Divina Commedia ([diˈviːna komˈmɛːdja]; berarti Komedi Ilahi) adalah puisi naratif yang panjang hasil karya Dante Alighieri, penulisannya dimulai tahun ca 1308 dan terselesaikan pada tahun 1320, satu tahun sebelum wafatnya pada tahun 1321. Puisi ini secara luas dianggap sebagai karya unggulan dalam sastra Italia,[1] dan dipandang sebagai salah satu karya terbesar sastra dunia.[2] Visiun imajinatif sang penyair tentang kehidupan setelah kematian merepresentasikan pandangan dunia abad pertengahan sebagaimana yang dikembangkan dalam Gereja Barat pada abad ke-14. Divina Commedia berkontribusi membentuk bahasa Toskano, yang digunakan dalam penulisan karya ini, sebagai bahasa Italia baku.[3] Karya ini terbagi menjadi tiga bagian: Inferno, Purgatorio, dan Paradiso.

Dante digambarkan sedang memegang satu salinan Divina Commedia, di sisi pintu masuk Neraka, tujuh teras Gunung Purgatorium, dan kota Firenze, dengan tujuh lingkar Surga di atasnya; terlukis dalam fresko karya Michelino.
Edisi pertama yang menamai puisi ini Divina Comedia, 1555.

Selayang pandang, puisi ini melukiskan perjalanan Dante melintasi Neraka, Purgatorium, dan Firdaus atau Surga;[4] tetapi, pada suatu tingkatan yang lebih dalam, puisi ini secara alegoris merepresentasikan perjalanan jiwa menuju Allah.[5] Pada tingkat yang lebih dalam itu, Dante merujuk pada filsafat dan teologi Kristen, khususnya fisafat Thomistik dan Summa Theologica karya Santo Thomas Aquinas.[6] Akibatnya, Divina Commedia menjadi disebut "Summa dalam rupa puisi".[7]

Karya ini pada awalnya hanya berjudul Comedìa dan kata Divina ditambahkan oleh Giovanni Boccaccio. Edisi cetak pertama yang menambahkan kata divina pada judulnya adalah yang dihasilkan seorang humanis Venesia bernama Lodovico Dolce,[8] diterbitkan pada tahun 1555 oleh Gabriele Giolito de' Ferrari.

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ (Inggris) For example, Encyclopedia Americana, 2006, Vol. 30. p. 605: "the greatest single work of Italian literature;" John Julius Norwich, The Italians: History, Art, and the Genius of a People, Abrams, 1983, p. 27: "his tremendous poem, still after six and a half centuries the supreme work of Italian literature, remains – after the legacy of ancient Rome – the grandest single element in the Italian heritage;" and Robert Reinhold Ergang, The Renaissance, Van Nostrand, 1967, p. 103: "Many literary historians regard the Divine Comedy as the greatest work of Italian literature. In world literature it is ranked as an epic poem of the highest order."
  2. ^ (Inggris) Bloom, Harold (1994). The Western Canon.  See also Western canon for other "canons" that include the Divine Comedy.
  3. ^ (Inggris) See Lepschy, Laura; Lepschy, Giulio (1977). The Italian Language Today.  or any other history of Italian language.
  4. ^ (Inggris) Peter E. Bondanella, The Inferno, Introduction, p. xliii, Barnes & Noble Classics, 2003, ISBN 1-59308-051-4: "the key fiction of the Divine Comedy is that the poem is true."
  5. ^ (Inggris) Dorothy L. Sayers, Hell, notes on page 19.
  6. ^ (Inggris) Charles Allen Dinsmore, The Teachings of Dante, Ayer Publishing, 1970, p. 38, ISBN 0-8369-5521-8.
  7. ^ (Inggris) The Fordham Monthly Fordham University, Vol. XL, Dec. 1921, p. 76
  8. ^ (Inggris) Ronnie H. Terpening, Lodovico Dolce, Renaissance Man of Letters (Toronto, Buffalo, London: University of Toronto Press, 1997), p. 166.

Pranala luar

sunting
Audio

Templat:Divine Comedy navbox Templat:Dante Templat:Francesca da Rimini

Templat:Etika kebajikan Katolik