Layanan jejaring sosial

platform online yang memfasilitasi pembangunan hubungan sosial
Revisi sejak 12 April 2010 17.37 oleh Bp2010 Exga (bicara | kontrib) (fact)

Situs jejaring sosial (bahasa Inggris: Social network sites) merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list pengguna yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut.[1] Tampilan dasar situs jejaring sosial ini menampilkan halaman profil pengguna, yang di dalamnya terdiri dari identitas diri dan foto pengguna.[2]

Sejarah Situs Jejaring Sosial

Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia. [3] Situs jejaring sosial pertama, yaitu Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997. Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan.[butuh rujukan] Tahun 1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstorm, live journal, Cyword yang berfungsi memperluas informasi secara searah. Tahun 2001, muncul Ryze.com yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis.[butuh rujukan] Tahun 2002, muncul friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh.[butuh rujukan] Dalam keanjutannya, friendster ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan dengan pengguna lain. [3] Tahun 2003, muncul situs sosial interaktif lain menyusul kemunculan friendster, Flick R, You Tube, Myspace.Hingga akhir tahun 2005, friendster dan Myspace merupakan situs jejaring sosial yang paling diminati. [4] Memasuki tahun 2006, penggunaan friendster dan Myspace mulai tergeser dengan adanya facebook. [5] Facebook dengan tampilan yang lebih modern memungkinkan orang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya. [6] Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata lebih diminati oleh anak muda. Twitter menggunakan sistem mengikuti - tidak mengikuti (follow-unfollow), dimana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow). [7]

Macam-macam Situs Jejaring Sosial

Walaupun terdapat ratusan situs jejaring sosial di berbagai belahan dunia yang sengaja dibuat untuk menghubungkan orang-orang dalam berinteraksi satu sama lain. [8]. Namun, hanya beberapa saja yang terasa familiar dengan kita. [9]

Friendster

Friendster merupakan situs yang dibuat pada tahun 2002 yang semula dimaksudkan untuk situs pencarian jodoh dan memperbesar link bisnis.[butuh rujukan] Dalam kelanjutannya, friensdter lebih sering digunakan oleh anak-anak muda untuk berhubungan dengan orang-orang baru. [10]

Myspace merupakan situs sosial yang menskonsentrasikan layanannya di bidang musik.[butuh rujukan] Kehadiran Myspace tahun 2003 memunculkan tampilan foto, profil, grup, chatting, dan layanan upload lagu /video. Myspace juga menyediakan layanan pemasangan genre musik khusus pada halaman profil. [11]

Situs yang memungkinkan penggunanya untuk sharing foto dan video.[12] Kita dapat melihat video atau foto-foto yang baru diupload oleh pengguna-pengguna lain dari seluruh belahan dunia dari situs tersebut. [13]

Merupakan situs jejaring sosial yang aplikatif.[14] Facebook menyajikan gambaran dari yang menarik, adanya pemberitahuan baru atau notifikasi, ruang untuk chatting, upload foto/video, dan mengirimkan pesan kepada pengguna lain di saat pengguna lain tersebut sedang offline. [15]

Merupakan situs yang lebih dikenal untuk sharing video dimana kita dapat download atau posting sebuah video kita.[butuh rujukan] Dalam You Tube dikenal dua istilah, yaitu publicly private dan privately public.[butuh rujukan] Publicly private berarti video tersebut tidak dapat diakses secara bebas oleh publik, akan tetapi identitas pembuat video disampaikan.[butuh rujukan] Agar video tersebut hanya dapat diakses oleh orang tertentu, pembuat video dapat membuat video tersebut untuk friends-only atau dengan tidak memberikan fasilitas tag.[butuh rujukan] Privately public berarti video tersebut dapat diakses secara bebas oleh publik tertentu maupun publik luas, akan tetapi identitas pembuat video dirahasiakan.[butuh rujukan] Pembuat video tidak menginginkan identitasnya diketahui, oleh karena itu pembuat video seringkali menggunakan inisisal tertentu.[butuh rujukan] You Tube juga memiliki halaman profil yang memungkinkan kita untuk saling berinteraksi atau meninggalkan komentar atas video yang kita lihat, yang disebut dengan channel page. [butuh rujukan]Apabila komentar tersebut dibaca oleh pembuat video, kita dapat berinteraksi langsung dengannya.[16]

Twitter

Merupakan situs sosial yang saat ini menduduki peringkat pertama dengan menggunakan sistem satu arah.[butuh rujukan] Dengan menekan tombol follow, kita dapat melihat update status dari mereka yang kita follow.[17]

Kelebihan Situs Jejaring Sosial

Keberadaan situs jejaring sosial ini memudahkan kita untuk berinteraksi dengan mudah dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan telepon. [18] Selain itu, dengan adanya situs jejaring sosial, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat. [19]


Kelemahan Situs Jejaring Sosial

Kemunculan situs jejaring sosial ini menyebabkan interaksi interpersonal secara face-to-face cenderung menurun.[butuh rujukan] Orang lebih memilih untuk menggunakan situs jejaring sosial karena lebih praktis.[butuh rujukan] Di lain pihak, kemunculan situs jejaring sosial ini membuat anak muda tidak dapat tidak mengakses internet. [20] Dalam kadar yang berlebihan, situs jejaring sosial ini secara tidak langsung membawa dampak negatif, seperti addiksi yang berlebihan. [21]

Referensi

  1. ^ Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11. [1]
  2. ^ Aleman, Anna M.Martinez & Wartman, Katherine Link. 2009. Online Social Networking on Campus: Understanding What Matters in Student Culture. Taylor & Francis.
  3. ^ a b Watkins, S.Craig. 2009. The Young and the Digital: What the Migration to Social Network Sites, Games, and Anytime, Anywhere Media Means for Our Future. UK: Beacon Press.
  4. ^ Lange, P. G. (2007). Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 18. http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/lange.html.
  5. ^ 'Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11. http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/boyd.ellison.html.
  6. ^ Setiawan, Dirgayuza. 2008. Gaul Ala Facebook untuk Pemula. Jakarta: Media Kita.
  7. ^ 'Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11. [2]
  8. ^ Lin, Carolyn A. & Atkin, David A. (2002). Communication Technology and Society. Cresskill, NJ: Hampton Press, Inc.
  9. ^ Lange, P. G. (2007). Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 18. [3]
  10. ^ 'Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11. [4]
  11. ^ 'Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11. [5]
  12. ^ (Inggris)Lange, P. G. (2007). Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 18. http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/lange.html
  13. ^ 'Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11.[6]
  14. ^ Setiawan, Dirgayuza. 2008. Gaul Ala Facebook untuk Pemula. Jakarta: Media Kita
  15. ^ afiudin, Rahmat. 2008. Kupas Tuntas Aplikasi Facebook Terpopuler. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo.
  16. ^ (Inggris)Lange, P. G. (2007). Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 18. [7]
  17. ^ (Inggris)Lange, P. G. (2007). Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 18. [8]
  18. ^ (Inggris)Aleman, Anna M.Martinez & Wartman, Katherine Link. 2009. Online Social Networking on Campus: Understanding What Matters in Student Culture. Taylor & Francis
  19. ^ (Inggris)Lin, Carolyn A. & Atkin, David A. (2002). Communication Technology and Society. Cresskill, NJ: Hampton Press, Inc
  20. ^ (Inggris)Watkins, S.Craig. 2009. The Young and the Digital: What the Migration to Social Network Sites, Games, and Anytime, Anywhere Media Means for Our Future. UK: Beacon Press
  21. ^ (Inggris)Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11. [9]

1. Aleman, Anna M.Martinez & Wartman, Katherine Link. 2009. Online Social Networking on Campus: Understanding What Matters in Student Culture. Taylor & Francis.

2. Lange, P. G. (2007). Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 18. http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/lange.html.

3. Lin, Carolyn A. & Atkin, David A. (2002). Communication Technology and Society. Cresskill, NJ: Hampton Press, Inc.

4. Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 11. http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/boyd.ellison.html.

5. Rafiudin, Rahmat. 2008. Kupas Tuntas Aplikasi Facebook Terpopuler. Jakarta: PT.Elex Media Komputindo.

6. Setiawan, Dirgayuza. 2008. Gaul Ala Facebook untuk Pemula. Jakarta: Media Kita.

7. Watkins, S.Craig. 2009. The Young and the Digital: What the Migration to Social Network Sites, Games, and Anytime, Anywhere Media Means for Our Future. UK: Beacon Press.