Pengguna:Adhiwangsa/bak pasir

Proyek Mercury
Logo retroaktif[n 1]
NegaraAmerika Serikat
OrganisasiNASA
TujuanPenerbangan orbital berawak
StatusSelesai
Sejarah program
Biaya
  • $277 juta (1965)[1]
  • $2.25 milyar (2019)
Durasi1958–1963
Penerbangan pertama
Penerbangan berawak pertama
Penerbangan terakhir
Kesuksesan11
Kegagalan3 (MA-1, MA-3, and MR-1)
Kegagalan parsial1 (Big Joe 1)
Tempat peluncuran
Informasi kendaraan
Kendaraan awakKapsul Mercury
Roket peluncur


Proyek Mercury adalah program penerbangan antariksa manusia pertama Amerika Serikat. Program ini berlangsung dari 1959 hingga 1963 dengan tujuan menempatkan manusia di orbit sekitar Bumi, idealnya sebelum Uni Soviet melakukannya, sebagai bagian dari perlombaan antariksa. NASA yang mengambil alih program ini dari Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan dua puluh penerbangan uji coba nirawak (beberapa menggunakan hewan), dan enam penerbangan berawak dalam program ini. Astronaut yang tergabung dalam program ini secara kolektif disebut "Mercury Tujuh", dan setiap wahana antariksa diberi akhiran "7" oleh pilot.

Perlombaan antariksa dimulai pada 1957 saat Uni Soviet meluncurkan satelit buatan pertama, Sputnik 1. Peluncuran tersebut menimbulkan kejutan bagi publik AS dan mengarah pada pembentukan NASA untuk mempercepat usaha eksplorasi antariksa Amerika Serikat, dan menempatkan sebagian besar usaha tersebut dibawah kontrol sipil. Setelah peluncuran Explorer 1 pada 1958, penerbangan antariksa berawak menjadi tujuan selanjutnya. Uni Soviet meluncurkan Yuri Gagarin sebagai manusia pertama di luar angkasa pada 12 April 1961. Tidak lama setelah itu, pada 5 Mei 1961, AS meluncurkan antariksawan pertamanya, Alan Shepard, pada penerbangan suborbital. Saat Proyek Mercury berakir pada Mei 1963, kedua negara telah mengirim enam orang ke luar angkasa, dengan Uni Soviet lebih banyak menghabiskan waktu di luar angkasa.

Kapsul Mercury diproduksi oleh McDonnell Aircraft, dan membawa suplai air, udara, dan oksigen untuk satu hari dalam kabin bertekanan. Misi Mercury diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station (CCAFS) pada kendaraan peluncur berupa misil Redstone dan Atlas D yang dimodifikasi. Penerbangan dirancang untuk dikendalikan dari Bumi melalui Manned Space Flight Network, sebuah sistem pelacakan dan stasiun komunikasi, dengan kendali cadangan berada di dalam wahana.

Kesuksesan proyek ini menjadi pondasi untuk Proyek Gemini, yang membawa dua astronaut pada setiap kapsul dan menyempurnakan manuver docking untuk pendaratan di bulan pada program Apollo.

Pembentukan

Proyek Mercury secara resmi disetujui pada 7 Oktober 1958 dan diumumkan ke publik pada 17 Desember 1958.[2][3] Awalnya bernama Proyek Astronaut, Presiden Amerika Serikat Dwight Eisenhower merasa bahwa penamaan tersebut memberi terlalu banyak perhatian pada pilot.[4] Nama Mercury dipilih dari mitologi klasik, yang sebelumnya digunakan untuk menamai roket, seperti Atlas dan Jupiter.[5]

Latar balakang

Menyusul berakhirnya Perang Dunia II, terjadi perlombaan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dikarenakan Uni Soviet tidak mempunyai pangkalan di belahan dunia barat untuk mengerahkan pesawat pengebom, Josef Stalin memutuskan untuk mengembangkan peluru kendali balistik antar benua (ICBM), yang menyebabkan dimulainya perlombaan senjata.[6] Teknologi roket memungkinkan kedua negara untuk untuk mengembangkan komunikasi Bumi-satelit, dan mengumpulkan data cuaca dan intelijen.[7]

Album

Catatan kaki

  1. ^ Dirancang pada 1964 dari memorial astronaut Mercury Tujuh

Referensi

  1. ^ Lafleur, Claude (2010-03-08). "Costs of US piloted programs". The Space Review. Diakses tanggal February 18, 2012. 
  2. ^ Grimwood 1963, p. 12.
  3. ^ Alexander & al. 1966, p. 132
  4. ^ Catchpole 2001, p. 92.
  5. ^ Alexander & al. 1966, p. 132.
  6. ^ Catchpole 2001, pp. 12–14.
  7. ^ Catchpole 2001, p. 81.

Pranala luar