Futur

rasa malas setelah sebelumnya rajin dalam beribadah


Futur (bahasa Arab: الفتور, translit. Al-Futūr) adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada kondisi kelemahan atau kemalasan dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah setelah sebelumnya giat dan bersemangat. Futur sering kali dialami oleh seseorang akibat berbagai faktor, seperti keletihan fisik, gangguan hati, atau godaan duniawi.[1][2]

Definisi

sunting

Secara bahasa, futur berasal dari kata Arab fa-ta-ra (ف ت ر), yang berarti "melemah" atau "mengendur." Dalam istilah syariat, futur merujuk pada keadaan di mana seseorang kehilangan semangat dalam menjalankan amal ibadah yang sebelumnya dilakukan dengan penuh antusias.[3]

Dalil dalam Al-Qur'an dan Hadis

sunting

Allah Berfirman:

“Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

— (QS. Al-Qasas: 56)

Allah berfirman dalam sebuah hadis qudsi,

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua adalah tersesat, kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu petunjuk.”

— (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu)

Referensi

sunting
  1. ^ Hawari, Hanif. "Kenali Apa Itu Futur, Penyakit yang Harus Dijauhi Muslim". detikhikmah (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-12-25. 
  2. ^ "Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur, Putus Asa Dan Bosan Dalam Menuntut Ilmu | Almanhaj". almanhaj.or.id (dalam bahasa Inggris). 2019-01-22. Diakses tanggal 2024-12-25. 
  3. ^ Hakami, Fauzan; Kalimatun Nabil, Muaz; Ramadhany, Maghrevian; Zikra, Laka; Khoiri Rahman, Subhan (2023-11-30). "Transformasi Makna Kata Serapan Bahasa Arab Pada Bahasa Indonesia Dalam Istilah Agama Islam dari Aspek Bahasa dan Budayanya". Riyahuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab. 3 (1): 1–18. doi:10.22236/jpba/3113330. ISSN 2828-5336.