Lewat Djam Malam

film Indonesia tahun 1954 karya Usmar Ismail
Revisi sejak 7 Oktober 2006 23.52 oleh Andri.h (bicara | kontrib) (+info)

Lewat Djam Malam menceritakan kisah ketika Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda. Pada masa itu tentara masih berusaha menguasai keadaan dan menyelenggarakan jam malam di kota Bandung.

Lewat Djam Malam
Cuplikan Film Lewat Djam Malam
SutradaraUsmar Ismail
Ditulis olehAsrul Sani
PemeranA.N. Alcaff
Netty Herawati
DistributorPerfini/Persari
Tanggal rilis
1955
Durasi101 menit
NegaraIndonesia

Pada saat itu Iskandar (A.N. Alcaff) memutuskan untuk meninggalkan dinas ketentaraan dan memulai kehidupan baru sebagai penduduk sipil dengan pertolongannya kekasihnya Norma (Netty Herawati) dan keluarganya.

Akan tetapi ketika ia berusaha mengontak mantan kawan-kawannya dari dinas ketentaraan untuk mecari pekerjaan, dia baru mengetahui bahwa korupsi sudah merajalela dan kebusukan - kebusukan telah terjadi diatas semua perjuangan mereka.

Hal ini Iskandar temukan pada temannya Puja yang telah beralih profesi menjadi seorang germo, dan mantan atasannya, Gunawan, yang telah menjadi seorang kontraktor perusahaan yang penuh dengan korupsi pada kegiatannya.

Melihat hal itu Iskandar marah dan menyekap Gunawan sebagai seorang tawanan. Pada saat itu ia memaksa Gunawan untuk mengakui kesalahannya akan korupsi yang telah dilakukan dan Iskandar melihatnya sebagai usahanya untuk menegakkan keadilan dan kemurnian perjuangan yang telah mereka raih dan berbuah kemerdekaan.

Gunawan menolak untuk mengaku, dan tidak menganggap serius ancaman Iskandar yang pada saat itu telah menodongnya dengan senapan. Karena kesal Iskandar menekan pelatuk senapan tersebut dan akibatnya Gunawan tewas tertembak.

Terkesima akan tindakannya sendiri, Iskandar akhirnya menjadi bingung, dan lupa akan jam malam yang telah ditetapkan dan berkeluyuran kembali ke rumah Norma dalam keadaan linglung. Akibatnya dia tertembak oleh pasukan jaga jam malam dan meninggal di depan pintu rumah Norma.

Film ini meraih penghargaan bersama sebagai Film Terbaik Festival Film Indonesia 1955 bersama dengan film Tarmina dan A.N. Alcaff terpilih sebagai Aktor Terbaik Festival Film Indonesia 1955.

Didahului oleh:
N/A
Piala Citra FFI - Kategori Film Terbaik
1955 (bersama dengan film Tarmina)
Diteruskan oleh:
Turang