal publik seperti pemerintah, ''pers,'' ''suppliers, consumers, customers, community'' dan publik luas pada umumnya (''stakeholders'').
 
Korespondensi bisnis mempunyai tiga bagian penting, yaitu:
 
1) Surat keluar
 
2) Surat masuk
 
3) File (pengarsipan)
 
'''''Specific/technical data exchange.''''' Ada lima macam ''specific/technical'' data ''exchange'' yang biasa digunakan pada komunikasi bisnis: akuntansi, ''stock''/persediaan gudang, proses produksi, ''financial statement/financial'' data, grafik, dan ''statistic''.
 
'''''Promotional Communication''.''' Komunikasi bisnis yang diarahkan kepada peningkatan citra perusahaan dan sales, digolongkan pada komunikasi promosional, yang dapat berbentuk ''oral''/''signal'' dan ''gestural communication''.
 
Beberapa di bawah ini merupakan komunikasi promosional: ''public speaking, advertisement, brosur/leafet,'' ''offering letter,'' pameran/promosi'', billboard, moving sign,'' dan megatron.
 
== '''Media Komunikasi Bisnis''' ==
'''a. Jenis media komunikasi bisnis'''
 
Menurut jenisnya, media komunikasi dikelompokkan menjadi :
 
# '''Media komunikasi audio''' Adalah media komunikasi yang dapat di dengar dan dipahami dengan pendengaran. Contohnya : radio, telepon, ''tape'' ''recorder'', podcast dan lain-lain.
# '''Media komunikasi visual''' Adalah media komunikasi yang dapat ditangkap melalui penglihatan. Contohnya : surat transparasi, ''chart'', koran.
# '''Media komunikasi audio visual''' Adalah media komunikasi yang dapat dipahami melalui pendengaran dan penglihatan. Contohnya : televisi, DVD, VCD, Youtube dan lain-lain.
 
'''b. Memilih media komunikasi bisnis'''
 
Memilih media komunikasi bisnis sangatlah penting. Komunikasi yang efektif dan tidak efektif dapat dibedakan melalui pilihan atas media komunikasi yang dipilih. Pilihan media komunikasi sangat tergantung pada sifat pesan, waktu, formalitas dan harapan. Media yang dimaksud adalah alat atau sarana yang digunakan untuk memindahkan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.
 
Dilihat dari cara melaksanakan komunikasi, dibagi menjadi :
 
# Komunikasi lisan (''oral communication'')
# Komunikasi tertulis (''written communication'')
# Komunikasi visual
 
 
 
Selain itu, di dalam komunikasi bisnis terdapat berbagai macam saluran komunikasi/media komunikasi yang termasuk dalam salah satu topik pembahasan kurikulum ''Master of Business'' ''Administration'' (MBA) di berbagai universitas. Dalam dunia bisnis, istilah komunikasi itu sendiri mencakup berbagai saluran komunikasi diantaranya, yaitu : internet, print (''publications''), radio, televisi, media ''ambient'', media ''outdoor'', dan metode dari mulut ke mulut.32
 
Terkait dengan memilih media komunikasi bisnis maka terdapat hubungan media promosi bisnis/usaha. Sehingga terkait dengan upaya yang dilakukan sebuah perusahaan untuk memperkenalkan produk maupun menarik minat pangsa pasar yang ditujuh. Ada beberapa media promosi bisnis yang sering digunakan oleh perusahaan kecil-besar, antara lain :
 
'''1. Media Cetak dan Sosial Media'''
 
'''a) Media Cetak'''
 
Media cetak adalah merupakan suatu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan visual, media ini terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau foto, dalam tata warna dan halaman putih. (Rhenald Khazali – 1992)
 
Fungsi utamanya memberi informasi dan menghibur. Media cetak merupakan suatu dokumen atas segala hal yang ditangkap oleh sang jurnalis dan diubah ke dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, dan sebagainya.
 
Dalam pengertian ini, media cetak yang digunakan sebagai medium periklanan dibatasi pada surat kabar dan majalah. Sehingga kita dapat mengatakan bahwa iklan pada media cetak merupakan suatu bentuk promosi yang diungkapkan melalui gambar, bentuk, warna, dan aksara dan melibatkan teknik proses percetakan secara tenggang dan saling menunjang. Ciri khas karakter media massa cetak adalah melibatkan suatu proses percetakkan di dalam penggandaannya.
 
Dalam media cetak, kita kenal bermacam-majam jenis media cetak salah satunya yaitu banner. Banner adalah media cetak yang berukuran besar dari ukuran poster dengan kualitas gambar yang lebih tajam.
 
Media ini mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai media promosi diantaranya:
 
* Kekuatan Banner : daya jangkau dan sasaran pasar cukup besar, biaya produksi murah.
* Kelemahan Banner : daya rangsang rendah, informasi yang ditampilkan tebatas, biaya pajak dan perizinan tinggi, Keamanan kurangt terjamin, Jika posisinya tidak strategis, segmentasi yang dituju tidak tercapai.
 
'''b) ''Social Media'''''
 
''Social media'' adalah untuk interaksi sosial menggunakan teknik mudah diakses dan dapat diperluas.
 
Social media menggunakan teknologi ''web'' untuk berkomunikasi melalui dialog yang interaktif. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (2010) juga mendefinisikan social media sebagai kelompok pada aplikasi di internet yang dibangun dengan menggunakan fondasi dari teknologi ''web'' 2.0.
 
Potensi media sosial dalam waktu dekat adalah sangat luar biasa (Savage, 2010). Menurut Savage volume besar data yang diberikan oleh media sosial akan menyediakan tantangan baru dan kesempatan baru.
 
Stephen dan Toubia (2010) menemukan bahwa penjual yang paling mendapatkan keuntungan dari jaringan adalah mereka yang mendapatkan aksebilitas dengan menggunakan jaringan. Mengerti cara kerja marketing dari mulut ke mulut dalam komunitas ''online'' adalah penting (Kozinets et al, 2010). Kozinets menjelaskan bahwa pemasaran ''word of mouth'' yang dipengaruhi oleh konsumen telah mencakup media sosial dan teknik pemasaran viral. Patton (2009) mengatakan media sosial menyediakan peluang luar biasa pada jaringan, berkolaborasi, berbagi ''best practices'', berkomunikasi, dan menghubungkan orang dengan kebutuhan dan keinginan yang sama.
 
Media sosial juga sangat penting dalam area marketing (Luke, 2009). Luke menemukan 60% perencana (''planner'') menggunakan media sosial setiap tahun. Luke menunjuk facebook adalah forum sempurna untuk keuangan ''planner'' dengan jejaring sosial yang besar.
 
Komunitas online merupakan bagian integral dari media sosial dimana sangat bermanfaat karena mereka memberikan peluang ''cross-selling'' ke group pengguna yang berbeda yang berbagi ''platform'' yang sama (Horde, 2010). ''Platform'' media sosial dapat memberikan umpan balik segera dan memberikan perusahaan indikasi yang cepat dari apa yang diperlukan untuk memecahkan masalah terkait. Horde mencatat bahwa banyak perusahaan menggunakan ''website'' media sosial. Horde menjelaskan bahwa situs jejaring sosial memungkinkan perusahaan untuk melibatkan pelanggan dalam proses inovasi.
 
Menurut Swedowsky (2009), bisnis tidak dapat mampu mengesampingkan keuntungan dari mereka dari media sosial. Dahulu konsumen hanya mendengar pendapat dari sedikit teman sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang. Menggunakan sosial media dapat meningkatkan jumlah dari opini dari ratusan atau ribuan orang. Buchwalter (2009) menegaskan akses online tidak lagi mewah dan itu adalah sebuah kebutuhan. Bisnis juga menyadari bahwa konsumen menggunakan media sosial karena menyenangkan. Mereka dengan mudah berbagi ide, foto, video, ''likes'' dan ''dislike'' dengan satu sama lain. Bisnis menyadari bahwa pentingnya memiliki peningkatan interaksi dengan konsumen dan pengecer dan penggunaan media sosial memberikan mereka kesempatan untuk lebih efisien memenuhi permintaan pelanggan mereka. Banyak perusahaan sekarang menggunakan media sosial untuk meningkatkan skema pemasaran mereka. Perusahaan lain juga menggunakan media sosial untuk promosi dan ''survey'' untuk pencatatan pembelian sebelumnya.
 
Tujuan media sosial meningkatkan merek dagang dan mengizinkan penggemar mereka berbicara tentang mereka. Bisnis hanya perlu membantu memfasilitasi diskusi. Media sosial juga harus digunakan untuk melacak kehadiran bisnis ''online'' untuk memastikan bahwa konsumen tidak merendahkan merek dagang. Ward (2009) menyatakan bahwa tujuan media sosial adalah untuk mempengaruhi lebih lanjut tentang apa yang konsumen pikirkan. Bisnis juga menggunakan media sosial untuk menjual produk dan jasa mereka.
 
Liana Evans (2009) menyatakan bahwa pada tahun 2010, 60% keuntungan 1000 perusahaan akan terlibat dalam beberapa bentuk iklan media sosial. Evans mengatakan perusahaan seharusnya mengikuti tahapan dibawah ini ketika mengembangkan kampanya pemasaran media yang efektif.
 
* Mengidentifikasi konsumen anda
* Tentukan tingkat keberhasilan anda
* Perencanaan strategi termasuk semua ''stakeholder''
* Menjadi transparan
* Menyadari bahwa ini bukan tentang anda
 
Gibs (2009) mengindikasikan media sosial adalah pintu masuk untuk pencaharian konten. Facebook dan situs ''blogging'' akan menjadi penting ketika konsumen mencari informasi produk. Mengetahui target konsumen untuk produk yang akan dipromosikan adalah sangat penting dan akan menjadi langkah pertama dalam merancang kampanye pemasaran yang efektif. Terdapat keuntungan dan kerugian menggunakan media sosial. Keuntungan termasuk kemudahan memperoleh data dari penggunaan media melalui internet atau basis aplikasi komputer tanpa harus secara manual memilah-milah data. Das (2009) memberikan beberapa keuntungan media sosial.
 
Diantaranya adalah biaya rendah, membangun kredibilitas, dan peningkatan jumlah koneksi. Beberapa keuntungan yang relevan dengan bisnis yang dikutip oleh Mercer (2009) disertakan sehingga lebih mudah untuk membentuk bisnis baru, meningkatkan bisnis yang sudah ada, meningkatkan penjualan barang dagangan, dan menerima rekomendasi kerja.
 
Kekurangan dari media sosial bagi pemasar mungkin khawatir tentang menghabiskan sejumlah besar modal untuk memberikan jaminan kepada pengguna media untuk menjamin bahwa pengguna dari informasi yang diperoleh dari mereka tidak akan disalahgunakan.
 
Brauner (2009) memberikan 8 cara sederhana untuk meningkatkan kekusutan media sosial:
 
* Membangun ''web'' yang besar
* Memanfaatkan berbagai sumber ''traffic''
* Mengembangkan ''relationship''
* Menawarkan banyak jalan kepada teman untuk ''subscribe'' atau ''follow''
* Dapat diandalkan dan konsisten
* Promosikan lainnya
* Fokus
* Berkolaborasi
 
'''c) Komunikasi dari mulut ke mulut (''Word Of Mouth'' ''Communications'')'''
 
Kebanyakan komunikasi antara manusia adalah melalui mulut ke mulut. Setiap orang berbicara dengan yang lainnya, saling tukar pikiran, tukar informasi, saling berkomentar dan proses komunikasi yang lainnya.
 
Sebenarnya, sebagian besar konsumen mengetahui merek produk barang atau jasa lebih banyak disebabkan adanya komunikasi dari mulut ke mulut.
 
Hal ini terjadi karena informasi dari teman ke teman akan lebih dapat dipercaya dibandingkan informasi yang diperoleh dari iklan. Informasi langsung akan dapat bernilai dan dapat dipercaya dibandingkan informasi dari brosur. Dalam hal ini pengaruh individu lebih kuat dari pada informasi dari iklan. (Sutisna. SE, ME – 2001)
 
Selain itu, menurut Eman (2004:9) menyatakan komunikasi dari mulut ke mulut adalah komunikasi interpersonal antara dua bahkan lebih individu seperti anggota kelompok referensi atau konsumen dan tenaga penjual. Semua orang memiliki pengaruh atas pembelian terus menerus melalui suatu komunikasi.
 
1) Manfaat dari komunikasi dari mulut ke mulut Menurut Philip Kotler yang dialih bahasakan oleh Benyamin Molan (2005:261) sebagai berikut: (Philip Kotler – 2005)
 
* Sumber dari mulut ke mulut meyakinkan: Cerita dari mulut ke mulut adalah satu-satunya metode yang berasal dari konsumen oleh konsumen dan untuk konsumen. Konsumen yang puas tidak hanya ingin membeli kembali, tetapi mereka adalah rekaman yang berjalan.
* Sumber dari mulut ke mulut berbiaya rendah: Dengan tetap menjaga hubungan dengan konsumen yang puas dan menjanjikan mereka penyedia akan membebani bisnis tersebut biaya yang paling rendah, bisnis tersebut mungkin membalasnya dengan merujuk pada orang tersebut atau dengan memberikan layanan atau diskon yang lebih tinggi atau dengan menawarkan hadiah yang lebih kecil.
 
2) Faktor-Faktor yang Memotivasi Terjadinya, Komunikasi dari Mulut ke Mulut Menurut Sutrisna (2001) faktor-faktor yang memotivasi konsumen untuk membicarakan mengenai suatu produk, merek atau jasa dengan/kepada orang lain adalah:
 
* Seseorang mungkin banyak mengetahui tentang produk dan menggunakan percakapan sebagai cara untuk menginformasikan kepada orang lain. Dalam hal ini Komunikasi dari Mulut ke Mulut dapat menjadi alat menanamkan kesan kepada orang lain bahwa kita mempunyai pengetahuan keahlian tertentu.
* Seseorang mungkin mengawali suatu diskusi dengan membicarakan sesuatu yang keluar dari topik. Hal ini terjadi karena mungkin saja ada dorongan dan keinginan bahwa orang lain tidak boleh salah dalam memilih barang dan jangan menghabiskan waktu untuk mencari informasi mengenai suatu merek produk.
* Komunikasi dari Mulut ke Mulut merupakan satu cara untuk mengurangi ketidakpastian, karena dengan bertanya kepada teman, tetangga atau keluarga, informasinya lebih dapat dipercaya sehingga mengurangi waktu penelusuran dan evaluasi merek.
 
3) Kerugian dan Keuntungan Komunikasi dari Mulut ke Mulut
 
a. Kerugian yang diakibatkan oleh Komunikasi dari Mulut ke Mulut (Sutisna: 2001):
 
* Jika Komunikasi dari Mulut ke Mulut yang disebarluaskan adalah negatif maka konsumen cenderung akan mengatakan kepada lebih banyak orang tentang pengalamannya daripada ketika mereka mendapatkan Komunikasi dari Mulut ke Mulut positif.
* Dalam proses Komunikasi dari Mulut ke Mulut berita dari fakta mengalami distorsi sehingga dapat berkembang kearah yang salah dan bahkan jauh dari berita aslinya.
* Jika konsumen telah menerima Komunikasi dari Mulut ke Mulut yang bersifat negatif maka sangat sulit bagi perusahaan untuk merubah persepsi mereka. hal ini dikarenakan konsumen lebih mempercayai orang-orang terdekatnya daripada informasi dari pihak perusahaan.
 
b. Keuntungan yang diperoleh melalui Komunikasi dari Mulut ke Mulut:
 
* Komunikasi dari Mulut ke Mulut merupakan bentuk komunikasi yang sangat efisien. Komunikasi dari Mulut ke Mulut dapat berlangsung setiap saat tanpa ada batasnya, sehingga memungkinkan konsumen mengurangi waktu penelusuran dan evaluasi merek.
* Komunikasi dari Mulut ke Mulut merupakan sarana promosi yang sangat murah bagi pemasar, hal ini berarti Komunikasi dari Mulutn ke Mulut memungkinkan pemasar untuk tidak mengeluarkan biaya yang besar dalam mempromosikan produknya tetapi dapat memanfaatkan konsumen yang sekarang dimilikinya.
 
== '''Proses Komunikasi Bisnis''' ==
Menurut Boove Thill dalam buku ''Business Communication'' ''Today'', 6e, sebagaimana yang dikutip oleh Djoko Purwanto mengenai proses komunikasi, yang mana terdiri atas enam tahap, yaitu:
 
Tahap Pertama : Pengirim mempunyai suatu ide/gagasan, sebelum proses penyampaian pesan dapat dilakukan, pengirim pesan harus menyiapkan ide atau gagasan apa yang ingin disampaikan kepada pihak lain atau audiens. Ide dapat diperoleh dari berbagai sumber yang terbentang luas di hadapan kita.
 
Tahap Kedua : Pengirim mengubah ide menjadi pesan, dalam suatu proses komunikasi, tidak semua ide dapat diterima atau dimengerti dengan sempurna. Agar ide dapat diterima dan dimengerti secara sempurna, pengirim pesan harus memperhatikan beberapa hal, yaitu subjek (apa yang ingin disampaikan), maksud (tujuan), ''audiens'', gaya personal dan latar belakang budaya.
 
Tahap Ketiga : Pengirim menyampaikan pesan, setelah mengubah ide-ide ke dalam suatu pesan, tahap berikutnya adalah memindahkan atau menyampaikan pesan melalui berbagai saluran yang ada kepada si penerima pesan. Saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan terkadang relatif pendek, tetapi ada juga yang cukup panjang. Panjang pendeknya saluran komunikasi yang digunakan akan berpengaruh terhadap penyampaian pesan.
 
Tahap Keempat : Penerima menerima pesan, komunikasi antara seseorang dengan orang lain akan terjadi, bila pengirim (komunikator) mengirimkan suatu pesan dan penerima (komunikan) menerima pesan tersebut.
 
Tahap Kelima : Penerima menafsirkan pesan, setelah penerima menerima pesan, tahap berikutnya adalah bagaimana ia dapat menafsirkan pesan. Suatu pesan yang disampaikan pengirim harus mudah dimengerti dan tersimpan di dalam benak pikiran si penerima pesan. Selanjutnya, suatu pesan baru dapat ditafsirkan secara benar bila penerima pesan telah memahami isi pesan sebagaimana yang dimaksud oleh pengirim pesan.
 
Tahap Keenam : Penerima memberi tanggapan umpan balik ke pengirim, umpan balik (''feedback'') adalah penghubung akhir dalam suatu mata rantai komunikasi. Umpan balik tersebut merupakan tanggapan penerima pesan yang memungkinkan pengirim untuk menilai efektivitas suatu pesan. Setelah menerima pesan, komunikasi akan memberi tanggapan dengan cara tertentu dan memberi sinyal terhadap pengirim pesan.
 
== Pola Komunikasi Bisnis ==
Meskipun semua organisasi atau bisnis harus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak dalam mencapai tujuannya, perlu diketahui bahwa pendekatan yang dipakai antara satu organisasi dengan organisasi yang lain dapat bervariasi atau berbeda-beda. Bagai perusahaan berskala kecil yang hanya memiliki beberapa karyawan, penyampaian informasi dapat dilakukan secara langsung kepada karyawannya tersebut. Lain halnya dengan perusahaan besar yang memiliki ratusan karyawan bahkan ribuan karyawan, penyampaian informasi kepada mereka merupakan suatu pekerjaan yang cukup rumit. Secara umum, menurut Djoko Purwanto,40 pola komunikasi dapat dibedakan menjadi saluran komunikasi formal (''formal'' ''communications channel'') dan saluran komunikasi informal (''informal'' ''communications channel'').
 
'''1) Saluran Komunikasi Formal'''
 
Dalam struktur organisasi garis, fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. Dalam kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari manajer kepada bawahan ataupun dari manajer ke karyawan, pola transformasi informasinya dapat berbentuk komunikasi dari atas ke bawah (''top down atau downward'' ''communications''), komunikasi dari bawah ke atas (''bottom-up atau'' ''upward communications''), komunikasi horizontal (''horizontal'' ''communications''), dan komunikasi diagonal (''diagonal'' ''communications'').
 
'''Komunikasi dari atas ke bawah'',''''' merupakan komunikasi antara manajer dan bawahannya. Aliran komunikasi dari manajer ke bawahan tersebut, umumnya terkait dengan tanggung jawab dan kewenangannya dalam suatu organisasi atau bisnis. Seorang manajer yang menggunakan jalur komunikasi ke bawah memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi, mengarahkan, mengordinasikan, memotivasi, memimpin, dan mengendalikanberbagai kegiatan yang ada di level bawah. Jalur komunikasi yang berasal dari atas (manajer) ke bawah (karyawan) merupakan penyampaian pesan yang dapat berbentuk perintah, intruksi, maupun prosedur untuk dijalankan para bawahan sebaik-baiknya.
 
'''Komunikasi dari bawah keatas'',''''' merupakan komunikasi antara bawaha (karyawan) menuju ke atas (manajer). Pesan yang ingin disampaikan mula-mula berasal dari para karyawan yang selanjutnya disampaikan ke jalur yang lebih tinggi, yaitu ke bagian pabrik, ke manajer produksi, dan akhirnya ke manajer umum. Untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam suatu organisasi atau bisnis dan mengambil keputusan secara tepat, sudah sepantasnya bila manajer memperhatikan aspirasi yang berasal dari bawah. Keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan kepututsan merupakan salah satu cara yang positif dalam upaya membantu pencapaian tujuan organisasi atau bisnis.
 
'''''Horizontal Communication,''''' merupakan komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar/sederajat dalam suatu organisasi atau bisnis. Tujuan komunikasi horizontal adalah untuk melakukan persuasi, mempengaruhi, dan memberi informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar. Didalam praktiknya, terdapat kecenderungan bahwa dalam melaksanakan pekerjaannya manajer suka melakukan tukar-menukar informasi dengan rekan kerjanya di departemen atau divisi yang berbeda, terutama apabila muncul masalah-masalah khusus dalam suatu organisasi perusahaan. Komunikasi horizontal bersifat koordinatif diantara mereka yang memiliki posisi sederajat, baik di dalam satu departemen maupun di antara beberapa departemen.
 
'''''Diagonal Communication,''''' melibatkan komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. Contohnya adalah komunikasi formal antara manajer pemasaran dengan bagian pabrik, antara manajer produksi dengan bagian promosi, antara manajer produksi dengan bagian akuntansi, dan antara manajer keuangan dengan bagian penelitian. Bentuk komunikasi ini memiliki keuntungan, diantaranya: penyebaran informasi bisa menjadi lebih cepat ketimbang bentuk komunikasi tradisional. Dan memungkinkan individu dari berbagai bagian atau departemen ikut membantu menyelesaikan masalah dalam organisasi atau bisnis.
 
'''2) Saluran Komunikasi Informal'''
 
Dalam jaringan komunikasi informal, orang-orang yang ada dalam suatu organisasi, tanpa mempedulikan jenjang hierarki, pangkat dan kedudukan/jabatan, dapat berkomunikasi secara luas. Meskipun yang diperbincangkan hanyalah bersifat umum. Contohnya: mengobrol tentang humor yang baru didengar, keluarga, anak-anak, dunia olahraga, kadang kala mereka juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan situasi kerja yang ada dalam organisasinya.
 
https://www.hestanto.web.id/komunikasi-bisnis/
 
== Komunikasi persuasif ==
Baris 392 ⟶ 958:
 
Kegiatan bertukar pesan ini dilakukan oleh antar unsur perusahaan, meliputi:
* Komunikasi ke atas: berupa penyampaian informasi dari orang dengan posisi  bawahan kepada atasan. Tentu berdasarkan hierarki organisasi perusahaan.
* Komunikasi ke bawah: berupa penyampaian pesan dari atasan kepada bawahannya dalam struktur perusahaan.
* Komunikasi lateral atau teknis: berupa penyampaian yang dilakukan antar departemen kerja atau teman kerja dalam satu departemen/divisi.
Baris 401 ⟶ 967:
* komunikasi dari organisasi kepada khalayak.
* komunikasi dari khalayak kepada organisasi.
 
 
Berbeda dengan yang pertama, komunikasi ini kaitannya dengan penyampaian pesan kepada orang-orang di luar lingkaran perusahaan, meliputi:
Baris 413 ⟶ 978:
fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut :
 
* '''Fungsi Informatif'''.  Organisasi diartikan sebagai suatu sistem pemrosesan informasi, di mana setiap anggota organisasi diharapkan mampu memberi dan menerima informasi dengan baik guna kelancaran dalam menjalankan apa yang menjadi tugasnya.
* '''Fungsi Regulatif'''. Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan dan pedoman yang berlaku dalam suatu organisasi.
* '''Fungsi Persuatif'''. Merupakan cara lain dari perintah, maksudnya adalah banyak dari pemimpin suatu organisasi menggunakan cara-cara persuasif daripada perintah kepada bawahannya.
Baris 928 ⟶ 1.493:
 
=== Pastikan bahwa informasi yang diberikan akurat ===
Dalam bisnis, ketepatan informasi harus dipastikan terlkebih dahulu sebelum membuat komitmen tertulis. Kaji ulang tanggal,jadwal, asumsi, perhitungan  matematika,atau keuangan untuk memastikan keabsahannya.
 
=== Tekankan gagasan yang paling menarik bagi audiens. ===
Baris 1.009 ⟶ 1.574:
 
=== '''HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PESAN-PESAN TAK TERORGANISASI DENGAN BAIK''' ===
'''1.    Bertel'''e - tele
 
Dalam sebuah surat, isi dari surat terdapat pada tengah surat itu sendiri. Ketika bagian awal surat terlalu panjang, dan cenderung bertele-tele, maka pembaca akan membutuhkan waktu lebih untuk mencapai isi dari surat tersebut.
 
2.    Memasukkan Bahan - bahan yang Tidak Relevan
 
Informasi yang tidak relevan, dapat menyebabkan pesan yang akan disampaikan menjadi tidak jelas. Selain itu memasukkan unsur yang tidak relevan dalam informasi juga hanya membuang-buang waktu dan justru dapat membuyarkan inti dari informasi yang disampaikan.
 
3.    Menyajikan Ide - ide Secara Tidak Logis
 
Adanya ide-ide yang tidak logis dan tidak terkait dengan informasi dapat menyebabkan terganggunnya komunikasi dengan audiens. Ide-ide yang tidak logis ini dapat memengaruhi komunikasi sehingga menyebabkan ketidaklancaran dalam penyampaian pesan.
 
4.    Informasi Penting Kadang Kala Tidak Tercakup dalam Pembahasan
 
Adanya pesan-pesan yang tidak relevan, ide yang tidak logis, serta adanya informasi lain dapat membuat informasi penting yang diisyaratkan justru tidak tersampaikan. Hal ini dapat terjadi karena terlalu asik membahas hal-hal diluar pesan yang penting tersebut.
Baris 1.028 ⟶ 1.593:
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian yang baik :
 
1.    Subjek dan tujuan harus jelas.
 
2.    Semua informasi berhubungan dengan subjek dan tujuan.
 
3.    Ide-ide ahrus dikelomppokkan dan disajikan dengan cara logis.
 
4.    Semua informasi penting harus tercakup didalamnya.
 
=== Manfaat Pengorganisasian Pesan yang Baik ===
1.    Membantu audiens memahami suatu pesan
 
Penyampaian yang berfokus pada isi, ide yang logis, serta runtut akan memudahkan audiens dalam memahami isi dari pesan yang disampaikan. Hal ini akan terlihat dari respon yang diberikan dari audiens itu sendiri.
 
2.    Membantu audiens menerima suatu pesan
 
Setelah audiens memahami pesan yang disampaikan, maka akan mudah bagi audiens untuk dapat menerimanya.
 
3.    Menghemat waktu
 
Penyemapaian pesan yang terorganisasi dengan baik akan menghema waktu, karena komunikator langsung ''to the point'' dalam menyampaikan pesannya, dan audiens dapat dengan mudah memahami dan menerima pesa tersebut.
 
4.    Memermudah pekerjaan komunikator
 
Adanya pengorganisasian yang baik akan membuat pesan tersampaikan secara cepat dan tepat, hal ini tentunya akan menghemat waktu dari komunikator serta mempercepat selesainya pekerjaan.
Baris 1.056 ⟶ 1.621:
Ada dua proses tahapan yang diperlukan :
 
1.    Mendefinisikan dan Mengelompokan Ide
 
Dalam menyusun pesan yang panjan dan kompleks, outline sangat diperlukan dan menjadi penting artinya. Hal ini karena outline akan membantu memvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainya. Outline juga akan menuntun kita agar mengomunikasikan ide-ide dengan cara yang lebih sistematik, efisien, dan efektif.
Baris 1.062 ⟶ 1.627:
Susunan ''outline'' secara garis besar digolongkan ke dalam tiga golongan :
 
a.    Mulailah dengan Ide Pokok
 
b.    Nyatakan Poin-poin Pendukung yang Penting
 
c.    Ilustrasi dengan Bukti-bukti
 
2.    Menentukan Urutan dengan Rencana Organisasional
 
Setelah mendefinisikan dan menggolongkanide-ide, kemudian diputuskanlah bagaimana urutanya.
Baris 1.074 ⟶ 1.639:
Untuk dapat menentukan urutanya, ada dua pendekatan :
 
a.    Pendekatan Langsung
 
Pendekatan Langsung (''direct approach'') sering juga disebut pendekatan deduktif (''deductive approach''). Ide pokok muncul paling awal, kemudian diikuti bukti-bukti pendukungnya. Gunakan pendekatan ini bila reaksi audiens cenderung positif atau menyenangkan.
 
b.    Pendekatan Tidak Langsung
 
Pendekatan tidak langsung (''indirect approach'') sering disebut juga dengan istilah pendakatan induktif (''inductive approach''), dimana bukti-bukti muncul terlebih dahulu kemudian diikuti dengan ide pokoknya. Gunakan pendekatan ini bila reaksi audiens cenderung negatif atau tidak menyenangkan.
Baris 1.119 ⟶ 1.684:
Yaitu pesan yang bertujuan membujuk, karena penerima diperkirakan tidak tertarik pada pesan tersebut. Cocok pakai pendekatan tidak langsung.
 
== '''MEMFORMULASIKANMemformulasikan PESANPesan''' ==
Memformulasikan pesan adalah proses penyusunan naskah bisnis. Dalam penyusunan naskah untuk pertama kali, yang perlu mendapat perhatian adalah menentukan gaya dan nada. Gaya adalah cara menggunakan kata-kata, kalimat dan paragrap untuk mencapai nada atau kesan secara keseluruhan. Gaya dapat diubah-ubah untuk menciptakan nada yang sesuai dengan peristiwa.
 
Baris 1.126 ⟶ 1.691:
Sebagian besar pesan bisnis menggunakan nada percakapan yang hangat tetapi tetap lugas. Hindari penggunaan bahasa yang tidak familier dan muluk-muluk. Hindari menceramahi dan membual Hati-hatilah dengan keakraban Berhati-hatilah dengan humor. (Bovee & Thill 2007:181).
 
== '''PEMILIHANPemilihan KATAKata YANGYang TEPATTepat''' ==
Dalam menyampaikan pesan-pesan bisnis baik secara lisan maupun tertulis perlu memperhatikan hal-hal yang berikut;
 
Baris 1.133 ⟶ 1.698:
* Hindari kata-kata yang bermakna ganda dan multitafsir. Gunakan kata-kata fungsional dan kata-kata isi dengan benar.
 
== '''MEMBUATMembuat KALIMATKalimat YANGYang EFEKTIFEfektif''' ==
Kalimat harus disusun secara sadar dan sengaja untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik Terdapat tiga jenis kalimat yaitu;
 
Baris 1.142 ⟶ 1.707:
Jika memiliki dua ide yang memiliki tingkat kepentingan sama gunakan kalimat majemuk atau penggabungan kedua kalimat sederhana. Jika salah satu ide memiliki tingkat kepentingan yang lebih rendah, maka gunakan kalimat kompleks.
 
== '''CARACara MENGEMBANGKANMengembangkan PARAGRAFParagraf''' ==
Ada dua pendekatan untuk mengembangkan suatu paragraf yaitu;
 
Baris 1.407 ⟶ 1.972:
 
* Fakta-fakta yang revelan dengan posisi atau kedudukan yang dicari
Contoh Pesan Positif dalam Komunikasi Bisnis yang Perlu Diterapkan
 
= BAB VI PENULISAN PESAN - PESAN NEGATIF =
Baris 1.509 ⟶ 2.075:
Menciptakan pesan-pesan yang efektif secara cepat :
 
1.    Sebelum mengorganisasi poin utama sebuah pesan, penting untuk memilih pendekatan langsung atau tidak langsung
 
2.    Sebelum benar-benar menyusun pesan Anda, bersikaplah sensitif pada variasi antarbudaya atau antarpenerima internal dan eksternal
 
3.    Untuk memenuhi spirit penerima tetap fokus, pastikan Anda mempertahankan standar etika yang tinggi
 
== '''Memilih Pendekatan yang Terbaik''' ==
Baris 1.522 ⟶ 2.088:
* '''Apakah berita buruk tersebut akan membuat syok?'''
 
     Pendekatan lagsung adalah baik untuk situasi bisnis yang orang sudah mengetahui kemungkinan menerima berita berita buruk. Namun, jika berita buruk mungkin membuat pembacanya syok, gunakan pendekatan tidak langsung untuk membantu mereka siap menerimanya.
 
* '''Apakah pembaca lebih suka pesan-pesan pendek yang langsung ke pokok masalahnya?'''
 
     Pandai-pandai dalam melihat situasi dan kondisi. Pilihalah pilihan yang terbaik dalam penyampaian pesan
 
* '''Seberapa penting berita ini bagi pembaca tersebut?'''
 
     Untuk scenario minor atau skenario rutin, pendekatan langsung hampir selalu yang terbaik. Namun, bila pembaca mempunyai investasi emosional pada situasi tersebut atau konsekuensi bagi pembaca sangat besar, pendekatan tidak langsung sering kali yang terbaik karena pendekatan ini memberikan Anda kesempatan untuk menyiapkan pembaca itu untuk menerima berita Anda
 
* '''Apakah anda perlu mempertahankan hubungan kerja yang dekat dengan pembaca pesan?'''
 
     Pendekatan tidak langsung mempermudah untuk mengurangi pukulan dari berita buruk dan oleh karena itu menjadi pilihan yang lebih baik bila Anda butuh melestarikan hubungan yang baik
 
* '''Apakah anda perlu menarik perhatian pembaca?'''
 
     Tarik perhatian dari pembaca denagn memberikan pendekatan langsung apabila penerima sering kali mengabaikan. Pesan tidak langsung yang ditulis dengan buruk yang mengaburkan berita buruk mungkin menjadi penyebab utama mengapa orang tersebut mengabaikan Anda
 
* '''Apa gaya yang disukai oleh organisasi anda?'''
 
     Pesan langsung yang kasar dapat menggangu atau membuat marah orang di sebuah perusahaan yang terbiasa pada gaya tidak langsung dan lembut. Sebaliknya, orang yang terbiasa pada pesan-pesan langsung mungkin menjadi tidak sabar dengan, atau bahkan tidak percaya pada, pendekatan tidak langsung
 
* '''Seberapa banyak komunikasi lanjut yang Anda inginkan?'''
 
     Bila Anda ingin mengurangi respons dari pembaca Anda, pendekatan langsung memberi sinyal yang lebih efektif bahwa pesan Anda adalah final. Namun, bila Anda menggunakan pendekatan tidak langsung untuk menyatakan daftar alasan-alasan sebelum mengumumkan keputusan, Anda membiarkan pintu tetap terbuka untuk respons lebih lanjut dari pembaca Anda,yang kadanng-kadang merupakan strategi yang terbaik
 
=== '''Menggunakan Pendekatan Langsung secara Efektif''' ===
Baris 1.553 ⟶ 2.119:
* Memperpendek pesan
 
* Memberikan waktu yang lebih singkat bagi penerima untuk mencapai ide   pokok pesan tersebut
 
==== '''Buka dengan penyataan yang jelas tentang berita buruk''' ====
Baris 1.735 ⟶ 2.301:
* '''Mendistribusikan pesan.''' Kirimkan pesan anda dengan menggunakan medium yang dipilih, pastikan juga bahwa pembaca menerima setiap dokumen pendukung yang diperlukan.
 
== '''Mengirimkan Berita-Berita Negatif  Organisasi''' ==
Kadangkala perusahaan harus mengambil keputusan yang tidak populer bagi para pelanggan (seperti kenaikan harga, pembatalan produk, penarikan kembali produk), bagi para karyawan (seperti pemutusan hubungan kerja, pengurangan tunjangan, penutupan pabrik), bagi kelompok-kelompok lain (relokasi ke kelompok baru, mengganti anggota dewan komisaris, membatalkan kontrak dengan pemasok).
 
Baris 1.756 ⟶ 2.322:
* Carilah saran dari ahli bila anda tidak yakin
 
                                            
 
'''Beradaptasi pada Penerima Anda'''
Baris 1.764 ⟶ 2.330:
'''Variasi-Variasi Budaya'''
 
Harapan untuk menangani berita buruk berbeda-beda dari satu  budaya negara ke budaya negara lainnya. Misalnya, surat bisnis Perancis, ketika menyampaikan berita buruk, para penulis Prancis memakai pendekatan langsung. Mereka membuka dengan referensi tentang problem yang ada (korespondensi) dan kemudian menyatakan berita buruk dengan jelas. Meskipun meraka tidak merujuk pada kebutuhan penerima, mereka sering meminta maaf dan mengekspresikan penyesalan untuk problem tersebbut.
 
Sebaliknya, surat-surat di Jepang, ketika menyampaikan berita buruk, para penulis Jepang membukanya dengan cerita  tentang musim, keberhasilan bisnis, atau kesehatan yang baik, lalu diikuti dengan penjelasan dan permintaan maaf kemudian dilanjutkan dengan berita buruk atau penolakan.
 
Singkatnya, bila berkomunikasi antarbudaya, lebih baik menggunakan nada, pengorganisasian, dan konvensi budaya lain sebagaimana yang diharapkan oleh penerima pesan. Dengan cara itu dapat menghindari pendekatan yang dianggap tidak tepat atau bahkan pendekatan yang menghina yang dapat mengacaukan hubungan bisnis.
Baris 1.774 ⟶ 2.340:
Penerima pesan di dalam perusahaan sering kali mempunyai harapan pada pesan negatif yang berbeda dari harapan penerima di luar perusahaan sehingga perlu mengadaptasi pesan-pesan negatif menurut penerima yang adalah orang dalam atau orang luar organisasi. Misalnya, sebagai ''stakeholder'' internal, karyawan bukan hanya lebih banyak detail, termasuk bagaimana penurunan tersebut mempengaruhi kenaikan gaji, promosi, dan pendanaan proyek, tetapi juga berharap mendapatkan informasi sebelum publik diberi tahu. Mereka ingin tahu bagaimana perubahan akan menollong perusahaan; mereka ingin tahu bagaimana perubahan akan berdampak pada mereka secara personal.
 
Menyampaikan berita buruk ke posisi yang lebih atas dalam struktur organisasi adalan kewajiban yang sulit tetapi kadang-kadang perlu bagi karyawan. Dalam  budaya perusahaan yang tidak mendukung komunikasi terbuka, para karyawan yang takut akan akibat dari berita buruk akan menghindari melaporkan pesan-pesan buruk yang akan membawa pada kegagalan yang lebih banyak lagi karena para pengambil keputusan tidak memperoleh informasi yang jujur, dan objektif yang mereka butuhkan untuk membuat pilihan secara bijak. Sebaliknya, para manajer dalam budaya terbuka berharap para karyawan mereka akan memberi mereka berita buruk kapan pun hal itu terjadi sehingga tindakan perbaikan dapat diambil.
 
Isi pesan negatif perlu disesuaikan untuk berbagai kelompok penerima eksternal yang berbeda.
Baris 1.780 ⟶ 2.346:
'''Mempertahankan Standar Tinggi Etika dan Etiket'''
 
Kesulitan yang dihadapi ketika mengirimkan dan menerima pesan-pesan negatif mengarahkan pada kecenderungan manusiawi untuk menunda, mengurangi, atau mengubah berita buruk, tindakan ini merupakan tindakan yang tidak etis. Ketika perusahaan mempunyai informasi negatif yang mempengaruhi kesejahteraan pihak lain, perusahaan itu mempunyai kewajiban untuk mengkomunikasikan informasi itu  secara jelas dan lengkap, walaupun dengan melakukannya akan membahayakan karier atau kondisi keuangan. Semakin lama menunggu untuk menyampaikan berita buruk, semakin sulit membuat penerima bereaksi dan merespon.
 
Situasi untuk mennyampaikan berita buruk menguji kemampuan pengendalian diri dan etika bisnis. Seorang karyawan yang mengecewakan, seorang pemasok ketika pasokan suku cadang yang keliru merusak reputasi perusahaan, seorang rekan bisnis yang melanggar perjanjian kontrak—situasi-situasi seperti ini akan menggoda untuk merespon dengan melakukan serangan personal. Namun, terlepas ddari apakah pesa-pesan negatif itu menjengkelkan atau bergaransi penuh dan perlu, pesan-pesan negatif dapat mempunyai dampak yang lama pada kedua belah pihak, orang yang menerimanya dan orang yang mengirimnya.
 
Seorang komunikator mempunyai  tanggung jawab untuk meminimumkan dampak negatif dari pesan negatif melalui perencanaan yang hati-hati dan penulisan pesan yang sensitif dan objektif. Sejauh mungkin memfokuskan pada tindakan atau kondisi-kondisi yang mengarah pada berita negatif, bukan pada kekurangan personal atau isu-isu karakter.
 
== '''Menolak permintaan Surat Rekomendasi''' ==
Baris 1.798 ⟶ 2.364:
* Tutup dengan menyarankan alternatif-alternatif. Bila Anda percata bahwa pelamar tersebut adalah orang yang berkualitas, sebutkan pembukaan lowongan lain di perusahaan Anda atau Anda dapat menyarankan organisasi profesional yang dapat membantu pelamar menemukan pekerjaan.
 
== PENCEMARANPencemaran NAMANama BAIKBaik ==
Pencemaran nama baik adalah sebuah pernyataan yang dapat merusak karakter atau reputasi seseorang (BoveedanThill2012:370).Pernyataan salah, tidak dapat dibuktikan. Bahasa yang digunakan melukai perasaan. Pernyataan telah dipublikasikan. Untuk menghindari dituduh melakukan pecemaran nama baik harus bisa membuktikan (BoveedanThill2012:370)
 
* Hindari penggunaan bahasa / kata yang kasar.
Baris 1.824 ⟶ 2.390:
Selain memperbaiki kinerja karyawan, penilaian kinerja membantu perusahaan mengatur standar organisasi dan mengkomunikasikan nilai-nilai organisasi.
 
     Penilaian kinerja yang positif ataupun yang negative mempunyai beberapa karakteristik yang sama: Nada penilaian adalah objektif dan tidak bias, bahasa yang digunakan tidak menghakimi, dan focus penilaian adalah pemecahan problem. Selain itu, untuk meningkatkan objektivitas, makin banyak organisasi member umpan balik pada para karyawannya dari berbagai macam sumber.
 
     Sulit mengkritik para karyawan secara tatap muka, dan sama dengan sulitnya memasukkan kritik dalam evaluasi kinerja secara tertulis. Namun, bila Anda memecat seorang karyawan karena tidak kompeten dan evaluasi kinerja karyawan tersebut positif semua, karyawan tersebut dapat menuntut perusahaan Anda, menghalangi Anda dalam mencari alasan untuk memberhentikan karyawan tersebut. Juga, perusahaan Anda dapat dituntut karena kelalaian bila kecelakaan disebabkan oleh seorang karyawan yang menerima sebuah evaluasi negative tetapi tidak menerima tindakan untuk perbaikannya (seperti pelatihan). Pastikan evaluasi kinerja yang anda buat seimbang dan jujur.
 
'''Panduan dalam memberikan penilaian kinerja negative:'''
Baris 1.884 ⟶ 2.450:
* Jangan menulis judul atau maksud (subject line) menggunakan kalimat yang bersifat negative karena akan mengakibatkan sang pembaca malas untuk membaca pesan tersebut.
 
* Bila memberikan pesan negatif kepada atasan, subject line yang digunakan adalah kalimat berfokus pada penyelesaian masalah yang terjadi saat itu isi pesan sebaiknya diuraikan dari masalah yang terjadi à detail masalah tersebut à alternatif penyelesaian masalah tersebut à permintaan kepada atasan untuk memberikan solusi ataupun tindakan terhadap masalah tersebut
 
* Pesan negatif yang ditujukan kepada konsumen atau pihak luar perusahaan sebaiknya mampu memberikan atau setidaknya mempertahankan imej baik perusahaan pesan diurutkan dari alasan terjadinya hal negatif à hal negatif yang terjadi à berikan jalan keluar atau janji bila memungkinkan à mengakhiri pesan dengan goodwill
 
ttps://www.slideshare.net/ziasafira1/penulisan-permintaan-pesan-pesan-rutin-dan-positif-serta-penulisan-bad-news
Baris 1.893 ⟶ 2.459:
 
http://tugaskuliahanakmenej.blogspot.com/2012/12/chapter-9-menulis-pesan-negatif.html
 
https://blogkukuliahku.files.wordpress.com/2017/09/bab-06-penulisan-pesan-negatif.pdf