Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma
Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU. Sebelumnya bandar udara ini bernama Lapangan Udara Cililitan.[1] Bandara Halim Perdanakusuma beroperasi sementara menjadi bandara komersial mulai tanggal 10 Januari 2014 untuk mengalihkan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta yang dinilai telah penuh sesak.[2]
Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Halim Perdanakusuma International Airport | |||||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Berkas:Halim Perdankusuma Airport.jpg | |||||||||||
Informasi | |||||||||||
Jenis | Tipe Bandara
| ||||||||||
Pemilik | Pemerintah Indonesia | ||||||||||
Pengelola | PT Angkasa Pura II | ||||||||||
Melayani | Jakarta, Indonesia | ||||||||||
Lokasi | Jakarta, Indonesia | ||||||||||
Maskapai penghubung | Penghubung | ||||||||||
Ketinggian dpl | 26 mdpl | ||||||||||
Situs web | http://www.halimperdanakusuma-airport.co.id | ||||||||||
Landasan pacu | |||||||||||
|
Sejarah
Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.
Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayat yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.
Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.
Maskapai penerbangan dan tujuan
Terminal Penumpang
Terminal Domestik (Reguler)
Terminal Internasional
Maskapai | Tujuan |
---|---|
Okay Airways | Charter: Haikou |
Royal Brunei Airlines | Bandar Seri Begawan |
Tianjin Airlines | Charter: Xi'an |
Terminal Haji (Musiman)
Terminal ini hanya digunakan saat musim Haji
Maskapai | Tujuan |
---|---|
Garuda Indonesia | Jeddah |
Lion Air | Jeddah |
Saudia | Jeddah |
Terminal Kargo
Maskapai | Tujuan |
---|---|
Cardig Air | Padang |
Gading Sari | Kuala Lumpur |
Bandara Express Train
Studi kelayakan Bandara ke Bandara Express Train telah selesai dan siap untuk prakualifikasi korban . The Express Train rencana awal adalah dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ( SHIA ) ke Manggarai , tapi untuk menyadari kebutuhan transportasi dari Bandara Halim Perdanakusuma ( HPA ) , sehingga rute tersebut memutuskan untuk sejauh dari Manggarai ke HPA . Rute ini akan 33 kilometer dari Halim - Cawang - Manggarai - Tanah Abang - Sudirman - Pluit Terminal 2 & 3 SHIA di permukaan tanah , bawah tanah dan ditinggikan , telah disepakati oleh Peraturan Menteri Nomor 1264 Tahun 2013 tentang Kementerian Perhubungan . The Express Train memakan waktu 30 menit hanya antara dua bandara bukannya 1-3 jam perjalanan.
Catatan kaki
- ^ Singgih Handoyo; Dudi Sudibyo (2011). Aviapedia: ensiklopedia umum penerbangan. Penerbit Buku Kompas. hlm. 151–. ISBN 978-979-709-547-5. Diakses tanggal 22 May 2012.
- ^ AP II pesimis pengalihan penerbangan ke Bandara Halim lancar.