Leak: Perbedaan antara revisi
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tag: Dikembalikan |
M. Adiputra (bicara | kontrib) k →top |
||
(13 revisi perantara oleh 10 pengguna tidak ditampilkan) | |||
Baris 1:
[[Berkas:02021 0109 (1) Rangda
'''Leak''' (serapan dari {{lang-ban|{{script/Bali|ᬮᬾᬬᬓ᭄}}|léyak}})<ref name="KBB">{{cite web |title=Cari "''Leak''" dalam Kamus Bahasa Bali Daring |language=ban |url= http://kamusbahasaprovinsibali.id/bali-indonesia/cari/leak |location= Bali |work=Balai Bahasa Provinsi Bali, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan |publisher=Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia}}</ref> dalam [[mitologi Bali]] adalah jelmaan manusia yang menguasai sebuah ilmu bernama ''Aji Pengeleakan''. Pengamal ilmu tersebut dapat mengubah wujudnya menjadi berbagai bentuk seperti menjadi sosok [[Rangda]] (ratu dari para leak dalam mitologi Bali), bade (tempat mayat/tulang manusia saat ngaben), paga ([[keranda]] dari ulatan [[bambu]] kadang beserta petinya), binatang, maupun sinar yang berwarna merah, kuning, hijau, dan sebagainya tergantung tingkat kesaktian level dalam ilmu tersebut.
▲[[Berkas:Rangda statue.jpg|jmpl|240px|ka|Patung [[Rangda]], Ratu para Leak.]]
Ilmu leak digunakan untuk tameng badan maupun untuk menyerang musuh-musuh pada zaman dahulu kala, dan juga karena orang-orang yang menguasai ilmu leak ditambah dengan menguasai ilmu-ilmu santet, pengasih, penunduk, pembungkam, sirep, ilmu pelet, ilmu cetik atau racun, akhirnya ilmu pengeleakan menjadi sebuah momok yang mengerikan dan jahat. Leak hanya bisa dilihat di hari sandikala (menjelang Magrib sampai malam hari) oleh orang-orang yang memiliki kepekaan mata batin ataupun para [[dukun|ahli supranatural]], sedangkan siang hari orang-orang yang memiliki ilmu leak tetap beraktivitas seperti biasa karena bagaimanapun juga mereka adalah manusia biasa yang mempelajari ilmu leak.
== Kepercayaan ==
Leak di Bali kerap diidentikkan dengan perilaku jahat para penganut ajaran kiri atau pengiwa yakni berupa [[kepala]] manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darah [[bayi]] yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang terkenal. Dua di antaranya [[perempuan]] dan satu [[laki-laki]].▼
''Ilmu Leak'' (atau ''Liak'') dikenal pula sebagai ''Ilmu Pengiwa'' yang berarti "Ilmu Kiri", adalah salah satu metode meditasi Tantra khas Bali<ref name="yudiantara">{{citation| author=Yudiantara, Putu |year=2015 |title=Sakti Sidhi Ngucap: Eksplorasi dan Aplikasi Ilmu Leak, Kanda Pat dan Dasa Aksara untuk Jaman Modern |place=Denpasar, Bali |publisher=Bali Wisdom Publishing}}</ref> yang sering disalahartikan sebagai ilmu hitam (''Aji Wegig''). Ilmu Leak di Bali sering kali dikaitkan dengan cerita Calonarang. Masyarakat Bali meyakini kalau kata Leak berasal dari kata ''lina aksara'' yang berarti "hilangnya aksara", kemudian lima aksara atau panca aksara. Dengan demikian Ilmu Leak sejatinya adalah ilmu Aksara, yang mana Aksara merupakan salah satu komponen penting dalam [[Tantrisme|Tantra]].<ref name="yudiantara"/>
Menurut kepercayaan [[suku Bali|orang Bali]], Leak adalah manusia biasa yang mempraktikkan sihir jahat dan membutuhkan darah [[embrio]] agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi babi atau [[bola]] [[api]], sedangkan bentuk Leak yang sesungguhnya memiliki [[lidah]] yang panjang dan [[gigi]] yang tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak hanya berfungsi di [[pulau]] [[Bali]], sehingga Leak hanya ditemukan di Bali.▼
▲Leak di Bali kerap diidentikkan dengan perilaku jahat para penganut ajaran kiri atau ''pengiwa'' yakni berupa [[kepala]] manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian
▲Menurut kepercayaan [[suku Bali|orang Bali]],
Ada seseorang menusuk leher
== Jenis dan tingkatan ==
▲Ada seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati. Dalam lontar durganing purwa dinyatakan bahwa terdapat sekitar 35 jenis leak, diantaranya leak pemoroan, leak nengkleng, leak ugig yang semuanya berkonotasi tentang keburukan di penganut ilmu leak itu.
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Een Balinese danser met een masker van Rangda de heksweduwe TMnr 10004670.jpg|thumb|Penari Bali berperan sebagai [[Rangda]] dalam pertunjukan [[Calon Arang]], tahun 1929.]]
Legenda masyarakat menyebutkan bahwa ada banyak jenis leak, seperti berubah menjadi [[api]], [[monyet]], [[anjing]], [[celuluk]], [[Rangda]], [[Garuda]] emas, dan [[Bade]] emas. Perubahan wujud tersebut biasanya juga menentukan tingkatan Ilmu Leak yang dikuasai. Namun dalam Lontar Pengeleakan sendiri jenis dan tingkatan ini tidak ditemukan. Bisa dikatakan, kepercayaan masyarakat terkait tingkatan Ilmu Leak dan jenisnya ini tidak lebih merupakan legenda yang dipopulerkan cerita masyarakat seperti Calonarang.
Menurut lontar-lontar ''Pengeleakan'' (Lontar Pengiwa) yang ada, ditemukan beberapa jenis Ilmu Leak, seperti:<ref>{{citation| author=Yudiantara, Putu, dkk| year=2015 |title=Ensiklopedi Kiwa-Tengen: Kumpulan Ilmu Kebatinan Bali untuk Berbagai Tujuan |place= Denpasar |publisher=Bali Wisdom Publishing}}</ref>
*
* ''Ilmu Pengiwa Kereb Akasa''
* ''Ilmu Pengiwa Surya Sumedang''
* ''Ilmu Pengiwa Siwa Wijaya Murti''
* ''Ilmu Pengiwa Jong Biru''
* ''Ilmu Pengiwa Keputusan Calonarang''
* ''Ilmu Pengiwa Gni Sabhuwana''
* ''Ilmu Pengiwa Sampian Mas''
* ''Ilmu Pengiwa Rambut Sapetik''
* ''Ilmu Pengiwa Maduri Reges'', dll.
Dalam jenis-jenis Ilmu Pengiwa tersebut disebutkan kalau ilmu bersangkutan merupakan ilmu utama, sehingga tidak terdapat tingkatan-tingkatan dari ilmu leak tersebut.
== Referensi ==
{{reflist}}
{{Mitos supernatural Indonesia}}
[[Kategori:Hantu]]
[[Kategori:Legenda urban]]
[[Kategori:Mitologi Bali]]
|