Kata lemes dusun

kosakata bahasa Sunda
Revisi sejak 24 Desember 2021 14.28 oleh Haikal FK 1705 (bicara | kontrib) (baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kata lemes dusun atau kecap lemes dusun (aksara Sunda baku: ᮊᮨᮎᮕ᮪ ᮜᮨᮙᮨᮞ᮪ ᮓᮥᮞᮥᮔ᮪, pengucapan bahasa Sunda: [ləməs dusun]) adalah salah satu kosakata bahasa Sunda yang sebenarnya merupakan jenis kata lemes (setara dengan kata lemes énténg) yang tidak baku, kata ini tercipta atas ketidaktahuan seorang penutur bahasa dalam menggunakan tatakrama bahasa sunda secara benar dan terpengaruh oleh kebutuhan untuk menggunakan kata lemes secara menyeluruh dalam suatu wacana. Penggunaan kata lemes dusun hanya ditemui pada wilayah tertentu komunitas penutur bahasa Sunda.[1]

Pembentukan

Kata lemes dusun biasanya tercipta dari penganalogian penciptaan kata lemes lainnya (yang baku) yang hanya mengubah bunyi suku kata terakhir sebuah kata loma.[2] Misalnya perubahan bunyi suku kata terakhir (ultima) a → i pada kata tampa menjadi tampi (terima). Perubahan bunyi tersebut kemudian dijadikan dasar untuk membentuk kata lemes lain yang belum tersedia. Contoh proses pembentukan kata lemes dusun adalah kata tatangga (tetangga) yang tidak memiliki bentuk lemes kemudian diubah menjadi tatanggi. Selain dari perubahan bunyi akhir suatu kata, pembentukan kata lemes dusun juga bisa dengan cara pergeseran makna suatu kata atau meminjam kata lemes lain yang memiliki kedekatan makna, seperti pada kata saeutik (sedikit) yang berasal dari kata sa- (se-) dan eutik (dikit) kemudian kata eutik diubah dengan kata lemes yang memiliki makna yang dekat yakni alit (kecil), sehingga saeutik berubah menjadi saalit.

Selain itu juga ada beberapa kata yang sudah termasuk ke dalam kata lemes atau sedeng, kemudian dilemeskan lagi untuk memperindah kata,[3] seperti contohnya adalah kata dongkap (datang) diubah menjadi dongkip.

Kosakata

Di bawah ini adalah contoh kata lemes dusun (yang ditebali) dengan padanannya dalam kata loma dan padanannya dalam kata lemes yang baku (jika ada).

Indonesia Loma Lemes dusun Lemes yang baku
langka langka langki awis-awis
tenaga tanaga tanagi -
cukup cukup cekip cekap
sangka sangka sangki kinten
harga harga hargi pangaos
saya saeutik saalit sakedik
nanti engké engkin -

Meskipun kata lemes dusun adalah kata yang tidak baku, namun masih diperbolehkan digunakan dalam perbincangan informal yang menggunakan ragam basa hormat, baik itu hormat ka batur maupun hormat ka sorangan.

Lihat pula

Rujukan

Catatan

  1. ^ Adiwijaya 1951.
  2. ^ KERN 1906, hlm. 394.
  3. ^ KERN 1906, hlm. 397.

Daftar Pustaka

Pranala luar