Kereta api Kertajaya

layanan kereta api di Indonesia

Kereta api Kertajaya merupakan kereta api penumpang Kelas Premium Plus (Reguler) maupun Kelas Bisnis dan Ekonomi AC (Tambahan) yang dioperasikan Oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya yang melayani rute Surabaya Pasarturi-Pasar Senen via Jalur Utara dan Sebaliknya.

Kereta api Kertajaya
Berkas:New Papan Nama KA Kertajaya khas Daop 8.png
KA 177 Kertajaya Premium Rangkaian Panjang Stainless Steel telah tiba di Stasiun Tanjung Priuk setelah penurunan penumpang dari Pasar Senen dengan Trayek Surabaya Pasarturi
Informasi umum
Jenis layanan
  • Kereta api Komersial jarak jauh
  • Kereta api Terpanjang di Indonesia
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
PendahuluGaya Baru Malam Utara (1971-2002)
Mulai beroperasi
  • 25 Desember 1971 (sebagai kereta api asistensi GBMU)
  • 19 Februari 2002 (perjalanan GBMU dipangkas, sehingga perjalanan Kertajaya menjadi penuh untuk lintas utara)
  • 04 Desember 2015 (penambahan kereta tambahan kertajaya rangkaian panjang)
  • 01 April 2016 (sebagai Kertajaya reguler rangkaian panjang)
  • 26-27 Mei 2019 (sebagai Kertajaya Premium rangkaian panjang)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang harian2.600 penumpang per hari (rata-rata sementara)[butuh rujukan]
Jumlah penumpang tahunan10.350.225 penumpang per tahun (rata-rata sebenarnya)[butuh rujukan]
Lintas pelayanan
Stasiun awalSurabaya Pasar Turi
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh725 km
Waktu tempuh rerata11 Jam 40 Menit (rata-rata normal)
Frekuensi perjalananSatu kali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
Kelas
  • Premium Plus (Reguler)
  • Bisnis dan Ekonomi AC (Tambahan)
Pengaturan tempat duduk
  • 106 tempat duduk disusun 3-2, saling berhadapan (kelas ekonomi AC)
  • 64 tempat duduk disusun 2-2, reclining seat (kelas bisnis)
  • 80 tempat duduk disusun 2-2, reclining seat, saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan (kelas premium plus)
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dengan / tanpa tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburan
  • Ada = Kelas Premium Plus
  • Tidak = Kelas Bisnis dan Ekonomi AC
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lain
  • Toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara, musholla (khusus kelas bisnis dan ekonomi).
  • Televisi, Toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara, tirai, musholla (khusus kelas premium plus)
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional
  • 60 s.d. 100 km/jam (Tambahan)
  • 60 s.d. 120 km/jam (Reguler)
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal
  • 177-178 (Reguler)
  • 7027-7028 (Tambahan)

Sepanjang perjalanannya, KA Kertajaya melintasi jalur utara pulau Jawa. Rangkaian KA ini terdiri dari sebuah lokomotif, 14 rangkaian kereta kelas Premium Plus split (K3), 1 kereta makan (M1), serta 1 Kereta Pembangkit (P). Kertajaya merupakan kereta api penumpang dengan rangkaian terpanjang di Indonesia.

Perubahan Rangkaian KA Kertajaya

Berkas:Kertajaya Passing Jatinegara.jpg
Sebelum Rangkaian KA Kertajaya dengan Berbody Mild Steel dengan Kereta api Kelas Ekonomi AC tipe 106 Penumpang, Mempersiapkan Melintas Langsung Stasiun Jatinegara
 
Sekarang Rangkaian KA Kertajaya dengan Berbody Stainless Steel dengan Kereta api Kelas Premium tipe 80 Penumpang, Mempersiapkan Melintas Langsung Stasiun Cikampek
  • Pada pagi harinya, rangkaian KA Kertajaya Rangkaian Panjang yang berada di Jakarta diistirahatkan di Tanjung Priuk untuk diberangkatkan kembali pada siang hari.
  • Pada dini harinya, rangkaian KA Kertajaya Rangkaian Panjang yang berada di Surabaya diistirahatkan di Surabaya Pasarturi untuk diberangkatkan kembali pada malam hari.

Rombongan Supporter

Kereta api Kertajaya merupakan kereta api favorit bagi Suporter bola asal Surabaya adalah Persebaya atau dikenal juga dengan kelompok suporter Bonek.Untuk melakukan aksi nekat dengan cara naik di atas kereta

Sejarah

Kereta api Kertajaya diluncurkan pertama kali pada tanggal 19 Februari 2002 melayani perjalanan koridor Surabaya - Jakarta dan Sebaliknya. Sebelumnya kereta api ini dikenal dengan nama KA Gaya Baru Malam Utara resmi beroperasi Pada tanggal 25 Desember 1971 dan tidak lama lagi Akhirnya KA GBMU resmi berhenti Beroperasi pada Tahun 2002 dan digantikan dengan KA Kertajaya Pada Tanggal 19 Februari 2002.

Dahulu, ciri khas dari KA Kertajaya adalah gerbong bagasi berwarna biru, namun setelah tragedi gerbong bagasi biru terbakar[1] sekarang gerbong bagasi KA Kertajaya mengunakan gerbong bagasi yang mirip seperti kereta api Sri Tanjung. Kadangkala kereta ini mempergunakan gerbong cargo baru buatan PT Inka Madiun. Dahulu KA ini tak jarang membawa gerbong makan pembangkit (MP1 0 68 01) kelas eksekutif yang istimewa milik dipo Surabaya Pasarturi (SBI), yang kini dialokasikan untuk kereta api Bogowonto, Kereta api Gajah Wong dan Kereta api Malioboro Ekspres di dipo Yogyakarta (YK).

Mulai awal tahun 2013 semua rangkaian kereta api Kertajaya sudah menggunakan rangkaian kereta Ekonomi AC, seiring dengan ditingkatkannya pelayanan seluruh KA ekonomi jarak jauh di Indonesia berupa penambahan fasilitas AC.

Sejak 4 Desember 2015, PT KAI menyediakan perjalanan kereta api Kertajaya Tambahan dengan rangkaian panjang (14 unit K3 per rangkaian) dengan kapasitas lebih dari 1.484 tempat duduk. Stamformasi rangkaian terdiri dari sebuah lokomotif (CC206 generasi I atau II), 1 kereta makan pembangkit, 14 gerbong ekonomi, dan 1 kereta makan pembangkit kelas bisnis (MP2). Berangkat setiap hari Senin, Rabu, Jumat pukul 23.15 relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi dan tiap hari Minggu, Selasa, Kamis pukul 22.00 relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen. Mulai 1 April 2016, perjalanan KA Kertajaya Tambahan dihentikan, dan rangkaian panjang yang selama ini digunakan untuk KA Kertajaya Tambahan, dialihkan untuk perjalanan KA Kertajaya reguler, sehingga saat ini KA Kertajaya reguler beroperasi setiap harinya dengan rangkaian 14 unit kereta kelas Ekonomi, menjadikan KA Kertajaya reguler sebagai salah satu rangkaian kereta penumpang terpanjang di Indonesia (di samping Kereta api Tawang Jaya, yang dijalankan dengan rangkaian panjang mulai 4 April 2016).[2]

Mulai 26-27 Mei 2019, KA Kertajaya akan resmi menggunakan kereta ekonomi AC premium terbaru yang berbodi stainless steel buatan PT INKA Madiun Tahun 2019, yang dilengkap dengan kereta makan dan kereta pembangkitnya yang juga baru. Sedangkan rangkaian lama KA Kertajaya akan dihibahkan ke KA Kertajaya Tambahan, KA Maharan, KA Lokal Bojonegoro dan sisa rangkaian panjang akan dikasih sementara untuk KA Matarmaja Tambahan, Purwosari Tambahan, Pasundan Tambahan sebagai Sarana Kereta api Tambahan Lebaran Tahun 2019.

Tarif

Tarif kereta api ini bersifat fluktuatif, yakni berkisar antara Rp 100.000,00 - Rp 175.000,00, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam rute berikut.

Jadwal perjalanan

Mulai 1 Mei 2016 pemberhentian KA Kertajaya dialihkan dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Bekasi, dikarenakan peron Stasiun Jatinegara tidak cukup untuk kapasitas 16 rangkaian kereta, serta rangkaian menutup wesel dan PJL 50 yang ada di dekat Stasiun Jatinegara.[3]

KA Reguler

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 177 Kertajaya (Surabaya Pasarturi-Pasar Senen)
Surabaya Pasarturi - 21.00
Lamongan 21.37 21.39
Babat 22.04 22.06
Bojonegoro 22.35 22.38
Cepu 23.21 23.13
Randublatung 23.35 23.38
Ngrombo 00.28 00.31
Semarang Tawang 01.21 01.42
Weleri 02.24 02.29
Pekalongan 03.12 03.18
Tegal 04.10 04.20
Cirebon Prujakan 05.20 05.30
Jatibarang 06.06 06.08
Haurgeulis 06.42 06.44
Bekasi 08.13 08.15
Pasar Senen 08.40 -
KA 178 Kertajaya (Pasar Senen-Surabaya Pasarturi)
Pasar Senen - 14.00
Haurgeulis 15.53 15.56
Jatibarang 16.31 16.34
Cirebon Prujakan 17.10 17.20
Brebes 18.11 18.13
Tegal 18.25 18.31
Pekalongan 19.20 19.24
Weleri 20.06 20.09
Semarang Tawang 20.49 21.08
Ngrombo 22.00 22.03
Randublatung 22.55 22.58
Cepu 23.21 23.28
Bojonegoro 00.00 00.03
Babat 00.33 00.36
Lamongan 01.00 01.03
Surabaya Pasarturi 01.40 -

KA Tambahan (hanya berjalan di saat tertentu seperti lebaran, natal dan tahun baru atau akhir pekan tertentu)

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 7027 Kertajaya Tambahan (Surabaya Pasarturi-Pasarsenen)
Surabaya Pasarturi - 23.35
Lamongan 00.12 00.14
Babat 00.39 00.41
Bojonegoro 01.10 01.13
Cepu 01.42 01.48
Randublatung 02.10 02.13
Ngrombo 03.03 03.06
Semarang Tawang 03.57 04.10
Weleri 04.52 04.54
Pekalongan 05.36 05.40
Tegal 06.31 06.37
Cirebon Prujakan 07.37 07.44
Jatibarang 08.21 08.23
Haurgeulis 09.03 09.06
Jatinegara 10.38 10.40
Pasar Senen 10.50 -
KA 7028 Kertajaya Tambahan (Pasarsenen-Surabaya Pasarturi)
Pasar Senen - 08.45
Haurgeulis 10.45 10.48
Jatibarang 11.11 11.14
Cirebon Prujakan 11.51 11.59
Tegal 12.57 13.17
Pekalongan 14.08 14.15
Weleri 15.00 15.05
Semarang Tawang 15.42 15.56
Ngrombo 16.48 16.50
Randublatung 17.42 17.44
Cepu 18.07 18.14
Bojonegoro 18.46 18.49
Babat 19.19 19.21
Lamongan 19.45 19.48
Surabaya Pasarturi 20.25 -

Rangkaian KA

Berikut ini Stamformasi Kereta api Kertajaya (Tambahan dan Reguler):

Nama Kereta Kertajaya Rangkaian Panjang
Relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen
Status Reguler
Rangkaian KA
  • 1 Lokomotif CC206 (SDT/JNG)
  • 7 Kereta Premium (K3 2019 SBI)
  • 1 Kereta Makan (M1 2019 SBI)
  • 7 Kereta Premium (K3 2019 SBI)
  • 1 Kereta Pembangkit (P 2019 SBI)
Nama Kereta Kertajaya Rangkaian Panjang
Relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi
Status Reguler
Rangkaian KA
  • 1 Lokomotif CC206 (SDT/JNG)
  • 1 Kereta Pembangkit (P 2019 SBI)
  • 7 Kereta Premium (K3 2019 SBI)
  • 1 Kereta Makan (M1 2019 SBI)
  • 7 Kereta Premium (K3 2019 SBI)
Nama Kereta Kertajaya Lebaran
Dijalankan pada Arus Mudik dan Arus balik Lebaran
Relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen
Status Tambahan
Rangkaian KA
  • 1 Lokomotif CC201/CC203 (SDT/JNG)
  • 3 Kereta Bisnis AC (K2) berbagai Dipo kereta
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP2/KMP3 SBI)
  • 7 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
Nama Kereta Kertajaya Lebaran
Dijalankan pada Arus Mudik dan Arus balik Lebaran
Relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi
Status Tambahan
Rangkaian KA
  • 1 Lokomotif CC201/CC203 (SDT/JNG)
  • 7 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP2/KMP3 SBI)
  • 3 Kereta Bisnis AC (K2) berbagai Dipo kereta
Nama Kereta Kertajaya Nataru
Dijalankan pada Natal-Tahun Baru
Relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen
Status Tambahan
Rangkaian KA
  • 1 Lokomotif CC201/CC203 (SDT/JNG)
  • 3 Kereta Bisnis AC (K2) berbagai Dipo kereta
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP2/KMP3 SBI)
  • 7 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
Nama Kereta Kertajaya Nataru
Dijalankan pada Natal-Tahun Baru
Relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi
Status Tambahan
Rangkaian KA
  • 1 Lokomotif CC201/CC203 (SDT/JNG)
  • 7 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (MP2/KMP3 SBI)
  • 3 Kereta Bisnis AC (K2) berbagai Dipo kereta

Stasiun-stasiun yang disinggahi

Insiden

  • Pada tanggal 15 April 2006 pukul 02.10 WIB, Kereta api Sembrani dan kereta api Kertajaya bertabrakan di emplasemen Stasiun Gubug. Kecelakaan itu terjadi ketika KA Kertajaya meninggalkan jalur kereta api sebelum waktunya saat bersilang dengan KA Sembrani yang datang dari arah belakang. Hal itu disebabkan oleh kerusakan pemindah kanal radio KA Kertajaya sehingga kabar penyusulan KA Kertajaya oleh KA Sembrani dari PPKA kepada masinis Kertajaya tidak tersampaikan dan banyaknya penumpang dalam kabin masinis. Dalam musibah tersebut, 13 orang meninggal dunia dan 26 lainnya masuk rumah sakit.
  • Pada tanggal 27 November 2013 pagi, gerbong bagasi warna biru kereta api Kertajaya terbakar, beserta seluruh muatannya. [1]
  • Pada tanggal 21 Februari 2017 pukul 04.00 WIB, Ditemukan hewan penumpang gelap di dalam kereta, yakni seekor Ular Sanca kembang di gerbong 14 KA Kertajaya Tambahan jurusan Surabaya-Jakarta. Kemudian Ular tersebut ditangkap dan diturunkan di Stasiun Tegal pada pukul 04.48, Saat petugas kereta api (PKD) dan TNI bertanya kepada penumpang itu Ular siapa tidak ada yang mengakui. [4] [5]
  • Pada tanggal 25 Agustus 2016 pagi, satu gerbong ekonomi ac (K3) serta kereta makan pembangkit (MP2) kereta api Kertajaya terbakar.

Galeri

Referensi

Pranala luar