Liberty Manik: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan |
enriching |
||
(19 revisi perantara oleh 5 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 11:
| death_place = [[Rumah Sakit Bethesda]], [[Kota Yogyakarta]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta]]
| burial_place = Taman Makam Seniman Giri Sapto, [[Imogiri]], [[Bantul]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta]]
| monuments = Monumen Dr. Liberty Manik, [[Taman Wisata Iman Dairi|Kompleks Taman Wisata Iman]], [[Sitinjo, Dairi|Sitinjo]] <br> {{Coord|2|44|30.
| other_names = L. Manik
| alma_mater = [[Universitas Bebas Berlin|Freie Universität Berlin]], [[Jerman]]
Baris 17:
| notable_works = {{ubl|''[[Satu Nusa Satu Bangsa]]''
|''Desaku Yang Kucinta''
|''Batak-Handschriften''
|''Molo Saut Ma Ho'' ([[Buku Ende]] No. 809)}}
| parents = {{ubl|Raja Patiham Manik (ayah)|Solat br. Situmorang (ibu)}}
| relatives = [[Hokky Situngkir]] (cucu dari saudari)<ref>{{cite web|url= https://www.swatt-online.com/hokky-situngkir-peneliti-bandung-fe-institute/|title=Hokky Situngkir, Peneliti Bandung Fe Institute|website=swatt-online.com|accessdate=13 Mei 2022}}</ref>
}}
[[Doktor|Dr.]] '''Liberty Manik''' ({{lahirmati|[[Pegagan Julu VII, Sumbul, Dairi|Kuta Manik]], [[Kabupaten Dairi|Dairilanden, Bataklanden]], [[Keresidenan Tapanuli]]|21|11|1924|[[Yogyakarta]]|16|9|1993}}) adalah seorang [[komponis]] dan [[Dosen|pengajar musik]] di [[Institut Seni Indonesia Yogyakarta]]. Liberty Manik juga dikenal sebagai [[Filologi|filolog]] [[Suku Batak|Batak]] yang mentransliterasikan 500-an [[Pustaha|Pustaha Batak]] ke dalam [[bahasa Jerman]].<ref>{{Cite web|date=21 Juli 2019|title=Mengungkap Peran Komponis Nasional Liberty Manik dalam Mentransnarasikan 500-an Naskah Batak|url=https://www.unimed.ac.id/2019/07/21/mengungkap-peran-komponis-nasional-liberty-manik-dalam-mentransnarasikan-500-an-naskah-batak/|website=Universitas Negeri Medan|language=|archive-url=https://web.archive.org/web/20220612224806/https://www.unimed.ac.id/2019/07/21/mengungkap-peran-komponis-nasional-liberty-manik-dalam-mentransnarasikan-500-an-naskah-batak/|archive-date=12 Juni 2022|dead-url=yes|access-date=13 Mei 2022}}</ref>
== Kehidupan awal ==▼
▲== Kehidupan awal ==
Liberty Manik lahir pada 21 November 1924 di Huta Manik, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Ia diberi nama Raja Tiang Manik, namun nama ini kemudian diubah oleh seorang pendeta pada saat [[Baptis|pembaptisannya]].<ref>{{Cite web|date=21 Juli 2019|title=Liberty Manik Berperan Banyak bagi Bangsa|url=https://analisadaily.com/berita/arsip/2019/7/22/769171/liberty-manik-berperan-banyak-bagi-bangsa/|website=Analisa Daily|language=|access-date=19 Juni 2023}}</ref> Ayah Liberty bernama Raja Patiham Manik, sedangkan ibunya bernama Solat boru Situmorang.
== Pendidikan ==
Baris 35 ⟶ 37:
== Karya ==
=== Karya seni ===
* Mengarang lagu-lagu nasional: ''[[Satu Nusa Satu Bangsa]]'', ''Desaku Yang Kucinta'', ''Tamanku, Pantai Sepi, Di Laut, Negara Jaya.''<ref>{{Cite web|date=28 Oktober 2022|title=6 Karya Liberty Manik, Selain Lagu Satu Nusa Satu Bangsa|url=https://satukanal.com/baca/karya-liberty-manik/94368/|website=Satu Kanal|language=|access-date=19 Juni 2023}}</ref> Lagu ''Satu Nusa Satu Bangsa'' yang dikarangnya merupakan salah satu dari tujuh lagu perjuangan yang diterbitkan oleh Balai Pustaka sebagai [[Daftar lagu nasional Indonesia|lagu wajib nasional]] berdasarkan Instruksi Menteri Muda Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan pada tahun 1963.<ref>{{Cite web|last=Maarif|first=Syamsul Dwi|title=Lirik Lagu 'Satu Nusa Satu Bangsa' & Sejarah L. Manik Pencipta Lagu|url=https://tirto.id/lirik-lagu-satu-nusa-satu-bangsa-sejarah-l-manik-pencipta-lagu-gmjY|website=[[Tirto]]|language=|access-date=18 Juni 2023}}</ref>
* Menerjemahkan dan mementaskan oratorium ''Mattheus Passion'' dan ''Weichnachtsoratorim'' karangan [[J.S. Bach]] di Yogyakarta tahun 1980-an.
* Mengarang lagu rohani: ''Molo Saut Ma Ho'' ([[Buku Ende]] No. 809), ''Yesus Kristus Kehidupan Dunia'' ([[Pelengkap Kidung Jemaat]] No. 263){{efn|Syair lagu ini dikarang oleh [[Agustina Lumentut]].}}, ''Kumohon Pengampunan'' (Pelengkap Kidung Jemaat No. 42){{efn|Syair lagu ini digubah oleh Liberty Manik dari lagu tradisional [[Suku Simalungun|Batak Simalungun]] yang berjudul "''Otik otik ma demban''".}}, ''Padamu Kami Datang''{{efn|Syair lagu ini digubah oleh Liberty Manik dari lagu tradisional Batak Simalungun yang berjudul "''Marmutik ma napuran botou''".}}, ''S'lamat Datang Kami Ucapkan''{{efn|Syair lagu ini digubah oleh Liberty Manik dari lagu tradisional [[Suku Pakpak|Batak Pakpak]] yang berjudul "''Kedu mo, kedu bengkuang ale''".}}, ''Karuniamu, Tuhan''{{efn|Syair lagu ini digubah oleh Liberty Manik dari lagu tradisional Batak Simalungun yang berjudul "''Bintang narondang''".}}.<ref>{{Cite book|last=|first=Tim Inti Nyanyian Gereja (TING Yamuger)|date=17 Februari 2022|url=https://books.google.co.id/books?id=CJdfEAAAQBAJ|title=Kidung Keesaan Empat Suara|location=[[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]]|publisher=Yayasan Musik Gerejawi (Yamuger)|isbn=9790801856876|language=id|url-status=live}}</ref>
=== Karya tulis ===
Baris 46 ⟶ 48:
* ''Ketens van overlevering in pustaha's'' bersama Petrus Voorhoeve
* ''Suku Batak Dengan "Gondang Batak"-nya'' (1977) dalam Majalah Peninjau Tahun IV Nomor 1
== Pandangan ==
Liberty Manik berpandangan bahwa musik nasional Indonesia seharusnya bukan ditekankan pada aspek keaslian dan ketimuran musik itu sendiri, melainkan pada komposisi musik yang berkualitas tinggi. Sama halnya dengan [[Sindoedarsono Soedjojono]] yang mendesak para pelukis untuk menguasai teknik-teknik melukis, Liberty Manik juga merasa bahwa pembelajaran dan penguasaan akan teknik komposisi musik jauh lebih berguna bagi seorang musisi daripada mencari-cari corak nasional dalam musik.<ref>{{Cite book|last=Lindsay|first=Jennifer|last2=Liem|first2=Maya Hian Ting|date=2012|title=Heirs To World Culture: Being Indonesian 1950-1965|location=[[Leiden]]|publisher=KITLV Press|isbn=978-90-6718-379-6|series=Verhandelingen van het [[Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde]]|pages=241|url-status=live}}</ref>
Dalam tulisannya bersama [[J.A. Dungga]], Liberty Manik juga berpandangan bahwa [[gamelan]] merupakan simbol ketertinggalan dan kemerosotan yang berkaitan dengan gaya hidup hedonistik kaum [[priayi]]. Menurut mereka, musik yang mengandung unsur magis dan primitif tidak lagi disukai karena perasaan religius masyarakat telah berubah. Dalam pemutaran perdana film [[Enam Djam di Jogja]] karya [[Usmar Ismail]], beberapa orang mempertanyakan penggunaan musik gamelan alih-alih mars yang dianggap lebih menggugah dalam adegan peperangan di film itu.<ref>{{Cite book|last=Mack|first=Dieter|date=2004|url=https://books.google.co.id/books/about/Zeitgen%C3%B6ssische_Musik_in_Indonesien.html?id=DbYAu-NeEPoC|title=Zeitgenössische Musik in Indonesien: Zwischen lokalen Traditionen, nationalen Verpflichtungen und internationalen Einflüssen|location=Jerman|publisher=G. Olms|isbn=978-3-487-12562-6|pages=44-45|language=de|url-status=live}}</ref>
== Penghargaan ==
Baris 55 ⟶ 62:
== Catatan ==
{{
== Referensi ==
{{
== Pranala luar ==
* {{url|https://archive.org/details/batakhandschrift0028mani/page/n5/mode/2up|''Batak Handschriften''}} karya Dr. Liberty Manik
{{DEFAULTSORT:Manik, Liberty}}
Baris 70 ⟶ 77:
[[Kategori:Alumni Universitas Bebas Berlin]]
[[Kategori:Komponis Indonesia]]
[[Kategori:Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta]]
[[Kategori:Penerima Bintang Budaya Parama Dharma]]
|